Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
bab 40


__ADS_3

Setelah pukul setengah sepuluh ,Tari baru pulang.


Naraya yang sengaja menunggu Tari di Ruang Tamu menegurnya " Tari , Kamu sekarang seorang Ibu, Kamu juga memiliki seorang Suami , apa pantas kamu pulang jam segini ?!" Naraya berdiri dan langsung meninggalkan Tari yang terdiam di tempat.


Selama tinggal Di Vilanya, Naraya tidak pernah menegur Tari , tapi karena menurut Naraya Tari sudah kelewatan kali ini , jadi dia menegurnya.


Tari sadar jika dia salah, Tari Langsung bergegas ke kamar, Saat Membuka Kamar Lampu di kamar belum di nyalakan.


Tari Melangkah Masuk " Pih.. " Tari memanggil suaminya sambil menyalakan Saklar Lampu.


Saat Lampu di nyalakan dia terkejut , Kamar Berantakan, Tari juga Melihat Narendra yang Sedang Meringkuk di bawah Meja Riasnya dengan Darah yang sudah Kering di pergelangan tangannya.


Tari Langsung menghambur Ke arah Narendra " Pih.. Kamu kenapa " Ucap Tari khawatir.


Tapi saat Dia akan menyentuh Suaminya , Narendra mengibaskan tangannya Membuat Tari Terjengkang ke lantai.


" Pih.. Aku tahu aku salah, tapi aku bisa menjelaskan semuanya " Tari mencoba mendekat pada Narendra.


Narendra menatap Tari dengan Tajam " Jelaskan semuanya ?, Buat apa ?, Aku menolak semua Wanita demi Kamu !!.."


Narendra tersenyum ke arah Tari , tabi tiba - tiba senyumnya menghilang Menjadi Seringai " Dan Kamu Makan Malam dengan seorang pria di Restoran tanpa memberitahu aku !, ponselpun kamu matikan !, apa setakut itu aku mengganggu kamu !!?"


Tari Menggeleng, dia meneteskan airmatanya, dia tidak menyangka jika suaminya sudah tahu semuanya " Pih.. Bukan be..."


Tari belum selesai Bicara ,Narendra memotongnya " Apa lagi yang perlu di jelaskan !, apa cuma segini Perasaanmu padaku ?! " Ucap Narendra dengan Suara Tinggi.

__ADS_1


Tari langsung memeluk Suaminya " pih, maaf ,pih , aku tahu aku salah tapi tolong dengar penjelasnku !"


Narendra mendorong Tari hingga dia terjatuh , Narendra bangkit, dia kemudian mengambil kunci Mobilnya dan Pergi.


"Pih... !!!" Tari mengejar Narendra yang semakin Jauh , Meninggalkannya.


Narendra mengendarai Mobilnya meninggalkan Vilanya, sementara Tari Duduk bersimpuh di depan Vila menangis tersedu - sedu.


Naraya yang sudah mendengar pertengkaran Mereka hanya menghela napas, dia memanggil Bandi dan berkata " Bandi ikuti Narendra ,jangan biarkan dia melakukan Hal bodoh demi seorang Wanita !!" Naraya sengaja meninggikan suaranya agar Tari mendengarnya.


" Baik Tuan !" Bandi langsung bergegas mengejar Narendra dengan Mobilnya.


Naraya melihat ke Tari yang masih menangis di Lantai " Buat apa kamu menangis, apa dengan menangis bisa menyelesaikan masalah !, Kali ini kamu benar - benar kelewatan Tari !"


" Tidak melakukan apapun ?, Tapi apa dengan menemui seorang Mantan akan merubah pandangan Narendra , Saya belum memberitahu Narendra tentang Mantan kamu, tapi Apa kamu tahu jika dia tahu sendiri tentang ini akibatnya apa !?" Naraya bicara dengan ketus.


Tari terbelalak kaget saat Naraya tahu jika yang dia temuai adalah mantannya, Tari semakin menyesal, dia tidak tahu harus minta maaf dengan Narendra dengan cara apa.


" Kek, Tolong Bantu aku minta maaf dengan Narendra, saya Janji tidak akan melakukan hal bodoh lagi " Tari merajuk di kaki Naraya.


Naraya memapah Tari berdiri, dia menghela napas " Tari , asal kamu tahu , Semua kenalan Kakek berusaha mati - matian untuk menjodohkan anak perempuannya dengan Narendra, Kakek tidak pernah mempermasalahkan Narendra mau istri berapapun asal dia mau ..."


Naraya diam sebentar kemudian melanjutkan " Tapi dia lebih memilih setia dengan Kamu dan menolak semua Wanita yang mendekatinya demi kamu , Ini meungkin memang sebuah salah paham Tapi apa kamu harus menemuinya diam - diam?, apa kamu pikir Narendra tidak akan mengijinkanmu menemuinya ?, Narendra selalu memberitahu Kemana dan dimana dia akan pergi padamu bukan ?, jika seperti ini bukankah kamu sendiri yang meragukan Narendra ?, Kamu telah membuang kepercayaan orang yang benar - benar menyayangimu Tari , Pikirkan itu baik - baik " Narya menepuk Bahu Tari dan meninggalkannya sendirian.


Tari bagai di sambar petir, dia tahu jika kesalahannya sangat Fatal, dia ridak pernah berpikir sejauh itu , dia hanya tahu jika dia tidak ingin membuat Narendra marah.

__ADS_1


tapi kenyataannya itu semua adalah pokok masalahnya , Karena dia tidak memberitahu Narendra ,dia sendiri yang Seolah Meyakini Jika Narendra tidak percaya padanya.


Tari berjalan memasuki Vila dengan langkah Gontai, dia memasuki Kamar dan Duduk dibawah Ranjang memegang Kedua Kakinya, dia menyembunyikan Wajahnya di antara kakinya .


☆☆☆


Narendra yang sedang Marah , dia pergi ke sebuah Bar , Dengan luka yang hanya di balut pakaian yang ada di Mobil.


Karena Baru pertama kali Ke Bar , Narendra Sedikit Canggung, tapi Karena sering melihat di tipi - Tipi ,dia menghampiri Bartender dan meminta Segelas Wine.


Saat Baru duduk ,seorang Wanita Menegurnya " Narendra !!" Wanita tersebut langsung duduk di sampingnya.


Narendra menoleh ke arah Suara, dia terkejut " Vivi !, Kamu...?"


Vivi tersenyum " tidak usah terkejut seperti itu, Lagian apa salahnya Wanita sampai malam begini di sini , aku juga perlu merefres pikiranku !"


Narendra mengangguk , dia tidak mau banyak bertanya lagi pada Vivi, pasalnya ,orang memiliki privasi Masing - masing , lagi pula juga Vivi bukan siapa - siapa Narendra, jadi Narendra tidak mau ambil pusing.


Baru duduk beberapa Menit mengobrol dengan Vivi, ada beberapa Pria yang menghampiri Narendra.


" ho... Ternyata kamu berani juga yah , merayu gebetanku di Tempatku ini !" ucap Seorang Pria yang memimpin Mereka.


Narendra menoleh ke arah Suara, Vivi juga melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan Narendra.


" Tod !!, Kenapa kamu tahu aku ada di sini ?" Ucap Vivi terkejut Karena Melihat Kedatangan Tod.

__ADS_1


__ADS_2