
Dugaan Brodi ternyata benar , Saat Narendra dan keluarganya sudah tertidur , anak buahnya ada yang melapor jika ada gerakan yang mencurigakan di sebelah utara Vila.
Brodi tahu itu semua hanya sebuah pancingan, pasalnya kamar Narendra terletak disebelah selatan, jika ada pergerakan arah utara , berarti mereka ingin membuat sebuah jebakan.
" Dua orang selidiki gerakan tersebut , Sementara yang lain fokus dengan kamar Tuan Narendra dan anaknya !" Ucap Brodi melalui alat komunikasi yang ada ditelinganya.
" Dimengerti Boss !"
Anak buah langsung bergerak sesuai intruksi Brodi , Sementara Brodi sedang bersantai di kamar Narendra menunggu pembunuh bayaran tersebut datang.
Karena brodi sudah yakin jika yang mengincar Narendra bukan pembunuh biasa , jadi dia sudah menyarankan Narendra dan istrinya tidur di ruangan khusus yang di buat untuk saat seperti itu.
Benar saja , seseorang berhasil menyelinap masuk kedalam kamar Narendra yang notabenya hanya ada Brodi disana.
Brodi sengaja tidak buka suara , dia memperhatikan setiap gerakan pembunuh tersebut .
Pembunuh tersebut menodongkan pistol dengan leredam suara ke Arah ranjang Narendra ,karena lampu kamar dimatikan ,dia mengira Narendra ada di tempat tidurnya.
" Cuubb !
" Cuubb !
Pembunuh tersebut menembakan dua kali tembakan ,karena dia ingin membunuh Narendra dan Istrinya.
Brodi di gelapnya kamar tersebut tersenyum ,saat pembunuh sadar jika Narendra tidak ada di tempat tersebut .
Brodi dengan sigap menerjang kearah pembunuh tersebut dan menyayat lehernya ,hingga dia tewas seketika.
" Ternyata hanya keroco !" gumam Brodi ketus.
" Bagaimana disana ?" Brodi menghubungi anak buahnya.
" Disini ada dua orang Tuan dan sudah kami lumpuhkan !"
" Bagus !, jangan sampai lengah !" ucap Brodi tegas.
" Dimengerti Tuan !"
" Dor !
" Dor !
__ADS_1
Di halaman terdengar suara adu tembak antara Bandi dan anak buahnya dengan kelompok pembunuh lain.
Brodi melihat dari jendela ,dia melihat seseorang masuk Vila , Brodi menghubungi Cruz yang merupakan tangannya dan menjaga pintu ruangan yang di tempati Narendra dan keluarganya.
" Cruz !, hati - hati... seseorang akan ketempat kamu , aku akan segera kesana !"
" Dimengerti Tuan !" Cruz langsung bersiap - siap.
Benar saja tidak berselang lama ,suara langkah kaki menghampiri Cruz , Cruz bersembunyi di balik dinding , agar tidak terlihat oleh pembunuh tersebut.
Tapi Cruz mengerutkan keningnya ,karena suara langkah kaki tersebut sangat santai , seolah tidak takut dengan mereka.
Cruz yakin jika pembunuh tersebut bukan orang sembarangan , saat Cruz baru menodongkan senjatanya , sebuah pisau mengenai senjatanya dan jatuh di lantai.
Cruz membelalakan matanya , karena dia tahu jika yang bisa melempar pisau dengan begitu akuran pasti orang yang cakap.
Cruz juga mengeluarkan pisaunya , dia bersiap untuk bertarung jarak dekat , pasalnya senjata yang dia pegang rusak akibat terkena tusukan pisau tepat di moncongnya.
Baru Cruz akan menyerang , tapi dia sudah diserang terlebih dahulu oleh orang tersebut.
" Traangg !!" Suara benturan pisau terdengar.
" Trang
" Trang
Cruz melangkah mundur , karena dia tahu jika lawannya bukan orang sembarang , Dia mencoba mencari jarak aman tapi tetap tidak menjauh dari pintu ruangan keluarga Narendra berada.
" Menyerahlah anak muda !, kamu bukan lawanku !" ucap pembunuh bayaran tegas.
" Walaupun aku harus mati disini , aku tidak akan lari ! " Cruz membulatkan tekadnya.
Pembunuh bayaran menghela napas " Baikalah kalau itu maumu !"
" Wuzzzz !
Pembunuh bayaran tiba - tiba sudah dekat dengan Cruz .
Cruz yang refleknya tidak secepat orang tersebut ,dia tahu jika dirinya dalam bahaya.
Tapi saat pisau pembunuh bayaran tinggal sejengkal , Pisau terbang menghunus tajam disela - sela mereka berdua.
__ADS_1
Sontak saja pembunuh bayaran langdung melompat mundur , dia langdung menoleh kearah orang yang melempar pisau.
Sayangnya Brodi sudah menyerang menggunakan pisau lainnya , dia melompat dari atas dan menghujam deras kearah pembunuh bayarn.
Pembunuh bayaran dengan reflek ,dia bisa menangkis serangan Brodi dengan pisaunya .
Tapi karena tekanan Brodi dari ketinggian sangat kuat , Pembunuh bayaran jatuh di lantai dengan Brodi yang menindihnya dari atas.
Pembunuh bayaran terkejut saat melihat wajah Brodi " Komandan !" gumam pembunuh bayaran tersebut.
Brodi mengerutkan keningnya , saat pembunuh Bayaran memanggilnya komandan.
Brodi membuka penutup wajah orang tersebut , terlihat wajah bercodet yang tidak asing dengan Brodi " Kamu.....?"
" Lama tidak bertemu Komandan , saya kira saya sudah tidak akan bertemu dengan anda lagi !" pria berodet tersenyum licik.
Brodi menghela napas " Ternyata ini sekarang pekerjaan kamu Yuri !? " ucap Brodi tidak percaya.
Yuri Neil merupakan mantan anak buah Brodi , Yuri dialatih oleh Brodi sendiri , makanya kemampuan tempur Yuri hampir mirip dengan Brodi.
Yuri berhenti dari militer saat Brodi menghilang , dia akhirnya terjun menjadi pembunuh bayaran demi menemukan informasi tetang Brodi , pasalnya Brodi merupakan orang yang paling dia hormati di tempatnya dulu.
" Seharusnya aku bertanya pada anda !, anda meninggalkan kami dan menjadi anjing orang kaya ?!, sungguh memalukan nasib komandan yang penuh dengan pujian !" Cibir Yuri.
Brodi tidak terpancing dengan provokasi Yuri " apa cuma itu yang ingin kamu bilang saat menemui aku Yuri !? "
" Cetraaaangggg !! "
Pisau Yuri terbang dari tangannya , Brodi dengan sigap menempelkan pisaunya di leher Yuri.
Yuri tertawa " Hahaha... bunuhlah saya komandan , aku sudah cukup puas selama saya bisa mati di tangan anda " ucap Yuri penuh dengan keyakinan.
Tanpa ragu Brodi menusuk leher Yuri , Yuri terkejut sebelum tewas , pasalnya dia mengira jika Brodi akan mengampuninya ,tetapi nyatanya Brodi malah menghabisi nyawanya.
Yuri tidak tahu jika Brodi paling malas mengungkit masa lalunya , jadi dia akan berusaha melenyapkan apapun yang berhubungan dengan masa lalunya jika ada di hadapannya .
.
.
.
__ADS_1