
Setelah mendengar informasi dari Lodi , Luke langsung menyuruh Lodi untuk tetap mencari informasi lagi , pasalnya Luke ingin mendapat informasi sedetail - detailnya.
Lodi mengerti maksud Luke , dia langsung pamit undur diri dan melanjutkan tugasnya , walaupun dia was - was jika ketahuan nyawanya menjadi taruhan.
Saat Lodi sudah pergi meninggalkan tempatnya , Luke langsung bergegas menemui Ludwil , karena informasi yang dia dapat bisa menentukan bagaimana Ludwil akan menangani Narendra.
" Tok
" Tok
" Tok
Luke mengetuk pintu Ludwil , Ludwil langsung mempersilahkan Luke masuk ke ruangannya.
Luke langsung duduk di hadapan Ludwil , dia langsung buka Suara " Tuan ... , ini gawat !" ucap Luke tergesa - gesa.
Ludwil mengerutkan keningnya , dia menatap Luke dengan tajam " Apa maksudmu Luke !?"
Luke menghela napas , dia kemudian bercerita " Tuan.. , menurut informan saya , kelompok yang membantu Narendra adalah kelompok lulusan militer , yang lebih menakutkannya lagi ,kelompok tersebut di pimpin oleh Brodi Lane !"
" Kelompok lulusan militer ? Brodi Lane ?" Ludwil membeo karena tidak tahu maksud Luke.
" Benar Tuan !, Brodi Lane , anda pasti pernah mendengar tentang seorang lulusan militer terbaik di seluruh Dunia dialah orangnya !" Ucap Luke tegas.
Ludwil tercengang , pasalnya dia saja yang merupakan orang nomor Satu di Zelris tidak bisa mendapatkan jasanya , tapi bagaimana mungkin seorang Narendra mampu mengendalikan seorang Brodi Lane.
Ludwil semakin penasaran dengan apa yang telah dilakukan oleh Aditya grup ,hingga mereka bisa berkembang sampai sejauh itu.
Ludwil menatap kosong Luke , dia tidak bisa berkata - kata , pasalnya pemikiran dia dengan Luke sama saja , karena dia juga tahu siapa Brodi Lane.
" Tuan..., saya hanya ingin memberi saran , lebih baik kita tidak menyinggung Narendra terlalu jauh , saya tahu jika mereka tahu tentang kita ...." Luke sengaja memotong ucapannya.
Ludwil mengepalkan tangannya , ternyata dia terlalu menganggap remeh Narendra , ternyata dibalik penampilannya yang masih muda ,dia memiliki pelindung yang sangat kuat.
__ADS_1
Tapi karena ego Ludwil yang begitu tinggi , tentu saja Ludwil tidak menerima saran dari Luke , walau dia sudah tahu resikonya.
" Aku tidak peduli siapa yang menjaga dia , aku hanya ingin cuma aku yang berkuasa di provinsi Zelris !" ucap Ludwil Arogan.
" Tapi Tuan..."
" Apa kamu berani menentangku Luke !!" Ludwil meraung marah.
Luke menggeleng , dia tidak berani menentang perintah dari Ludwil " Tidak Tuan , saya akan melakukan apapun yang Tuan mau " jawab Luke lemah.
" Bagus !, lakukan sekarang , aku ingin Narendra meninggalkan Zelris secepatnya !"
Luke mengangguk , dia kemudian pamit undur diri untuk mengatur rencana yang akan di lakukannya untuk menaklukan Narendra.
***
Di tempat Narendra , dia sedang berhadapan dengan sepuluh calon asisten pribadinya yang di pilih langsung oleh Brodi.
Tapi memang benar ucapan Brodi ,mereka semua seperti kriteria Narendra , pasalnya saat Narendra mewawancarai mereka secara langsung ,dia sangat puas dengan jawaban mereka semua , sayangnya Narendra hanya perlu satu orang saja.
Narendra bingung ingin memilih siapa ,pasalnya mereka semua cakap , apalagi mereka terlihat setia sama atasannya , mungkin karena Brodi yang mengusulkan jadi mereka sangat menghargai calon Bosnya.
Narendra menyuruh para calon asistennya pulang terlebih dahulu , dia akan memberitahu siapa yang lulus seleksi melalui sebuah pesan.
Narendra sedang duduk ruang kerjanya dengan menatap berkas calon Asistennya , dia terlihat bingung ingin memilih siapa.
Seperti biasa Tari membawa secangkir kopi dan sebuah ide untuk Narendra tentunya.
" Pih.. ini kopinya " ucap Tari lembut.
Setelah Tari meletakan kopi Narendra ,dia langsung menarik lengan Tari hingga dia duduk dipangkuannya " Bantu aku mih..."
Tari mengerutkan keningnya " Bantu apa ?" jawab Tari singkat.
__ADS_1
" Ini .. aku lagi memilih calon asisten , menurut Mamih bagaimana cara memilih mereka ?" tanya Narendra sambil tersenyum.
" Ya tinggal pilih sesuai kriteria Papih saja kan ?" jawab Tari singkat.
Narendra menghela napas " Masalahnya ,semua termasuk kriteria Papih " ucap Narendra tidak berdaya.
Tari terkejut , pasalnya di Zolria saja saat Narendra memilih seorang Asisten dari ratusan orang yang mendaftar tidak ada yang dia terima satupun.
Tapi Tari tahu kenapa seperti itu , pasalnya Narendra memilih Asisten yang perfecksionis , sedangkan di Zolria hanya ada beberapa orang yang seperti itu . Dan kebetulan yang mendaftar menjadi Asisten Narendra semuanya kebanyakan memiliki kekurangan yang sama ,yaitu soal waktu.
Karena mungkin di Zolria sudah terbiasa dengan jam karetnya , jadi sangat jarang orang yang bisa menghargai Waktu , sementara Narendra butuh orang yang menghargai Waktu seperti dirinya.
Tari menebak jika orang yang mendaftar untuk jadi Asisten Narendra semuanya sangat sigap , karena di Zelris orang - orangnya menghargai Waktu seperti menghargai diri mereka sendiri.
Tari tersenyum " Kenapa Papih tidak menyuruh mereka datang dengan Jam yang tepat ke tempat Papih berada tanpa terlambat atau datang sebelum jam kerja tepat pada jam waktunya !" ucap Tari mengusulkan sebuah ide.
Narendra berpikir sebentar , Kemudian dia tersenyum " Kamu memang yang terbaik Sayang " Narendra langsung mengecup Bibir Ranum istrinya.
Awalnya Narendra hanya ingin mengecup Bibir istrinya , Tapi Tari malah menanggapi dengan agresive ,alhasil mereka melakukan pertarungan panas di ruangan tersebut.
Biasanya Tari akan cenderung lebih menunggu , tapi dia entah kerasakan apa , Narendra di buat kewalahan olehnya.
Mungkin karena Narendra beberapa hari ini tidak menjamahnya , jadi libido dia yang terpendam langsung membuncah saat di picu oleh Pagutan Narendra.
Mereka melakukan hal tersebut satu Ronde di tempat tersebut , kemudian beralih dikamar mereka beberapa Ronde lagi ,hingga waktu makan malam tiba.
.
.
.
.
__ADS_1