
Berita tentang penyerangan keluarga Aditya dengan cepat meluas ,Bagaikan kobaran Api yang tertiup angin kencang.
Berita tersebut menjadi trending topic, pasalnya Wiradi dengan sengaja bilang pada pers jika Naraya, Narendra dan istrinya koma.
Wiradi melakukan hal tersebut dengan tujuan untuk memancing Robert agar mau keluar dari persembunyiannya, karena selama ini Wiradi dan anak buahnya begitu sulit melacak Robert.
Beberapa hari berlalu Narendra dan Tari sudah pulih , Walaupun mereka belum pulih sepenuhnya ,tapi mereka sudah di ijinkan pulang oleh Dokter.
Sementara Naraya masih koma , karena tubuhnya yang sudah menua ,mengakibatkan dia lama untuk pulih.
Pembunuh bayaran yang sudah baikan di bawa anak buah Wiradi ketempat penyekapan, untuk Mendapatkan informasi lebih lanjut.
Jony yang bertugas menjaga pembunuh bayaran denga tiga orang lainnya , mereka menjaga ketat orang tersebut sebelum Wiradi datang untuk mengintrogasinya.
***
" Bagaimana kabar kakek Bandi ? " Tanya Narendra sambil mendorong kursi roda yang di duduki istrinya.
" Tuan Besar sudah lebih stabil " Ucap Bandi lesu.
Narendra mengangguk " Baguslah , ngomong - ngomong apakah pembunuh tersebut sudah buka suara ?"
Bandi menggeleng " Belum Tua Muda,Tuan Wiradi dan anak buahnya sudah memaksanya , tapi pendiriannya sangat teguh " ucap Bandi sedikit jengkel.
Tari yang dari tadi diam buka suara " Pih.. apa kita akan terus seperti ini ?" ucap Tari khawatir.
Narendra tersenyum " kamu tenang saja mih , Semua pasti akan cepat berlalu , yang penting kita ikuti instruksi paman Wiradi untuk saat ini "
Tari hanya bisa menghela napas kasar , pasalnya dia sangat Trauma dengan kecelakaan yang menimpa mereka.
Penjagaan di Vila kediaman keluarga aditya di perketat, begitu juga rumah sakit tempat Naraya di rawat, Semua anak buah Naraya dan Wiradi di kerahkan.
karena kejadian tersebut merupalan pukulan buat Anak buah Naraya dan Wiradi. selama ini mereka hidup dalam kedamaian hingga mengakibatkan kelonggaran dalam penjagaan.
__ADS_1
Banyak dari anak buah Naraya yang sangat terpukul , pasalnya selama puluhan tahun mereka menjaga Tuannya. baru kali ini mereka kecolongan seperti itu.
Untuk itu semua bawahan yang sudah senior, menyuruh anak buah baru untuk tetap siaga ,agar tidak terjadi kesalahan kedua kali.
***
di tempat Roger..
" Tuan sepertinya kita bisa bergerak sekarang, Karena Naraya tidak ada , aku yakin Perusahaan Naraya tidak ada yang memimpin !" Ucap Asisten Roger senang.
" Kamu benar Jimy , siapkan semuanya , kita akan perlahan menguasai saham aditya grup !" Roger berkata dengan penuh kemenangan.
Asisten Roger memanggil beberapa orang pilihan yang menguasai Trade Saham, Mereka akan melakukan penyerangan secara terang - terangan.
Roger mengalirkan semua dana simpanannya 50 Milyar dolar pada Rekening Trade saham miliknya untuk menggempur saham Aditya grup.
Anak buah Roger langsung menyerang saham Aditya grup , tapi sayangnya Roger tidak tahu jika Naraya sudah memepersiapkan rencana cadangan sebelum dia kecelakaan.
pasalnya insting dia sebagai pebisnis yang sudah berkecimpung dunia bisnis selama puluhan tahun yakin jika akan ada penyerangan seperti itu.
Saat serangan Roger mulai di luncurkan , Saham Aditya grup mulai turun.
Bagian pengawas saham yang melihat ada yang aneh dengan penurunan sagam aditya grup ,mereka langsung memeberitahu Asisten Naraya.
Asisten Naraya pun langsung mengadakan Rapat , dia juga tidak lupa menghubungi Narendra jika perusahaan sedang diserang.
Narendra yang ada di rumah menghela napas saat mendengar telepon dari Asisten Naraya " Ternyata kakek benar " ucap Narendra dalam hati.
" Aku akan transfer uangnya , pertahankan dan lacak perusahaan mana yang menyerang kita !" Ucap Narendar tegas sebelum ematikan ponselnya.
Narendra langsung mentransfer uang 100 Milyar dolar ke rekening perusahaan tanpa ragu.
di tempat Roger...
__ADS_1
" Tuan ini aneh , Saham mereka tidak mau turun lagi padahal kita sudah hampir menghabiskan 30 Milyar dolar " Ucap salah satu anak Buah Roger.
Roger mengerutkan kening , dia langsung melihat kearah Laptop , Benar saja saham Aditya grup tidak turun lagi , malah saat Roger melihat Saham Aditya grup Naik satu poin .
Roger menggebrak Meja " Braaakkk !!"
" sialan !!, kita di tipu mentah - mentah oleh mereka !!" Ucap Roger khawatir.
salah satu anak Buah Roger berkeringat dingin " mereka langsung berusaha menahan uang mereka sebisa mungkin, tapi sayangnya mereka sudah tidak tertolong lagi.
Roger kehilangan banyak uang saat Mencoba menekan Aditya grup , Roger meraung - raung ditempatnya , dia membanting apapun yang ada didekatnya.
Sementara itu , Orang yang bertugas melacak , berhasil melacak Keberadaan Roger , Roger menggunakan Perusahaan Lexwil yang berada di kota Ztown sebagai markasnya.
Roger yang belum menyadari jika dirinya sudah diketahui oleh Narendra , dia masih marah - marah ditempatnya.
Hingga Penjaganya menegur " Tuan Riger , anda sebaiknya cepat pergi dari sini "
Roger menghela napas , dia tahu jika sekarang bukan waktunya untuk Marah " Awas kau Naraya !! " Roger langsung melangkah pergi dari ruangan tersebut.
lima belas menit kemudian anak Buah Wiradi yang sudah di beri tahu jika Roger ada di gedung Lexwil Mereka langsung bergegas ketempat tersebut.
tapi sayangnya saat mereka kesana Roger sudah tidak ada. Lux yang memimpin penggerebakan tersebut menghela napas " Kita terlambat " ucap Lux pada bawahannya.
karena dia tahu jika Roger pasti sudah jauh melarikan diri, mereka juga tidak menemukan petunjuk ditempat tersebut.
Saat Wiradi mengetahui hal tersebut dari telepon Lux , dia mengangguk mengerti , pasalnya Perusahaan Lexwil bukanlah perusahaan besar, jadi tidak mungkin Roger akan bersembunyi dibawah Naungan perusahaan Lexwil.
Saat Lux menanyai CEO dan Asistennya , mereka bilang jika pemilik perusahaan yang menyuruh mereka mengijinkan Roger memakai nama Perusahaan tersebut.
Saat diselidiki lebih lanjut , ternyata perusahaan tersebut di bawah nama Felix.
..
__ADS_1