Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
bab 36


__ADS_3

Narendra Pergi ke gedung yang akan di jadikan tempat pemograman Blue TV yang rencananya akan Launcing jika Aplikasi tersebut sudah jadi.


saat memasuki gedung tersebut terlihat 6 orang yang sedang menunggunya.


saat Narendra Datang mereka berdiri dan menyambutnya dengan sopan.


Narendra mengangkat tangannya menyuruh mereka duduk kembali, saat dia sudah duduk di hadapan mereka.


" Jadi apa keperluan Kalian sudah terpenuhi semua " Tanya Narendra membuka pembicaraan.


Luki yang yang merupakan pemimpin dari mereka semua, menjawab " Semuanya sudah Komplit Tuan Narendra, Kita hanya perlu menambah orang saja "


Narendra mengangguk " Apa ada Rekomendasi dari Kalian ?" Tanya Narendra pada semuanya.


Susi Menjawab " Sebenarnya kami tadi mau Mengajukan permohonan agar kami yang mencari orang, Tapi Tuan Narendra ternyata lebih peka " Susi tersenyum cerah.


sementara yang lain hanya mengangguk, mengiyakan perkataan Susi.


Narendra tersenyum " Baiklah , aku serahkan semuanya pada kalian , aku harap Kalian Tidak mengecewakan ku ! " Narendra berkata dengan tegas.


" Tentu saja Tuan Narendra !" Ucap Mereka Kompak.


Mereka semua Tentu tahu siapa Narendra, Mereka tidak akan berani berbuat sembrono jika bekerja untuknya, Karena jika itu terjadi Mereka mungkin tidak bisa menanggu resikonya.


Narendra kemudian mengecek alat - alat yang dia mereka Beli untuk mengisi ruangan tersebut, dia mengecek semuanya , Karena dia tidak Mau terjadi kesalahan di awal dia turun ke dunia bisnis.


setelah semuanya di cek, Narendra cukup puas dengan kinerja mereka yang bisa di andalkan, alat - alat yang mereka beli dari Merek yang biasa di gunakan para programer handal.


tentu saja Narendra tahu itu karena dia Mempelajari semua yang akan dia lakukan.


Setelah semuanya sudah selesai, Narendra langsung menghubungi Kakeknya.


karena dia memiliki janji untuk bertemu dengannya.


Di Restoran Emperor, Narendra yang baru datang Langsung bertanya pada Reseptionis, Ruangan yang kakeknya pesan.


Reseptionis memanggil seorang pelayan untuk mengantarkan Leon Ke Ruang Vip yang Naraya Pesan.

__ADS_1


saat Narendra memasuki Ruangan tersebut , terlihat Kakeknya bersama Pria paruh baya, dan seorang Wanita Cantik.


saat Narendra Masuk ,Naraya dan Dua orang yang bersamanya langsung menoleh.


Narendra tersenyum, dia kemudian menghampiri mereka dan langsung duduk " Maaf aku terlambat " Ucap Narendra sopan.


" ah..tidak Kok, kami juga baru datang " Ucap Pria paruh baya.


Naraya kemudian Memperkenalkan keduanya " ndra , ini Tuan Lunar , di sebelahnya anak beliau Widia " Ucap Naraya sambil menunjuk mereka berdua.


Narendra tersenyum " Narendra " dia menganggukan kepalanya.


Lunar Ikut tersenyum " Senang bertemu denganmu Narendra , oh iya, aku dengar kamu sedang membuat studio Film yah ?" Tanya Lunar basa - basi.


" Benar Tuan Lunar, aku sedang membuat studio film, Buat belajar berbisnis " Narendra tersenyum tipis.


Naraya ikut nimbrung dalam pembicaraan " Ndra , Lunar ini Produser film, Kakek memperkenalkan Kalian ,siapa tahu kalian Bisa bekerja sama nantinya "


Narendra langsung bersemangat " Benarkah, Wah .. Kita bisa kerja sama dong Tuan Lunar "


" Boleh, Boleh , siapa sih yang tidak mau bekerja sama dengan Cucu Naraya " Ucap Lunar Menggoda.


Pelayan datang membawa hidangan, Mereka pun mengakhiri pembicaraan untuk menikmati hidangan tersebut.


Karena Narendra tipe orang yang tidak suka berbasa - basi , setelah Makan dia langsung Pamit pada Naraya.


" Kek, Narendra pulang dulu yah " Narendra akan berdiri meninggalkan mereka. Tapi Naraya menghalanginya.


" temani Kakek sebentar lagi, Lagian mau ngapain kamu di rumah juga " Ucap Naraya santai.


Lunar menimpali " Benar ndra, Di sini saja dulu, kita ngobrol - ngobrol sebentar "


Narendra tersenyum kecut " Baiklah "


" Wid , dari tadi kamu diam Aja , kenapa ?" Tanya Naraya pada anak Lunar.


Widia tersentak kaget, Karena tiba - tiba di ajak bicara " Em..eh..anu .." Widia salah tingkah saat di tanya.

__ADS_1


" hahahaha...Tumben - Tumbenan anak papah jadi kalem begini , ada apa Nih ?" Lunar menaik turunkan alisnya menggoda Widia.


Widia tersipu malu , dia menyibak Rambut di atas telinganya " ih ..papah apaan sih "


Lunar kembali tertawa melihat Anaknya salah tingkah seperti itu, Pasalnya Widia Tipe wanita yang banyak omong.tapi entah kenapa saat makan bersama dengan Narendra dia jadi pendiam.


Lunar Tahu jika Anaknya tertarik dengan Narendra, jadi dia terus menggoda anaknya.


Sementara Narendra tidak memperdulikan hal itu, Karena Narendra ada di tempat tersebut juga karena kakeknya.


jika bukan Karena Naraya mungkin Narendra ogah bertemu dengan Lunar dan Widia, padalnya Narendra hanya bertemu dengan orang lain jika itu benar - benar membahas pekerjaan, bukan Acara Makan atau sebagainya.


Mungkin bagi sebagian pebisnis, Acara Makan memang bagus untuk membuat koneksi, tapi Bagi Narendra acara seperti itu hanya ajang untuk pamer, Karena biasanya Mereka yang punya bisnis besar lebih banyak di minati daripada mereka yang memiliki bisnis Kecil.


Naraya Menepuk Narendra " Ndra ,ajak Widia jalan Sebentar gih , Kakek mau bicara sesuatu dengan Lunar "


" Tapi kek.." Ucap Narendra seolah tidak setuju.


" Sebentar saja Ndra " Ucap Naraya Lembut.


Narendra terpaksa menuruti ke inginan kakeknya , dia menghela napas " Baiklah " Narendra berdiri dan melangkah keluar pintu.


Lunar yang melihat anaknya masih duduk ,menegurnya " Wid. Kejar Narendra tuh, papah mau bicara sama Tuan Naraya empat Mata "


Widia yang tahu maksud ayahnya mengangguk, dia berdiri dan mengejar Narendra yang sudah berada di luar Ruangan.


Widia Melihat Narendra yang menunggunya di depan Pintu " Jadi kita akan kemana Ndra ?" Tanya Widia setelah menutup Pintu.


" Taman depan saja , Kita menunggu mereka di sana " Narendra berkata dengan Acuh, dan berjalan meninggalkan Widia.


Widia menghentakan kakinya , Karena Narendra yang begitu Cuek, dia kemudian mengejar Narendra yang sudah berjalan mendahuluinya.


Widia mengikuti Narendra " Ndra pelan - pelan dong " Ucap Widia yang kesulitan mengikuti langkah Narendra, karena dia memakai Heels.


Narendra menghentikan langkahnya, dia menunggu Widia agar jalan beriringan.


setelah sampai di taman depan Restoran, Narendra duduk di sebuah Bangku Taman, di ikuti Widia yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


Widia menatap langit , dia kemudian Buka Suara " Ternyata karma itu benar ada yah , Di saat Aku di dekati orang ,aku yang Cuek , Saat aku mendekati orang aku malah di cuekin " Widia tersenyum kecut.


__ADS_2