Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
bab 37


__ADS_3

Narendra menoleh ke arah Widia ,saat Widia Mengatakan hal tersebut.


Narendra tahu maksud Widia sedang menyindirnya, Narendra Menghela napas, Dia menyenderkan tubuhnya di kursi Taman, kemudian menengadah ke langit " Bukan aku Cuek sama kamu, Tapi aku tidak bisa terlalu dekat dengan Wanita ,walau hanya sekedar teman , ada perasaan yang harus aku jaga " Ucap Narendra Jujur.


Widia memperhatikan Narendra yang sedang menatap Langit, Widia kembali Buka Suara " Apa cuma berteman itu salah Ndra ?" tanya Widia memastikan.


Narendra duduk dengan tegap dan menatap Widia " Aku tahu maksud kamu , Tapi aku dan Istriku juga awalnya teman dan sekarang jadi suami istri, aku harap kamu mengerti Widia "


Widia terlonjak kaget " Kamu sudah memiliki istri ?"


Narendra mengangguk " Aku juga sudah memiliki dua anak, untuk itulah aku tidak ingin terlalu dekat dengan Wanita "


Widia menghela napas " Kalau kamu sudah punya istri, aku juga tidak niat jadi pelakor kok, Aku cuma ingin berteman denganmu Ndra "


Narendra mengalah, dia akhirnya mau berteman dengan Widia, Mereka juga saling bertukar Nomor, Walaupun Narendra sebenarnya tidak ingin menyimpan Nomor Widia, tapi dia tidak ingin Menolaknya secara terang - terangan, toh kalau Dia tidak menghubungi Widia , hubungan Mereka juga hanya akan sebatas itu saja.


Beberapa saat kemudian, Naraya dan Lunar keluar dari Restoran, Mereka menghampiri Narendra dan Widia Karena melihat keduanya.


Narendra bangkit dari duduknya dan bertanya pada kakeknya " Sudah kek ?"


Naraya tersenyum " Kakek sih sudah, kalau kamu ?" Naraya menggoda Narendra.


Narendra menghela napas " apa sih kek, ayo pulang, aku sudah Lelah banget "


Naraya mengangguk , mereka kemudian pamit untuk pulang dengan Lunar dan Anaknya .


Setelah Kepergian Naraya dan Narendra , Lunar bertanya pada anaknya " Bagaiman PDKT nya ? " Lunar menaik Turunkan Alisnya .


" Ck, Apa sih yah, orang Narendra juga sudah punya istri !" Lunar berjalan meninggalkan Ayahnya ke mobil Mereka.


Lunar menggeleng , dia tahu kalau anaknya tertarik dengan Narendra, Lunar menyimpulkan Jika Widia Merajuk setelah dia tahu jika Narendra punya istri.


Lunar mengejar Anaknya ,yang sudah terlebih dahulu ke mobil, dia menatap anaknya dengan senyum tipis.

__ADS_1


Widia yang melihat itu , membuang mukanya ke arah Lain.


Narendra dan Kakeknya Sudah sampai di Kediaman Mereka.


Narendra menghampiri anak dan istrinya yang sedang Mengerjakan sesuatu " Ayu sudah pulang Mih ?" Tanya Narendra mengagetkan Tari.


Tari Menoleh , dia kemudian Tersenyum saat melihat suaminya " Pulang dari pagi dia pih , Katanya ada Kuliah hari ini " Ucap Tari yang langsung mengajari anaknya kembali.


Narendra mengangguk " Alveandra Mana Mih ?"


" Bobo pih, sama Mba Lulu , Papih mau di buatin Kopi ?" Tanya Tari lagi.


Narendra duduk di sebelah anaknya " Boleh , tapi jangan terlalu manis "


Tari mengerutkan keningnya " Kenapa ?"


" Takut Diabetes, soalnya melihat mamih saja sudah manis banget " Narendra menyunggingkan Senyum.


" apaan sih pih ,ih..." Tari tersipu Malu.


Narendra dan Tari saling menatap , Mereka kemudian tertawa bersama.


Narendra mengusap kepala anaknya " Anak siapa sih Ini pinter banget " Narendra gemas dengan Winda.


Winda Menghempaskan tangan Narendra dan Cemberut " Ih.. Ayah !, Jangan ganggu Kakak Kalau tidak mau bantuin !" Winda menggembungkan pipinya.


" maaf sayang , sini Ayah bantu !"


Narendra menemani Anaknya Mengerjakan PR nya, dia merasa Nostalgia saat di rumah Lamanya , Karena saking sibuknya dia sekarang , dia jarang ada Waktu untuk anak - abaknya.


Narendra sebenarnya merasa bersalah, tapi mau bagaimana lagi, dia yang sekarang memang mengemban Beban yang berat.


kalau dia terus bersantai - santai, Bagaimana nasib Aditya Grup kedepannya, sedangkan dia pewaris satu - satunya Aditya grup.

__ADS_1


Setelah hampir satu jam menemani anaknya Mengerjakan PR , Narendra kembali ke kamarnya , dia membuka laptopnya untuk Melihat Email yang masuk padanya.


saat Narendra sedang Membaca , ponselnya berdering , Narendra pun langsung mengangkatnya, Tanpa melihat siapa yang menelponnya " Halo .."


" Halo Ndra , Kamu tidak ke Universitas hari ini ?" tanya orang di seberang telepon.


Narendra mengerutkan keningnya, dia kemudian melihat layar ponsel, siapa yang menghubunginya , Tapi Di situ terlihat Nomor baru yang menghubunginya.


Narendra langsung bertanya " Ini Siapa yah ?"


Wanita Di seberang telepon menjawab " Ini saya Ndra Vivi "


" Vivi ?" Narendra membeo.


Tari yang kebetulan masuk , mendengar nama perempuan langsung bertanya " Vivi siapa Pih ?" Tari menyilangkan tangannya di depan dada.


Narendra menoleh ke arah istrinya , dia tersenyum Kecut " Ini Mih ,yang menelpon Vivi " Narendra Menunjukan ponselnya.


Tanpa di duga ,Tari langsung merebut Ponsel Suaminya " Halo ..., Kamu Vivi yah , jangan ganggu suami orang !!" Tari langsung mematikan ponselnya, dia kemudian memberikannya pada Narendra.


Tari menaikan satu Alisnya sambil Menyilangkan tangannya di dada , meminta penjelasan dari Narendra.


Narendra yang Tahu maksud istrinya, dia menari Tari hingga duduk di pangkuannya " Dia Satu Mata Kuliah denganku Mih, lagi pula aku juga tidak pernah dekat dengan wanita lain kok , Suer !" Narendra membentuk Jarinya seperti huruf V.


" Benar ?!" Tari masih sedikit Curiga.


Narendra mencubit hidung istrinya " Benar sayang, Lagian Hati aku sudah penuh oleh perasaan untuk Mamih, orang lain tidak mungkin Bisa masuk lagi " Narendra tersenyum ke arah istrinya.


Tari tersenyum " Iya , iya ,mamih percaya kok , Mandi gih , udah bau Acem nih papih " Tari pura - pura menutup hidungnya, dia turun dari pangkuan suaminya.


Narendra menciumi tubuhnya sendiri " Gak bau kok , Nih coba Cium " Narendra menunjukan keteknya pada Tari.


" apaan sih pih , jorok ih..., sana mandi dulu !!" Tari mendorong Suaminya ke kamar mandi.

__ADS_1


Narendra pun mengalah , dia menuruti permintaan istrinya.


Karena bahagianya Istri , Awal Kebahagiaan dalam membina sebuah rumah tangga.


__ADS_2