
Setelah diskusi tersebut , Wira ,Jony dan Wiradi mereka langsung ke markas pusat anak buah Naraya untuk menyiapkan alat - alat yang di butuhkan.
Wira juga memilih beberapa orang secara langsung untuk membantunya menangkap Roger.
Walaupun Wira selalu bekerja sendiri, tapi kepemimpinan dia memilih orang yang akan membantunya membuat Wiradi sangat kagum.
Karena menurut Wiradi, Wira sangat berpengalaman untuk menjalankan sebuah misi rahasia , Wiradi mengiyakan semua kebutuhan Wira, tanpa terkecuali.
" Tuan Wiradi , apa anda yakin membiarkan dia memimpin kita ?" tanya Jony yang madih sedikit ragu.
Wiradi tersenyum " aku tahu maksudmu , tenanglah .. Narendra pasti punya pandangan sendiri percaya pada orang ini " Wiradi menepuk bahu Jony.
Jony hanya bisa mengangguk pasrah , pasalnya biarpun dia tidak percaya dengan Wira, tapi Tuannya sudah sepenuhnya percaya dengan dia , jadi Jony hanya bisa menuruti perintah Tuannya.
Wiradi menghampiri Wira " Bagaimana , apa semuanya sudah terpenuhi ?"
Wira mengangguk " semuanya komplit, alat yang aku mau semuanya ada "
Wira menghela napas " ternyata aku salah mengincar Tuan Aditya , harusnya aku tidak bertindak bodoh " ucap Wira getir.
Wiradi menepuk bahu Wira " tunjukan pada Narendra jika kamu bisa berguna "
Wiradi kemudian membisikan sesuatu pada Wira " Narendra sepertinya tertarik padamu, asal kamu tahu dia belum punya tangan kanan yang sepenuhnya dia percaya " setelah mengatakan itu Wiradi meninggalkan Wira yang terkejut saat mendengar ucapan itu.
Wira menatap kepergian Wiradi " Apa dia ingin aku menjadi bawahan Tuan Narendra ?" Batin Wira penasaran.
Wira menggelengkan kepalanya , dia tidak mau memikirkan hal itu terlebih dahulu , yang harus dia lakukan sekarang adalah memenuhi janjinya untuk menangkap Roger.
Wira dan beberapa Anak buah Naraya berangkat ke lokasi persembunyian Roger, Mereka dengan kompak mengikuti instruksi dari Wira termasuk Jony.
***
Sementara itu di Vila Aditya ,Narendra sedang menemani istrinya jalan - jalan di halaman Vila untuk melepas penat.
__ADS_1
" pih.. kenapa kamu percaya dengan orang itu ?" tanya Tari tiba - tiba.
Narendra berhenti melangkah , dia berjongkok didepan Tari sambil tersenyum " alasannya sederhana mih, dia seperti aku " ucap Narendra lembut.
Tari mengerutkan keningnya " Seperti papih ?, maksudnya ?" ucap Tari bingung.
Narendra memegang kedua tangan Tari dan menciumnya " Seperti aku yang begitu mencintai kamu dan anak - anakku , dia melakukan hal tercela demi melindungi anak istrinya , papih yakin jika dia tidak akan menghianati kita karena kita sudah tahu tentang keluarganya "
" jadi maksud papih..."
Tari belum selesai bicara Narendra menganggukan kepalanya " Ya .. dia seperti aku dulu melakukan apapun demi untuk mendapatkan uang , tapi sayangnya jalan yang dia pilih sedikit berbelok , itu menandakan jika beban yang dia pikul lebih berat dari kita "
Tari mengangguk mengerti , padalnya dia juga tahu bagaimana dulu menjalani pahitnya kehidupan bersama Narendra , untuk kebutuhan sehari - hari saja mereka harus bekerja sangat keras.
untungnya Narendra terlahir dari keluarga kaya , Walaupun telat mendapatkan haknya , tapi kehidupan mereka berubah drastis setelah Narendra bertemu kakeknya.
***
Tempat persembunyian Roger, di bawah tanah...
Felix tertawa " hahaha.. Roger , Roger , seharusnya kamu memastikan dulu ,jangan langsung mengambil tindakan , bukankah kita tahu bagaiman setianya orang - orang Naraya " Ucap Felix santai.
Roger menghela napas " sekarang kamu benar Felix , mungkin aku terlalu naif karena meremehkan Tua bangka Naraya !"
Roger tidak tahu jika orang yang di kirim dia untuk membunuh keluarga Naraya sedang berbalik memburunya .
Roger masih percaya diri jika tempat persembunyiannya tidak tersentuh oleh siapapun, pasalnya sudah puluhan tahun tidak ada bawahannya yang berhianat padanya.
Di tower Ligth..
Wira dan Jony sudah sampai di tempat pembuangan Tower ligth , Sementara beberapa orang lainnya , mereka di suruh untuk membuat sedikit keributan di pintu masuk yang ada dalam Hutan.
Tujuannya agar Wira dan Jony bisa menyelinap dengan bebas dari tempat pembuangan Tower Ligth.
__ADS_1
Wira menghubungi orang yang sudah ada di pintu masuk dalam hutan , dia menyuruh mereka untuk membekuk musuh secara perlahan.
Sebenarnya jika mereka ketahuan juga tidak apa - apa , tapi Wira berpikir untuk mengurangi jumlah musuh sebanyak mungkin.
Rencana sudah di mulai , Wira dan Jony mulai memasuki pembuangan Ligth tower.
Orang - orang yang berada di pintu masuk hutan juga mulai penyerangan , mereka semua dengan kompak menuruti perintah Wira .
satu persatu penjaga pintu masuk tumbang , tapi benar kata Wira jika penjaga di depan pintu masuk begitu banyak hingga mereka dengan Cepat ketahuan.
Alhasil baku tembakpun terjadi , antara Bawahan Jony dan anak buah Roger .
Sementara itu di dalam markas , tangan kanan Roger langsung melapor jika Markas telah di serang.
Roger meraung " Brengsek !!, kenapa mereka bisa tahu lokasi ini "
Rangan kanan Kanan Roger menundukan kepalanya dan berkata " Tuan , lebih baik anda mempersiapkan diri untuk kabur dari sini "
Roger mengangguk " Baik, Kalian siapkan pengawalan !"
" Baik Tuan !" Tangan Kanan Roger keluar dari pintu.
Tapu saat dia baru melangkah dari pintu , terdengar suara tembakan " Dorr !!" Seketika kepala tangan kanan Roger berlubang.
Roger yang berda di ruangan tersebut hanya dengan Felix mulai panik , Roger menekan tombol darurat untuk memanggil anak buahnya.
Tapi sayangnya anak Buah Roger sedang di sibukan oleh bawahan Jony yang ada di depan pintu , hingga mereka tifak mendengar suara peringatan tersebut.
Adapun penjaga yang ada di setiap lorong ruangan semuanya sudah di habisi oleh Wira dan Jony , karena jumlah mereka sedikit ,jadi Wira dan Jony dengan cepat menghabisi mereka semua.
" tuk..
" tuk..
__ADS_1
" tuk..
Saat suara langkah Wira dan Jony semakin mendekat , Roger dan Felix semakin panik , mereka berdua mengeluarkan pistolnya masing - masing..