
Narendra dan Anak Buahnya membawa ke tiga orang tersebut ke sebuah Gubuk di tengah Hutan.
Narendra juga tidak lupa menelpon kakeknya untuk segera ke sana.
Naraya yang Mendengar pemberitahuan tersebut , Langsung bergegas ke tempat yang di beritahu Narendra.
Narendra sedang duduk dengan santai sambil menikmati teh yang di buatkan Bandi, sambil menunggu kakeknya.
Beberapa saat kemudian, Naraya sudah sampai dan langsung memasuki Gubug tersebut.
Narendra berdiri, menyambut kakeknya yang baru datang.
" jadi mereka orangnya ?" Tanya Naraya pada Cucunya.
Narendra " menurut Bandimemang mereka orangnya "
Naraya menyuruh Bandi membuka penutup kepala mereka bertiga, Betapa Terkejutnya Naraya saat melihat mereka " Sulton , Wirama dan Asari , jadi Kalian yang telah menghancurkan keluargaku !! "
Naraya diam sebentar kemudian melanjutkan " Pantas saja berkas - berkas perusahaan waktu itu banyak menghilang !"
" Kakek kenal Mereka ?" Narendra bertanya Kaget.
Naraya mengangguk " Mereka dulu orang kepercayaan Kakek, pantas saja Mereka langsung menghilang saat kakek di penjara , Kakek pikir mereka mencari pekerjaan Lain , Ternyata malah seperti Ini !" Naraya menghela napas.
walaupun Naraya marah, tapi dia juga tidak bisa berbuat Apa - apa, pasalnya mereka juga yang dulu membantu Aditya Grup semakin besar.
" Sulton apa maksudnya ini !!" Bentak Naraya.
Orang yang bernama Sulton malah tertawa " Hahaha... Naraya, apa kamu Pikir kami senang dengan pengaturan gaji kamu, kepada Kami !, kamu sudah memberikan segalanya untuk Aditya Grup , tapi apa balasan kamu !, kamu malah memberi kami gaji kecil seperti karyawan yang Lainnya !!"
" Sulton Benar !, kami yang memperjuangkan aditya grup, tapi kamu malah seenaknya mengangkat menantu kamu menjadi CEO aditya grup ! " Ucap Wirama menimpali.
Naraya menghela napas, dia tidak menyangka jika masalah gaji yang membutakan mereka " Apa kalian Gila ?, aku sudah memberikan gaji kalian di atas standar Perusahaan ,apakah itu masih kurang cukup !" Naraya mulai meninggikan suaranya.
Narendra yang Dari Tadi diam , dia meminta pistol pada Bandi , Kemudian langsung menembak kepala Orang yang bernama Sulton " Dor !"
" Brukk !" Suara Tubuh Sulton jatuh tersungkur di lantai.
__ADS_1
Bandi dan Naraya menatap Narendra Bersamaan, Mereka terkejut Karena Narendra yang biasanya Ramah berani membunuh Orang.
" Kalian Pikir dengan membunuh dan menghancurkan keluargaku itu setimpal Hah !!" Narendra Meraung, wajahnya menggelap.
Wirama dan Asari yang melihat temannya tersungkur dengan lubang di kepalanya ,mulai berkeringat dingin, mereka menatap Narendra dengan begidik ngeri.
Narendra Menghampiri Wirama, di memukul kepala Wirama denga Gagang Pistol " Bug " Wirama roboh ke lantai.
tidak sampai di situ ,Narendra menginjak - nginjak Tubuh Wirama dengan Brutal.
" dasar bajingan !!, Kalian Bajingan !!" Narendra masih menginjak - injak Wirama dengan Brutal.
Wirama yang tangannya di ikat hanya Bisa meminta belas kasihan " Ampun !!, Ampun !!, Naraya Tolong Aku !!!" Wirama berteriak Keras.
Tapi Narendra masih meluapkan emosinya, dia menginjak Kaki Wirama yang masih terikat dengan sangat Keras " Pletak !!" Suara tulang Kering patah.
" Arghh !!"
" Naraya Tolong Aku !!"
Wirama meraung - raung karena kesakitan.
Bandi dengan sigap memegangi Narendra " Tuan Muda ,tenanglah !!"
" Lepaskan Bandi !!, gara - gara bajingan itu aku menderita !!" Narendra mencoba Berontak.
" Tuan Muda Maaf " Bandi memukul tengkuk kepala Narendra dan membuatnya pingsan.
Naraya Melihat Cucunya Tersenyum, dia sangat senang ,Karena Narendra akan menjadi pria yang dingin di hadapan musuhnya.
Walau sekarang Emosinya belum bisa di kontrol, tapi seiring berjalannya waktu saat Narendra memegang tampuk kekuasaannya, Naraya yakin jika Narendra akan menjadi orang yang lebih kompeten dari dirinya.
" Bandi Bawa Narendra Ke Mobil, dan bersihkan masalah ini, kita langsung pulang malam ini juga !" ucap Naraya dingin.
" Baik Tuan !!" Jawab Bandi Tegas.
Bandi memerintahkan anak Buahnya untuk segera menghabisi mereka semua dan membersihkannya, Bandi juga menyuruh agar masalah itu tidak bocor keluar dan tidak meninggalkan jejak sedikitpun.
__ADS_1
Ke esokan Harinya...
saat Narendra terbangun dia sudah ada di kamarnya, Dia juga Melihat Istrinya Tari yang masih terlelap di sampingnya.
Narendra Bingung, Pasalnya dia kemarin ada china Bersama kakeknya, tapi kenapa Tiba - tiba dia sudah ada di kamarnya.
" adu ..du..duh !" Narendra memegangi tengkuknya yang masih ngilu.
Tari yang terbangun Karena Suara Suaminya, langsung Bertanya " Kamu tidak apa - apa kan pih ?" ucap Tari Cemas.
Narendra tersenyum " aku tidak apa - apa Mih "
" Sukurlah.." Tari langsung memeluk suaminya.
semenjak tinggal di Vila Naraya, anak - anak Narendra dan Tari tidur di kamarnya masing - masing .
Winda Tidur dengan Bi Edah ,pelayan yang sudah puluhan tahun ikut Naraya, sementara Alveandra dengan Lulu Baby sisternya .
Sebenarnya Tari awalnya keberatan, jika Alveandra tidak bersamanya, karena dia takut jika kejadian du sinetron - sinetron ikan Terbang terjadi pada anaknya.
Naraya sempat tertawa saat mendengar alasan Tari, tapi dia meyakinkan Tari ,jika Baby Sister yang dia kerjakan bukanlah Orang sembarangan.
Naraya sengaja membayar pelayan kusus untuk melindungi anak - anak Narendra, pasalnya dia tidak mau kejadian dulu terulang kembali.
Narendra dan Tari keluar dari kamarnya, Tari bertanya pada Bi Edah " Bi.. Winda sudah berangkat sekolah ?"
" Sudah nyonya Muda, Tadi Non Winda di antar Siska !" jawab Bi Edah.
Tari mengangguk mengerti " Kalau Alveandra ?"
" Lulu mengajaknya Bermain di Halaman depan Nonya " Ucap Bi Edah sigap.
" Terimakasih yah Bi " Tari tersenyum ke arah Bi Edah.
Bi Edah langsung pamit undur diri ,untuk melakukan pekerjaaanya kembali.
Tari ijin ke suaminya untuk melihat Alveandra, Sementara Narendra pergi Mencari kakeknya. untuk menjelaskan apa yang terjadi kemarin.
__ADS_1
Narendra penasaran Kenapa tiba - tiba dia sudah sampai di rumah dan dia tidak mengingat siapa yang membawanya.