Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
Bab 54


__ADS_3

apa yang di khawatirkan Linda ternyata tidak terjadi, Tari Malah memeluk Linda , dia Mengusap - usap Pundak Linda dan Berkata " Kamu sekarang tidak usah khawatir Lagi , Sekarang ada kami yang akan melindungi kamu "


Tari melepaskan lelukannya dan menoleh kearah Suaminya " Benarkan Pih ?"


Narendra mengangguk " Istriku Benar, Aku dan Kakekku pasti menjaga kalian , Jadi jangan khawatir lagi " Ucap Narendra Tulus.


Linda merasa sangat Malu , Karena niat jahatnya malah di balas dengan kebaikan.


Linda tidak bisa berkata - kata , dia hanya busa meneteskan Air mata dan mengucapkan Terimakasih secara terus menerus pada Narendra dan Keluarganya.


Naraya yang dari tadi diam ,dia menegur Narendra " Ndra ,kamu imut Kakek sebentar !" Naraya bangkit dan menuju halaman belakang.


Narendra mengangguk ,dia bangkit dari duduknya mengikuti kakeknya yang berjalan didepannya.


Sementara Tari menemani Linda yang Masih Terisak di ruang Makan , Tari Mencoba menenangkan Linda dengan lembut.


Sesampainya dikursi Halaman Belakang , Naraya duduk ,di ikuti Narendra yang duduk di sebelahnya.


Naraya Menatap Kosong kedepan , sebelum akhirnya dia buka Suara " Ndra, Kali ini masalahnya Serius , Roger Fox sekarang Memegang Dunia Bawah dinegara kita , kamu harus lebih hati - hati lagi !"


Narendra tercengang , pasalnya dia tidak pernah tahu soal dunia Gelap , apalagi Nama Roger Fox begitu asing ditelinganya " Kenapa kakek bisa tahu ?" Tanya Narendra polos.


Naraya Menghela napas " Ndra, dunia bisnis tidak se simpel yang seperti kamu lihat, semakin kamu Berkedudukan tinggi , Semakin tinggi pula Resiko yang akan kamu dapat , Kami para Pebisnis Pasti akan melakukan segala Cara untuk menghentikan orang - orang yang ingin menghancurkan kami , Maka dari itu Kami Pasti akan sering menyewa beberapa Mafia untuk bekerja dibalik Layar untuk Menghilangkan Saingan kami "


Narendra terkejut, dia bangkit dari duduknya " Maksud kakek ... " Narendra tidak melanjutkan Bicaranya.

__ADS_1


" Kamu benar Ndra, dulu kakek juga melakukan hal seperti Itu, Tapi sekarang untuk menghindari hal tersebut , Kakek mendirikan perusahaan Body guard untuk menutupi Kinerja kotor Mereka melalui Perusahaan Resmi " Jawab Naraya Sendu.


Naraya sadar jika Narendra harus mengetahui Cara kotor para pebisnis untuk menghancurkan para pesaingnya, karena cepat atau lambat, Narendra juga akan mengetahui Hal tersebut.


mungkin Narendra masih terlalu Naif sekarang , Tapi Naraya yakin Secepatnya Narendra pasti akan segera mengerti tentang Dunia Bawah yang digunakan Para Bisnis untuk mencapai Tujuannya.


Narendra Terduduk dengan Lemas , dia menangkup wajahnya dengan kedua tangannya dan menghela Napas " Apakah semuanya melakukan Hal itu kek ?" Tanya Narendra penasaran.


Naraya Menggeleng " Tidak semuanya Ndra , Tapi Kebanyakan iya , Mereka yang terlalu Berambisi pasti akan melakukan Hal tersebut " Ucap Naraya Pasti.


Naraya diam sebentar kemudian melanjutkan " Roger Fox dulunya saingan Kakek, dia sangat berambisi untuk menghancurkan Aditya Grup , Tapi dia selalu Gagal walaupun dia sudah menyewa orang Dunia Bawah , Setelah itu dia menghilang Entah kemana , tapi saat Kakek mendengar keberadaan dia, Roger sudah menguasai hampir seluruh Dunia Bawah di negeri ini "


Narendra tidak bisa berkata - kata ,Dia mengira jika Dunia Bisnis dalam pikirannya hanya mengandalkan Kerja Keras .


Narendra Gelisah , Cemas , Khawatir, perasaannya campur aduk, pasalnya jika kakeknya benar , berarti dia harus menyiapkan mental dan tekad yang kuat untuk melindungi Bisnis dan keluarganya.


Naraya Menebuk Bahu Cucunya sambil tersenyum " Kamu masih memiliki Banyak Waktu untuk belajar , Gunakan Hal tersebut Baik - Baik dan jangan sungkan untuk bertanya pada kakek, Kakek akan berusaha menjawab Semua pertanyaan yang kamu berikan , Kamu mengertikan Ndra "


Narendra mengangguk , dia kurang lebih sudah sedikit mengerti , yang diperlukannya sekarang Adalah Belajar Mendalami lagi tentang Dunia Bisnis, agar Kelak dia tidak salah dalam mengambil keputusan.


Naraya Kemudian Bangkit " Ingat perkataan kakek baik - baik Ndra dan Jangan terlalu Percaya dengan Seseorang " Naraya meninggalkan Narendra yang masih Terhanyut dalam pikirannya.


Narendra Mulai Mencerna semua ucapan kakeknya, dia ingin melakukan Pilihan Terbaik Untuk keluarganya di masa depan.


" Aku harus bekerja Lebih Keras lagi ,agar Bisa lebih Dari Kakek " Gumam Narendra memantapkan tekadnya untuk Melampaui Kejayaan Kakeknya.

__ADS_1


***


Di kamar Ayu yang beberapa Hari ini Tidak bertemu dengan Narendra ,dia mulai gelisah , Pasalnya Narendra sudah tidak datang ke Universitas Lagi. Jadi Ayu sudah tidak bisa bertemu Narendra setiap Hari.


Ayu Menatap Langit - langit Kamarnya Bergumam " Ndra , apa sesulit itu Menerimaku disisimu " Ucap Ayu Sendu.


Ayu Memejamkan Matanya sebentar, kemudian membukanya Kembali dan Bangkit dari kamarnya " Aku tidak boleh menyerah !, Aku yakin suatu saat Nanti Narendra pasti akan menerimaku !" Atu Meyakinkan dirinya Sendiri.


***


Di Tempat Lain , Silvia yang sedang melamun Depan Rumah ditegur Oleh Ayahnya " Melamun Terus , Mikiran apa ?, anak Ayah yang cantik Ini ?" Rusli duduk disebelah anaknya.


Silvia sedikit terkejut dengan Kehadiran Ayahnya " ih.. Ayah bikin kaget saja " Ucap Silvia manja.


" Mikirin Narendra ? " Tanya Rusli.


Rusli yang melihat anaknya tidak menjawab dia menghela napas dan berkata lagi " Silvia , Narendra sudah punya istri , Cobalah cari Pria lain, Masa tidak ada Satupun Pria yang sesuai dengan kamu ?, Umur kamu Sudah kepala Tiga , sudah waktunya kamu Mencari pasangan nak, jangan terpaku dengan satu orang Pria , Ibumu Pasti sedih di alam Sana jika melihat kamu yang seperti ini " Rusli Memasang Wajah Prihatin pada anaknya.


Silvia Menundukan Kepalanya " Tapi yah... "


Rusli memotong ucapan Anaknya " Ayah tahu Akan sulit melupakan orang yang kita sukai , Tapi kamu juga harus berpikir dengan Logika , Tidak ada Wanita yang Mau dimadu oleh Pria , Silvia... Cobalah pikirkan baik - baik Ucapan Ayah " Rusli Menepuk Bahu Silvia dan Meninggalkannya.


Silvia hanya bisa Pasrah , Pasalnya ucapan Ayahnya Benar , tidak ada Wanita yang Mau di duakan ,jika adapun mungkin Wanita tersebut memiliki kelainan atau Mungkin Hanya memandang Tampan atau Hartanya tanpa memeprdulikan Kebahagiaan dimasa depan dengan Membina Rumah tangga Yang SAMAWA. entahlah.....


.

__ADS_1


__ADS_2