Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
bab 42


__ADS_3

Setelah mengantar Vivi pulang ,Narendra menyuruh Bandi untuk mengantarnya ke Hotel , Bandi menurut Karena mau bagaimanapun dia tahu jika Tuannya sedang bertengkar dengan Istrinya.


Sementara Vivi yang sudah di kamarnya bermonolog " Pantas saja Narendra tidak tertarik denganku, ternyata dia pewaris Aditya grup , Huuft.. " Vivi menghela Napas Kasar.


☆☆☆


Ke esokah Harinya , Tari membereskan Kamar yang berantakan akibat Suaminya yang mengamuk.


saat dia melihat foto Narendra dan dirinya dulu , Tari meneteskan Air mata " Pih.. Aku tidak bermaksud menghianati papih " Tari memeluk Foto tersebut di dadanya.


Tari teringat saat melalui hari - hari sulit dengan suaminya, dari kekurangan Makan , sampai harus Mengirit uang yang mereka dapat untuk terus menyambung hidup mereka.


Tari juga sadar sepenuhnya, dia seharusnya menolak ajakan Mantannya, apalagi makan malam bersamanya tanpa sepengetahuan Narendra.


Sementara Narendra sudah ada di kantornya dengan tangan yang di perban, Narendra Menatap kosong ke arah jendela kantor.


Narendra mengingat Saat dia melihat Tari bersama seorang pria " kenapa kamu melakukan ini semua padaku Tari ? " Gumam Narendra Sendu.


" Tidak, tidak, tidak , aku harus meminya penjelasan dari Tari , aku tidak boleh seperti ini !" Narendra bangkit kemudian langsung keluar dari ruangannya.


" Mau Kemana Bos ?" Tanya Nikole saat melihat Narendra tergesa - gesa.


" Aku ada urusan, Kamu handle semuanya dulu !" Narendra langsung pergi setelah memberikan intruksi pada Nikole.


Nikole sudah mulai bekerja di kantora Narendra saat Narendra menyuruhnya datang, dia tidak di wawancarai Narendra Karena Kejadian Semalam.


tapi beruntungnya Nikole adalah Pria yang Cakap, tanpa harus diberi tahu dengan Detail dia sudah tahu apa yang harus di lakukannya.


Bandi yang dari semalam menjaga Narendra ,saat Melihat Narendra keluar dari kantornya bertanya " Mau kemana Tuan Muda "

__ADS_1


" Pulang !" Ucap Narendra langsung memasuki mobil Bandi.


Bandi tersenyum, dia tahu jika Narendra pasti dapat menyelesaikan masalahnua sendiri tanpa harus dia ikut campur.


Bandi menginjak pedal gas dan langsung menuju Vila Aditya.


☆☆☆


Saat sampai di rumah , Narendra langsung menuju kamarnya , dia Diam sebentar di depan pintu, mengumpulkan Kesabarannya agar tidak marah saat melihat Istrinya.


Narendra membuka pintu Kamarnya, Tari yang sedang Duduk di pinggir Ranjang sambil menatap foto suaminya langsung menoleh saat mendengar suara pintu.


" papih ...!" Tari langsung menghambur ke arah Narendra dan memeluknya.


Narendra mendiamkan Tari, dia tidak menyambut pelukan Tari , Amarah masih menguasai pikiran dan Hatinya.


Tari mengeratkan pelukannya " pih.. aku minta maaf ,hiks..hiks.." Tari menangis di pelukan Narendra.


Tari menggeleng, Air mata bercucuran di pipinya " Pih... , aku tidak pernah bosan dengan papih "


" Terus kenapa !!" Narendra membentak Tari sambil mengguncang Tubuhnya.


Tari ketakutan, Dari awal pernikahannya dia tidak pernah melihat Narendra yang begitu marah padanya, karena Biasanya Narendralah yang selalu mengalah padanya.


" Pih .. Aku tahu aku salah , tapi aku bersumpah aku tidak ada Niat untuk berselingkuh pih , hiks..hiks.." Ucap Tari di sela tangisnya.


" Tidak Niat Berselingkuh ?, Tapi kamu makan malam dengan Pria Lain tanpa sepengetahuanku?, sementara aku Sibuk menjauhi semua Wanita yang terus mendekat padaku , oh.. apa ini alasan kamu waktu itu menyetujui aku dengan Ayu , agar kamu punya alasan untuk melakukan hal ini !!" Narendra berkata dengan Sinis.


Tari Ambruk di kaki Narendra , dia memeluk Kaki Narendra " Demi tuhan pih ,hiks..hiks..., Aku tidak punya pikiran seperti itu , Hiks..hikss..."

__ADS_1


Karena pintu Kamar yang tidak di tutup membuat pertengkaran mereka terdengar oleh Winda, Winda menegur mereka di depan pintu " Ayah ,ibu Kenapa ?" tanya Winda polos.


Tari langsung Menghapus Air matanya , dia menghampiri Anaknya dan tersenyum " Ayah dan Ibu tidak apa - apa , Ayah dan Ibu Lagi Mencoba Akting , Kan Ayah mau buat Film " Ucap Tari memaksakan sebuah senyum untuk anaknya .


Winda mengangguk seolah mengerti , Tari kemudian memangil pelayannya , untuk Membawa Winda pergi dari sana .


Setelah Winda pergi Tari memasuki Kamar, menutup pintu dan menguncinya.


Tari Melihat Narendra yang sudah duduk di sofa Kamar, Tari menghampirinya dan duduk di sebelahnya dan menyenderkan bahunya " Pih .., mamih janji tidak akan bertemu dengan pria manapun Lagi , Mamih akan dirumah terus jika itu bisa membuat papih memaafkan Mamih "


Narendra Diam, dia tidak menanggapi Ucapan istrinya.


Sebenarnya Hati Narendra juga sangat sakit Saat Melihat Istrinya Menangis, pasalnya dia tidak ingin melihat Tari menangis.


Tapi Kemarahan membuat Egonya membumbung tinggi, Narendra seolah Lupa dengan Tujuannya untuk berbicara baik - baik dengan Istrinya.


Tari Mengecup Pipi Suaminya , dia Mencoba terus tersenyum dan menghibur suaminya yang sedang Marah " Pih .., Maafin mamih yah , Mamih memang bodoh tifak memberitahu jika Mamih akan bertemu dengan Mantan Mamih "


" Mantan ?" Tiba - tiba Narendra bersuara.


Tari Langsung Menggenggam tangan Narendra dan bergegas menjelaskan " Pih dia cuma Mantan, kami tidak sengaja bertemu di jlan saat mamih akan pulang , aku mohon pih jangan Marah Lagi " Tari mengecup tangan Suaminya yang sedang dia genggam.


Narendra melihat Wajah Istrinya , Matanya yang bengkak dan Terlihat Hitam menandakan jika Tari tidak tidur semalaman dan terus menagis.


Hati Narendra Runtuh , Pemata Hatinya yang selama ini dia jaga, dia sakiti sendiri , Air mata Narendra tiba - tiba Menetes saat dia terus memandangi wajah Istrinya.


Tari yang melihat itu Menghapus Air matanya sambil tersenyum " Jangan Membuang air Mata Papih untuk mamih, semua ini kesalahan Mamih , papih tidak pantas untuk menangis , Maaf yah sayang " Tari Merebahkan kepalanya di Bahu Narendra.


Hati Narendra Luluh, kemarahan yang tadinya membuncah dia buang sejauh jauhnya , dia memeluk Istrinya " Aku hanya takut kehilangan Kamu Mih " Ucap Narendra Lirih.

__ADS_1


" Mamih tahu pih , Mamih Akan jadi orang bodoh jika meninggalkan Papih.." Tari merasakan perasaannya Hangat saat Narendra sudah tidak marah Lagi dengannya.


__ADS_2