
Hari berganti Hari, Narendra mendiamkan Tari , dia selalu Menghindar dari Tari jika diajak Bicara.
Narendra masih marah Karena Tari lebih memprioritaskan mantannya daripad dirinya. walaupun sekarang Rudi sudah mati , Tapi rasa sakit dalam Hati Narendra masih terasa sakit.
Jika dia tidak memiliki anak ,mungkin Narendra lebih baik pergi daripada selalu tersiksa saat mengingat Kejadian Tersebut.
Narendra selalu pulang malam beberapa hari ini, Setelah membersihkan diri dia langsung tidur, dia juga tidak makan dirumah hanya untuk menghindar dari Tari.
Tapi suami istri tetaplah Suami Istri , Mau menghindar bagaimanapun jika masih tidur seranjang ya lama - lama Luluh juga.
Tari menyadari kesalahannya, maka dari itu dia selalu menunggu Narendra dikamar dengan dandan Secantik mungkin dan memakai pakaian yang **** demi Meluluhkan hati Narendra.
Dengan Tubuh Tari yang sekarang , yang sudah tidak melar dan hitam seperti dulu , Jelas Narendra juga selalu meanahan gairahnya mati - matian deami menjaga egonya.
Tapi malam ini...
Narendra baru selesai Mandi , Tari sudah menunggunya diranjang dengan memakai dalaman yang tembus pandang.
Narendra mencoba mengalihkan pandangannya, Tari yang melihat itu langsung Berdiri dan memeluk suaminya dari belakang " Pih.. " Ucap Tari lembut.
Gunung kembar Tari menempel dipunggung Narendra , darah Narendra berdesir merasakan kekenyalan Gunung Kembar yang ukurannya pas di tangan Narendra.
" Pih.. mamih kangen.." Tari melepaskan Handuk yang melilit Tubuh Narendra.
Tari tersenyum saat Memegang Pusaka Narendra yang sudah berdiri tegap bagaikan Tugu monas.
Narendra masih diam , Tari Membisikan kata - kata nakal pada Narendra " Pih.. Gua Mamih buth ini " Ucap Tari sambil mengayun Lembut tangannya pada pusaka Narendra.
Darah Narendra naik ke ubun - ubun, Egonya menguap berganti dengan Birahi yang memuncak.
Narendra langsung Berbalik dan Mengecup Bibir Ranum Istrinya.
Tari tersenyum puas ,dia melingkarkan tangannya keleher Narendra, menikmati setiap sentuhan Suaminya.
Narendra menggiring Tari hingga keranjang , dia menindih Tari dan Memuaskan semua kekesalannya dengan Menggagahi Tari.
Dia memperlakukan Tari dengan Brutal saat Mengingat Kejadian tempo hari.
__ADS_1
Narendra yang biasanya penuh kasih sayang, dia sekarang menjadi seperti psikopat , tapi Tari menerima semua itu.
dia tahu jika Narendra sedang melampiaskan semua amarahnya, Walaupun terasa sakit, Tari menahannya.
Tapi lama Kelamaan, Narendra melunak , Setelah beberapa Ronde, dia menitihkan Air mata dalam Pelukan istrinya.
Tari Memeluk Narendra dengan Erat " Jangan Menangis lagi pih, mamih yang salah " Ucap Tari sambil tersenyum.
Narendra Ambruk disamping Tari , dia tidak melanjutkan kegiatannya, karena dia sadar telah menyakiti istrinya.
Tari Menyenderkan kepalanya didada Narendra " Maaf yah pih , Kali ini mamih janji tidak akan keluar dari Rumah jika tidak diberi ijin Oleh Papih "
Narendra masih diam, dia sedang dilema antara percaya atau tidak, Narendra menutupi matanya dengan Lengannya.
Tari Tahu jika Narendra akan sulit melupakan kejadian tempo Hari , dia hanya bisa berharap agar kembali mendapat kepercayaan suaminya lagi.
☆☆☆
Keesokan Harinya Narendra sudah mau makan bersama lagi bersama keluarga kecilnya.
Naraya yang melihat itu tersenyum, Tari juga sedikit terlihat lebih Ceria di bandingkan dengan sebelumnya.
" Baik kek " jawab Narendra singkat.
" Kalau studio Film Bagaimana Progresnya ?" Tanya Naraya Lagi.
Narendra menghela napas , dia tahu jika kakeknya sedang memancingnya untuk bicara " Semua berjalan Lancar kek, mungkin dua bulan lagi Kita sudah bisa meresmikannya "
Naraya tersenyum " Baguslah, Terus Apa kamu sudah punya pandangan untuk mengelola studio film tersebut ?"
" Tuan Lunar juga sudah setuju bekerja sama denganku Kek, Kalau Artis nanti aku mengambil beberapa influencer Litle Tv dan beberpa AKtris dan Aktor terkenal, agar film kita Nantinya bisa mendapat hasil yang maksimal, Aku juga sudah membicarakannya dengan Tuan Luan dan Beliau setuju " Jawab Narendra panjang Lebar.
Naraya mengangguk Mengerti " Apa kamu mengajak Widia ikut juga ?, dia juga Artis , ya walaupun belum terkenal tapi bakat dia bagus dah gitu dia juga CANTIK " Saat mengucap Cantik, Naraya sengaja memberi penekanan agar Tari mendengarnya.
Benar saja Tari tersedak makanan saat Mendengar kata Cantik dari Naraya " uhuk..uhuk...!"
" Hati - hati kalau Makan " Ucap Narendra datar.
__ADS_1
Tari tersenyum kecut " Aku tidak apa - apa kok pih "
Naraya menyeringai , dia sengaja membuat Tari salah tingkah , Mereka kemudian melanjutkan makannya.
☆☆☆
Narendra sudah mau berangkat kekantornya, Tapi Tari Menghadangnya.
Narendra mengernyitkan dahi, Tari malah tersenyum , dia merapaikan Jas Suaminya dan mencium tangannya.
" Terimakasih " Narendra langsung berlalu pergi.
Lagi - lagi Tari menghentikannya denga menarik tangannya " apa lagi ?" Tanya Narendra kesal.
" Belum Cium " Tari Menyodorkan Pipinya kearah Narendra.
Narendra menghela napas , dia mencium kening Tari " Sudah, aku berangkat dulu !"
" Ih..papih..di sini " Ucap Tari manja sambil menunjuk pipinya.
" Jangan kayak anak kecil !, dah aku mau berangkat !" Narendra langsung berlalu pergi meninggalkan Tari.
Tari sedikit kesal, tapi dia senang ,setidaknya Narendra sudah mau bicara dan mengecup keningnya " Semangat yah sayang Kerjanya !!" Teriak Tari saat Narendra masuk dalam Mobil.
Bandi yang melihat tingkah Tari seperti pengantin Baru menyeringai pada Narendra " Sudah baikan yah Tuan muda "
" Jangan ikut campur urusan orang " Jawab Narendra Ketus.
Bandi tersenyum Kecut , dia kemudian menginjak gas dan mengemudikan Mobil menuju kantor Narendra.
...****************...
" Samuel !, Kemana Rudi ?, sudah beberapa hari ini dia tidak masuk Kerja !?" Seorang yang sedang duduk di kursi kebesarannya meraung Kesal.
Samuel menjawab " Saya tidak tahu Tuan, Saya juga sudah mencari dirumahnya dia tidak ada , saat saya kerumah orang tuanya mereka juga bilang jika Rudi tidak pernah mengunjunginya selama satu Bulan "
Orang yang ada didepan Samuel ,mengetuk - ngetukan jarinya di meja kerjanya.
__ADS_1
" Samuel ,kamu cari tahu tentang Mantan Rudi, dia sempat bilang padaku jika dia ingin mendapatkan kembali mantannya, Aku pikir ini ada hubungannya dengan dia " Ucap Pria tersebut dengan dingin.
" Baik Tuan !" Samuel langsung meninggalkan ruangan tersebut.