
Narendra mulai menyiapkan segala sesuatunya ,dia juga memerintahkan Bandi untuk mencari orang - orang yang dia butuhkan.
Narendra juga meminta bantuan dari koneksi Kakeknya, agar mempermudah rencana dia selanjutnya.
Narendra sedang berfikir di meja kerja dalam kamarnya , Tari membawakan secangkir Kopi untuk Suaminya " pih , ini kopinya "
Narendra mendongak " Terimakasih mih " ucap Narendra sambil tersenyum.
Tari berdiri di belakang Narendra ,dia mengintip suaminya yang sedang sibuk dengan laptopnya " pih.. iru gedung - gedung apa ?" tanya Tari Penasaran.
Narendra menoleh ke belakang " oh..ini sampel yang di berikan Kontraktor bangunan, yang akan membuat studio film kita "
" Studio Film ?" Beo Tari.
" Yap, papih akan membuat studio Film " ucap Narendra sambil tersenyum.
Tapi Tari tampak cemberut, Narendra yang melihat itu mengerutkan keningnya " Mamih kenapa ?"
" Papih buat studio film, Nanti ketemu Wanita - wanita Cantik dan Artis, apa nanti papih gak bakal ke pincut sama mereka ?" Tari berkata dengan Sendu.
Narendra terkejut dengan pemikiran Tari , pasalnya dia tidak berpikir sampai ke sana, dia ingin membuat studio Film karena Murni ingin memulai Bisnis.
Narendra berdiri dan menangkup kedua pipi istrinya " Hey.. Papih buat Studio Film untuk berbisnis ,bukan untuk mencari Wanita Lain, Lagi pula tidak ada Wanita Lain di hati papih kecuali Mamih " Narendra berbicara dengan lembut.
Tari tersenyum " janji ?!" Tari mangucungkan jari kelingkingnya kaya ABG yang sedang mengikat janji.
" Apaan sih Mih , Kita sudah Tua " Narendra menaikan satu alisnya.
" Janji Dulu " ucap Tari merengek seperti anak kecil
Narendra mengaitkan jari kelingkingnya denga jari Kelingking istrinya " iya , iya, papih janji "
Tari tersenyum puas , dia menghambur ke pelukan Suaminya , Narendra menyambut pelukan istrinya.
Ke esokan Harinya , Narendra seperti Biasa Ke Universitas untuk menyelesaikan Studinya.
__ADS_1
Tapi saat dia bru turun dari Mobil, tiga orang Pria menghampirinya " Hei !!, Kamu yang namanya Narendra ?"
Narendra mengerutkan keningnya " Iya ,aku Narendra ,ada apa ?"
Pri itu mendekati Narendra ,Muka Mereka bertatapan hanya berjarak satu Jengkal saja " Aku peringatkan Kamu untuk menjauhi Vivi, jika kamu berani Mendekatinya , aku akan menghabisimu !" Setelah mengucapkan itu, pria tersebut mendorong Narendra dan langsung pergi meninggalkan Narendra.
Bandi yang baru turun dari Mobil akan mengejarnya, tapi Narendra melambaikan tangannya , Menyuruh Bandi agar tidak memulai keributan.
Bandi menuruti Narendra, Narendra kemudian bergegas memasuki Kelas.
di dalam Kelas, Vivi dan Temannya langsung menghampiri Narendra yang sedang duduk " Tampan , Nanti sore ada ada waktu luang gak ?"
Narendra menghela napas " Maaf , aku sibuk " jawab Narendra datar.
Tapi Vivi tidak menyerah , dia mencoba membujuk Narendra lagi " Kalau besok ?"
Narendra mendongak " Maaf Nona Vivi ,aku Tidak Bisa , akhir - akhir ini lagi sibuk banget, jadi gak bisa pergi kemana - mana " Narendra berusaha untuk tetap tersenyum.
Bukan Karena Takut di ancam Pria yang dia temui di parkiran , Tapi Narendra memang tidak mau memberi Harapan pada Wanita Lain.
Narendra juga Harus fokus dengan Proyeknya yang sudah mulai berjalan, dia harus mengecek proyek tersebut sendiri agar hasilnya maksimal, karena itu proyek pertama dia.
Vivi Mendengus kesal " Ck, Sok jual Mahal banget sih ?, apa kamu takut dengan perempuan Gila kemarin ?"
Narendra Awalnya bisa menahan Emosinya, tapi saat dia mendengar Ayu di ejek, emosinya memuncak, pasalnya walaupun Ayu Bukan pacarnya, tapi Narendra sudah menganggapnya seorang Adik.
apa lagi dia pernah membantunya waktu susah, jadi Narendra langsung Marah.
Narendra menggebrak Meja " Braaakkk !"
Seketika semua Orang yang ada di kelas langsung menengok ke arah Narendra.
" Jangan Mengatakan yang tidak - tidak , Asal kamu Tahu , dia lebih berharga bagiku dari pada kamu !" Ucap Narendra sinis.
Vivi Ketakutan Saat Narendra terlihat Marah, Teman Vivi Langsung Menarik Vivi ke tempat duduknya, karena dia takut Vivi di apa - apakan " Gak perlu kayak gitu juga keles " ucap Teman Vivi.
__ADS_1
Sementara Vivi masih memandangi Narendra dengan tidak percaya, karena baru kali ini dia di tolak oleh seorang pria , dia mengepalkan tangannya " Awas saja , kamu belum tahu siapa aku !" gumam Vivi dalam Hati.
Narendra menghela Napas, dia kemudian kembali duduk di tempatnya.
" Gila, Vivi di tolak Pria "
" Apakah dia tidak Normal, bisa - bisanya menolak salah satu primadona Universitas ?"
" Tapi dia Tampan, jadi menurutku Wajar jika dia menolak Vivi !"
Orang - orang berbisik - bisik tentang Narendra , Semuanya seolah tidak percaya jika primadona Universitas di tolak oleh Narendra.
Mereka berhenti berbisik - bidik saat Dosen memaduki Ruangan dan memulai Mata kuliah.
Setelah Mata Kuliah selesai, Narendra langsung meninggalkan ruangan tersebut, seperti biasa Ayu sudah menunggunya di depan Ruangan Narendra.
Saat Narendra Akan melangkah Pergi Ayu Menegurnya " Narendra Tunggu !:
Narendra berhenti dan menoleh ke belakang, dia menghela napas saat melihat Ayu " Kenapa Lagi , aku mau pulang "
" kebetulan , Aku ikut yah Ndra ?, Aku ingin ketemu dengan Tari , aku juga kangen anak - anak Kamu " Ucap Tari Memohon.
Narendra mengerutkan keningnya " Tapi Yu .."
Narendra belum selesai bicara Ayu memotongnya " Please Ndra, yah, yah, yah , Please..." Ayu memelas, tatapannya seperti Kucing meminta makanan.
Narendra menghela Napas, dia tidak tega jika terus menerus menghindar dari Ayu , Lagi pula Ayu juga teman Baik Tari.
" Baiklah , Ayo .." Narendra kembali melangkah.
Ayu tersenyum cerah , dia langsung mengikuti Narendra dari belakang.
Ayu terlihat bahagia, Karena Narendra sudah tidak cuek lagi dengannya, Ayu pikir jika Narendra sudah bisa menerimanya.
Padahal Narendra melakukan itu karena dia hanya menganggap Ayu seorang Adik, Tapi pemikiran Ayu berbeda , dia sekarang mulai memiliki sedikit harapan Pada Narendra.
__ADS_1
Itulah Perasaan, Semakin Kita berbuat Baik pada seseorang mereka akan menangkapnya berbeda, padahal jika di pikir lagi belum tentu dia yang berbuat Baik dengan Kita, melakukannya bukan hanya dengan Kita, Tapi orang lain juga dia perlakukan dengan Sama.