Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
bab 28


__ADS_3

Silvia yang melihat Narendra gelisah Tersenyum, dia menghampiri Narendra dan menggodanya " Ruangan ini panas sekali " Silvia membuka Jasnya, Menyisakan kemeja yang kancing atasnya terbuka, hingga memperlihatkan belahan gunung kembar jumbonya.


saat Narendra melihat Silvia ,dia tercengang sambil menelan ludahnya berkali - kali , Narendra langsung bangkit dan berkata " Silvia Maaf aku ke Toilet dulu !"


Narendra bergegas keluar dari ruangan tersebut, dia takut jika imronnya gak kuat karena melihat Silvia yang begitu menggoda.


Narendra menghela napas lega saat sampai di depan Toilet " Astaga... itu wanita bener - bener !" Gerutu Narendra.


" Narendra , kamu ngapain di sini ? " Tegur Ayu di belakang Narendra.


Narendra membalikan badannya " eh..Ayu.., Aku Mau Buang Air " Celetuk Narendra sambil memasuki Toilet.


Ayu menggelengkan kepalanya, dia sengaja menunggu Narendra di depan Toilet ,untuk meembicarakan sesuatu.


Saat Narendra keluar Ayu langsung menghadangnya, Narendra yang melihat Ayu menunggunya terkejut, dia tidak tahu harus berkata apa, pasalnya dia selama ini sengaja menghindari Ayu agar tidak ada kejadian seperti dulu lagi.


Narendra hanya tersenyum dan berjalan meninggalkan Ayu, tapi saat Narendra baru berjalan beberapa langkah Ayu berkata " Apa begini cara kamu memperlakukan Wanita Narendra, Aku tahu Kamu berusaha menghindari Aku , tapi setidaknya beri aku alasan Ndra , apakah kita sudah tidak bisa berteman ?"


Narendra seketika menghentikan langkahnya , Dia juga tahu kalau dirinya memang bersalah karena mengabaikan Ayu begitu saja, tanpa memberikan sebuah penjelasan.


Tapi Narendra melakukan itu bukan tanpa alasan, dia sengaja ingin membuat Ayu membencinya , agar Kalau bertemu dengannya ,Narendra tidak usah berusaha untuk menghindar lagi.


Tapi kenyataannya Ayu tidak pernah membenci Narendra, dia selalu Berharap bisa menjalin hubungan dengan Narendra walau hanya sebagai Teman.


Narendra membalikan badan dan menghela napas " Maaf Ayu, Tapi aku tidak bisa dekat denganmu lagi, aku takut ji.."

__ADS_1


Ayu langsung memotong ucapan Narendra " Takut apa Ndra ?, aku tidak pernah keberatan kamu menganggap aku sebagai apa, Aku selalu menerima kamu " seketika Bulir bening mengalir dari pelupuk Mata Ayu.


Awalnya Ayu ingin Move On dengan Narendra, tapu semakin dia ingin melupakan Narendra ,Semakin besar pula rasa Sayang yang tumbuh di hati Ayu.


hingga akhirnya dia memutuskan untuk Mendapatkan Narendra , Walau dia hanya di jadikan pelampiasan atau apapun yang Narendra inginkan, asal dia bisa bersama Narendra.


Mungkin bagi sebagian orang , yang di lakukan Ayu tindakan bodoh, tapi nyatanya memang seperti itu, dulu juga dia melakukan hal yang sama dan berusaha melupakan Narendra. Hasilnya sama saja, perasaannya tidak bisa di ajak kompromi.


" Ayu , sadarlah.. , bukankah aku sudah pernah bilang, jika kita tidak mungkin bisa bersama, Aku sudah berkeluarga " Ucap Narendra lembut.


" Aku tidak peduli Ndra, Walau harus jadi simpananmu aku Rela " Ayu menatap Narendra sambil berlinang Air mata.


Narendra terkejut dengan ucapan Ayu, Narendra menghampiri Ayu dan memeluknya .


sebenarnya itulah yang di takutkan Narendra , dia tidak bisa melihat Ayu menangis, Karena walau mau bagaimanapun dia pernah menyimpan sedikit rasa padanya.


Narendra tidak menjawab , diahanya mengusap - usap puncak kepala Ayu .


" Ahem !!!, Jadi ke Toiletnya untuk pacaran ?" Silvia Menegur dari Belakang.


Narendra Yang tahu suara tersebut ,sontak saja kaget, dia melepaskan pelukan Ayu dan membalikan Badan " Silvia ..ini..em.. aku bisa jelaskan "


Silvia tersenyum , dia menghampiri Narendra dan membisikan sesuatu " Aku juga mau jadi simpanan kamu Na..ren..dra " Ucap Silvia genit.


" Duar..Mem*w .." Bagai di sambar petir di siang bolong.

__ADS_1


Narendra Terkejut se kejut - kejutnya , Dia Melongo saat mendengar pernyataan dari Silvia , Narendra Diam membeku seperti batu.


Ayu yang mendengar bisikan Silvia juga sama terkejutnya, Kesedihan yang dia Ratapi barusan , tiba - tiba saja menguap seperti embun yang terkena sinar mentari, hilang entah kemana.


Ayu menatap Silvia penuh tanda tanya, dari mana dia punya keberanian seperti itu ,untuk mengucapkan hal yang di anggap Tabu di kalangan Masyarakat.


Karena Ayu butuh Waktu berbulan - bulan untuk melakukan hal tersebut, dia juga sempat ragu saat akan mengucapkannya barusan.


Narendra menggelengkan kepalanya " Silvia kamu jangan bercanda !" Narendra meninggikan suaranya.


tapi hal Yang di lakukan Silvia Berikutnya Malah membuat Narendra sampai mimisan.


Silvia Meraih tangan Narendra dan mencengkramkan pada gunung kembar jumbonya " Kalau masih belum percaya, bagaimana kalau kita ke hotel sekarang " ucap Silvia sambil menggigit bibir bawahnya.


Ayu yang melihat itu ,langsung melepaskan tangan Silvia dan berdiri di depan Narendra " Nona Silvia !, bukankah sifat anda tidak mencerminkan sebagai seorang yang terpelajar !" Ayu menatap Silvia Sinis.


Silvia menyeringai " apa bedanya dengan Kamu ,bukankah kamu sama saja denganku, jika kamu sudah bersedia menjadi simpanan Narendra Harusnya kamu bisa menerima orang lain di sisi Narendra , Atau ucapanmu hanya bualannmu agar Nanti kamu bisa menyingkirkan istri Narendra !"


Seketika Ayu terdiam , dia tidak bisa berkata - kata, pasalnya ucapan Silvia ada benarnya, jika dia saja mau jadi simpanan Narendra bukankah orang lain juga bisa melakukan hal yang sama.


" Cukup !!, kalian berdua hentikan omong kosong ini !" Narendra Melerai mereka berdua.


" Ndra aku tidak punya niat seperti itu , tolong percaya padaku " Ayu pikir Narendra Marha padanya , makanya dia buru - buru menjelaskan.


" Sudahlah..., Lebih baik kita lupakan kejadian ini " Ucap Narendra lembut.

__ADS_1


Narendra tidak tahu harus berbuat apa , dia ingin menolak Silvia tapi dia juga harus menolak Ayu, Jadi Narendra lebih memilih untuk melerai daripada memutuskan hubungan Mereka.


__ADS_2