Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
Bab 52


__ADS_3

Tari yang melihat Linda ketakutan, dia menghampirinya dan duduk di sampingnya " Jangan Khawatir , kami tidak akan melukaimu " Tari mengelus punggung Linda sambil tersenyum.


Linda menoleh kearah Tari , dia melihat senyum di wajah Tari yang begitu tulus , Seketika Linda merasa bersalah saat mengingat kembali Rencana Rudi.


Linda menundukan kepalanya , dia tidak berani menatap Wajah Tari , Linda merasa dia tidak pantas berada ditempat tersebut, pasalnya dia juga setuju saat Deril Menawarkan diri untuk membantunya untuk Membunuh Tari.


Sebenarnya bukan Salah Linda, Linda hanya menjadi korban Ke egoisan Rudi Karena terlalu bersemangat saat Merusak hubungan Narndra dan Tari.


Linda yang mencintai Rudi , tentu saja tidak Rela jika Kekasihnya di suruh balikan lagi dengan mantannya, pada saat itu yang membuat Linda Marah ,Rudi menerima tawaran tersebut dan Memutuskan Linda secara sepihak.


Linda tidak terima , dia marah dengan Rudi tapi amarahnya merembet ke Tari , Karena dia pikir jika Tari adalah Pokok Masalah yang menyebabkan Rudi memutuskannya.


Pada Saat itu Deril Masuk dari Celah permasalahan dan menawarkan diri untuk Membunuh Tari , Linda setuju karena dia tidak tahu jika Deril sebenarnya mengenal Rudi.


Linda menyangka jika Deril tertarik padanya , Makanya dia dengan senang hati masuk dalam perangkap Deril.


Lambat Laun , Linda yang kebetulan Ke apartemen Rudi , dia melihat Deril sedang membicarakan Masalah Narendra dan Tari , Tentu saja dia terkejut , tapi Naasnya Linda ketahuan saat dia menguping obrolan mereka dan akhirnya Linda juga menjadi Pion Deril.


Tari yang melihat raut Wajah Linda Yang khawatir " lebih baik kamu istirahat dulu "


Linda menoleh kearah Tari " a..aku .."


" Sudah , jangan dipaksakan , Lebih baik kamu istirahat dulu , kami tidak akan memaksa kamu untuk bercerita sekarang , Ayo !" Tari mEmegang tangan Linda dan Berdiri untuk mengajaknya beristirahat.


Linda menurut , dia mengangguk dan mengikuti Tari , saat Sampai dikamar Tamu, Tari Berbicara " anggap saja rumah sendiri, jika perlu sesuatu tinggal bilang saja " Tari membukakan Pintu Kamar dan menyuruh Linda Masuk.Kemudian dia meninggalkannya.

__ADS_1


Tari kembali Keruang Tamu menemui suaminya yang sedang mengobrol dengan Bandi " Bagaimana pih ?" Tari duduk disebelah suaminya.


" sepertinya memang Cara yang tepat bertanya pada Linda, Pria yang di bawa Bandi belum mau buka Suara " Narendra mendesah kesal.


" Tuan dan Nona Muda, saya permisi dulu " Bandi membungkuk Hormat kemudian pergi.


Narendra dan Tari hanya mengangguk , Tari kemudian bertanya lepas kepergian Bandi " ya sudah , Lebih baik kita tunggu Linda tenang dulu , Jangan paksa dia bicara , karena dia pasti masih Syok " Tari memberikan saran pada Suaminya.


" Ya .. aku juga setuju mih , Lagi pula tempat teraman buat dia memang harus tinggal bersama kita " Narendra berkata dengan Yakin.


di dalam Kamar Linda tampak gelisah , di lain sisi dia ingin memberitahu Rencana Bos Deril, di sisi lainnya dia takut jika setelah memberi tahu Rencana tersebut ,dia akan di habisi oleh Tari.


Linda sepanjang Malam Memikirkan hal tersebut ,sampai dia sulit untuk tidur, dia memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa melanjutkan hidupnya seperti biasa.


***


Naraya memasuki ruangan tersebut , dia duduk Di samping Wiradi " Bagaimana ,apa dia sudah mau berbicara ?"


Wiradi menggeleng " dia mengunci rapat mulutnya , sepertinya dia Lebih Rela Mati daripada harus berbicara pada kita " Wiradi berkata dengan tidak berdaya.


Naraya menepuk punggung sahabatnya tersebut " Sudahlah , masih ada banyak Cara untuk mengetahui siapa orang yang menyuruhnya , Kita tunggu kabar dari Narendra "


Wiradi menghela napas " Kamu Benar , Joe Ikata dia , jangan Kasih air atau apapun kalau dia belum bicara , biarkan dia mati perlahan !" Ucap Wiradi dingin yang kemudian pergi meninggalkan Ruangan tersebut bersama Naraya.


Joe dengan senang Hati menerima perintah tersebut , pasalnya diantara anak buah Naraya dan Wiradi, Joe orang yang paling suka menyiksa orang , Bagi dia menyiksa seseorang memiliki kenikmatan tersendiri (psikopat).

__ADS_1


Wiradi dan Narya duduk diruang Tamu Rumah Wiradi , Mereka berdua mendiskusikan Rencana selanjutnya.


" Setelah sekian Lama , Kenapa masalah ini muncul Kembali ?, Sepertinya aku tidak bisa bersantai - santai menikmati hari tuaku bersama Cucu Buyutku " Naraya menghela napas Kasar.


Wiradi terkekeh " Hahaha... Naraya yang aku kenal sekarang benar - benar sudah melunak ternyata "


" Heleh... kamu saja kalau jadi aku pasti akan melakukan hal yang sama " Naraya diam sebentar kemudian melanjutkan.


" Hidupku mungkin sebentar lagi Wiradi , aku hanya ingin Bersenang - senang dengan Cucu Buyutku , Aku sudah Lelah menjalani hidup yang seperti ini terus dari dulu " Ucap Naraya Sendu.


Wiradi tersenyum , dia menenggak Segelas Anggur yang ada di hadapannya dan berkata " Aku tahu itu Naraya , Jika Anak Cucuku masih ada , mungkin akau juga akan memiliki perasaan yang sama denganmu , Tapi mau bagaimana Lagi , Hidup yang dijalani kita sekarang memang begini adanya , Sebelum kita menghembuskan nafas terakhir ,alangkah baiknya membuka Jalan untuk Narendra dan keluarganya "


" Kamu Benar , Mungkin ini memang satu - satunya jalan Agar kedepannya, kehidupan Mereka lebih baik , Terimakasih Wiradi " Naraya berkata dengan Tulus.


Mereka berdua saling berbagi cerita diselah kegelisahaan mereka, Wiradi yang menjalani hidup sebatang kara semenjak ditinggal Istri dan anak cucunya , dia bertekad untyk membantu Naraya sepenuhnya.


Karena bagi Wiradi , Keluarga Naraya adalah Keluarganya , Jika Dulu dia tidak bertemu Naraya mungkin dia akan Mengakhiri Hidup karena depresi.


...****************...


" Tuan gawat !!" Ucap Salah satu anak Buah Roger melapor .


Roger mengerutkan keningnya " ada apa ?"


" Deril menghilang di Bar Staris ,anak buahnya juga menghilang semua tanpa jejak, saat saya bertanya pada pemilik dan pelayan Bar ,mereka semua tidak ada yang tahu, ditambah lagi CCTV di Bar tersebut semuanya rusak !" anak Buah Roger berkata dengan panik.

__ADS_1


Roger menyeringai " Kamu tenang Saja, Deril pasti tidak akan membuka Mulutnya !" Ucap Roger penuh Arti.


.


__ADS_2