
Ayu benar - benar kaget saat mendengar kebenaran tentang Narendra, dia tidak menyangka pria yang dia anggap tidak memiliki apa - apa ,sekarang menjelma menjadi seorang Milyarder.
sekarang mimpi Ayu untuk bersama Narendra semakin tertutup, padalnya jika Narendra memang Seorang Milyarder bukankah akan sangat sulit untuk menemuinya sekarang.
Sementara itu Narendra sedang memikirkan cara untuk Mencari dalang yang menghancurkan keluarganya dulu.
Dia berkonsultasi dengan Bandi agar bisa menemukan orang tersebut.
Bandi pun mulai mengordinasi informannya untuk melakukan perintah Tuan Mudanya.
Setelah sekian Lama akhirnya anak Buah Bandi menemukan Orang tersebut.
Narendra yang di beri tahu bandi langsung menginstruksikan untuk segera buat Rencana penyergapan.
Naraya pun setuju dengan ide Narendra ,pasalnya beliau sudah menunggu kesempatan tersebut sudah lama sekali.
Ke esokan harinya Narendra ,Naraya dan semua anak Buah Pilihan Bandi berkumpul untuk berangkat ke China.
mereka menggunakan pesawat umum untuk ke sana , Karena mereka tidak ingin tampil mencolok .
Mereka menggunakan penyamaran seperti orang biasa saat samapai di sana.
Anak Buah Naraya juga Di sebarkan ke berbagai penjuru untuk melakukan penyergapan.
Narendra dan Kakeknya yang sedang berdiskusi di Kamar vip Delux.
" kek .. aku harap rencana ini berjalan lancar " ucap Narendra sedikit bimbang.
Naraya tersenyum " Kamu tenang saja , Anak buah kakeh sudah di lersiapkan untuk hari ini.
Narendra menghela napas " Aku hanya ingin kehidupan yang damai bersama keluargaku, Aku tidak ingin keluarga kita berpisah lagi kek "
" Kakek Tahu, setelah ini pasti kita bisa menjalani hidup yang Damai " Ucap Naraya penuh dengan semangat.
Narendra memandang keluar jendela dengan tatapan Kosong, dia tidak menyangka jika kehidupannya akan seperti itu.
__ADS_1
padahal kehidupan yang di inginkannya, hanya ingin membuat Anak dan istrinya Bahagia.
tapi setelah dia mendapatkan segalanya , malah harus terseret ke dalam masalah keluarganya.
Sebenarnya yang di takutkan Narendra jika Istri dan anaknya terlibat, entah apa yang akan di lakukannya nanti.
saat Narendra sedang bersantai, Bandi datang melapor, jika anak buahnya sudah menemukan lokasi orang tersebut.
" baik kita berangkat sekarang , siapkan mobil untukku !" ucap Narendra Tegas.
" Baik Tuan Muda " ucap Bandi sopan.
Narendra menyiapakan dirinya , Karena ini pertama kalinya dia turun mengomandani Anak Buah kakeknya.
Narendra kemudian Turun dan menaiki Mobil yang sudah di siapkan Bandi, Mereka mengendarai mobil menuju tempat yang di beri tahu anak Buah Bandi.
Dua puluh menit perjalanan Mereka sudah sampai di tempat anak Buah Bandi, Narendra melihat sebuah Rumah Khas China, di depan Rumah terdapat 4 orang penjaga yang berdiri di depan Pintu.
" Bandi bagaimana cara kita masuk ?" tanya Narendra polos.
Bandi kemudian menatap anak buahnya " Jo, Suruh mereka bergerak sekarang !" Ucap Bandi tegas.
" Baik Tuan !" Jo menjawab dengan sigap.
Jo menyalakan alat kominikasinya dan memberitahu orang - orangnya untuk melakukan serangan.
Narendra terkejut saat melihat, empat lenjaga depan pintu di lumpuhkan dengan begitu cepat.
dia tidak menyangka jika anak Buah kakeknya begitu profesional, Mereka terlihat seperti Tentara yang sudah di latih.
Terdengar suara tembakan dan jeritan di berbagai arah, menandakan jika penyerangan telah di lakukan.
Narendra bertanya pada Bandi " Apa kita cukup diam di sini ?" Narendra bertanya dengan polos.
Bandi tersenyum " Tuan Muda tenang saja , mereka pasti bisa menangkap orang tersebut, kita hanya perlu memantaunya "
__ADS_1
" Jika kita tidak melakukan apa - apa ,bukankah lebih baik dirumah saja ?"
Bandi Menggeleng " Tuan Muda, Walaupun anda tidak melakukan apa - apa , tapi setidaknya anda membuat semangat mereka jadi bertambah karena perjuangan mereka di saksikan langsung oleh anda , itulah gunanya pemimpin Tuan Muda "
Narendra mencoba mencerna perkataan Bandi, Dia jadi sedikit mengerti jika pemimpin tidak selalu ikut bertempur.
Bukankah di cerita kerajaan juga seperti itu, mereka yang jadi Raja hanya duduk diam menanti sebuah hasil peperangan.
sementara Anak Buah mereka berperang ,dengan memeprtaruhkan nyawa demi mendapatkan pujian dari sang Raja.
setelah memikirkan itu, Narendra sedikit mengerti tentang cara kerja sebuah organisasi.
" Tuan Semuanya sudah di bereskan , Orang - orang yang anda suruh jang di bunuh juga sudah di lumpuhkan " Jo Melapor Pada Bandi.
Bandi mengangguk, dia kemudian menatap Narendra " Tuan Muda , orang - orang kita sudah berhasil menangkap orang tersebut, Silahkan !"
Narendra berjalan di depan di ikuti Bandi dan jo, Saat masuk ke dalam Rumah tersebut, Narendra tercengang ,banyak Penjaga sudah bertumbangan .
Sepanjang perjalanan memasuki Rumah tersebut, dia Melihat pemandangan yang sama.
Narendra bertanya - tanya dalam hati " apakah Kakek juga menyaksikan pemandangan seperti ini ?"
Tapi Narendra mencoba untuk tetap tenang, pasalnya dia tahu, jika dia juga akan mulai merasakan kehidupan yang kakeknya jalani.
Narendra memasuki sebuah Ruangan di sana sudah ada 3 orang yang di ikat dengan duduk berlutut, yang satu terbaring sambil di ikat tangannya Karena tertembak di kakinya.
Narendra mengerutkan keningnya dan menatap Bandi, Bandi yang tahu maksud Narendra Langsung menjelaskan " Merekalah Dalang di balik penyerangan keluarga Aditya Tuan Muda !"
Narendra Mengangguk " Bandi Bawa mereka ke tempat yang Sepi, sebelum pihak berwajib ke sini , sisanya bersihkan tempat ini !" Narendra Langsung membalikan badan dan melangkah Pergi.
" Kalian dengar perintah Tuan Muda !, Lakukan !!" Teriak Bandi pada anak buahnya.
" Siap Bos !" mereka serentak menjawab.
Narendra awalnya emosi dengan mereka, tapi dia tahu jika kakeknya harus melihat mereka lebih dulu ,agar dia tidak penasaran seumur hidupnya.
__ADS_1
Jadi bukannya langsung melenyapkan mereka, Narendra lebih memilih untuk membawanya menemui Naraya .