
Jelas saja Aulian sedikit bingung dengan oertanyaan yang di Lontarkan Narendra, pasalnya dia belum siap untuk menjawabnya.
Tapi karena Narendra sudah menanyakan hal itu, dia mau tidak mau harus menjawabnya, agar tidak menjadi Bomerang untuknya.
Aulian menghela napas " Tuan Narendra, akan bohong jika saya tidak berharap agar anda tidak melukai Ayah saya, tapi saya juga tahu jika Ayah saya sudah melakukan banyak kesalahan, saya rasa dia pantas mendapatkan hukuman !" jawab Aulia tegas.
Dalam hati Aulia merasa sedih " Maaf Ayah, walaupun kamu sudah membesarkanku dari kecil , tapi kamu tidak pernah melihatku tumbuh secara langsung, jadi menurutku aku juga akan baik - baik saja jika tanpamu, toh.. Kamu juga yang telah membunuh Ibu yang seharusnya merawatku !"
Aulia sebenaranya sedikit memendam kebencian pada Ludwil, karena demi Wanita Luar, Ludwil tega menceraikan istrinya dan Memisahkannya dari Aulia.
Pada saat Itu Aulia madih duduk di bangku sekolah Dasar, tentu saja dia masih membutuhkan perhatian dari seorang ibu, tapi Ludwil merenggutnya.
Ibu Aulia juga di larang menemui dirinya, Alhasil Ibu Aulia stres dan akhirnya lebih memilih mengakhiri hidupnya dengan Loncat dari Apartemennya yang ada di lantai 10.
Semenjak kematian Ibunya, Aulia membenci Ludwil, apa lagi Ludwil selalu bersenang - senang dengan wanita lain tanpa memikirkan perasaan Aulia, jadi bukan salah Aulia jika dia hanya memiliki sedikit kasih oada Ludwil dan lebih memilih meninggalkannya.
Narendra tersenyum saat mendengar keputusan Aulia " Kamu tenang saja, aku akan menepati janjiku dengan merawat kamu dengan baik !"
Tari menimpali " Pih... Bagaimana jika Aulia jadi Asisten pribadi Mamih, dia yang akan mengatur semua kebutuhan Mamih "
Narendra mengangguk " terserah kamu saja mih.." ucap Narendra lembut.
Bagi Aulia itu merupakan hal yang mudah, karena dia hanya perlu mencatat semua aktivitas harian Tari, karena Aulia mengambil jurusan Manajemen, tidak ada masalah yang berarti untuknya.
Tari kemudian mengajak Aulia untuk berdiskusi dikamar Aulia, dia mau memberikan beberapa rincian kegiatannya sehari - hari, Walaupun di sini kegiatannya tidak banyak, tapi Saat pulang ke Indonesia di Kota Zolria, dia akan mempunyai banyak aktivitas.
Sementara Narendra langsung menghubungi Vincen dan Brodi untuk segera menuntaskan masalah Ludwil, karena Narendra tidak mau bermain - main lagi.
__ADS_1
Vincen yang lesu karena tidak bisa bertemu dengan Aulia lagi, dia mengerahkan anak buahnya dengan setengah hati.
Tapi tiba - tiba Ponselnya menerima sebuah pesan, dia melihat pesan tersebut yang merupakan pesan dari Narendra.
Vincen membuka pesan tersebut ' Vincen, jika kamu dapat menyelesaikan masalah ini secepatnya, aku akan menyuruh Aulia jalan denganmu !, tentu saja kamu harus menghiburnya selepas kepergian Ludwil ! '
Sontak saja mata Vinven langsung berbinar, dia yang tadinya Lesu, langsung bersemangat lagi.
Vinven langsung menghubungi Ludwil dan menekannya, tapi Ludwil masih bersikeras mengulur Waktu.
" Brodi !, lebih baik kita serang langsung saja, aku sudah muak main petak umpet terus !" ucap Vincen ketus.
Brodi mengerutkan keningnya " Loh, bukannya kamu yang menginginkan seperti ini ?, kalau dari awal kita bergerak dan langsung menekan Ludwil, maka semua ini tidak akan berlarut - larut !"
Vincen tersenyum kecut " Ah.. Lupakan itu, sekarang aku mau ingin secepatnya membunuh bajingan itu !"
Brodi menghela napas " Terserah kamu saja, ini semua rencanamu, aku hanya mengikuti dsri belakang !"
Hari itu juga, anak buah Brodi dan Ludwil langsung menyerang diam - diam kediaman Ludwil.
Mereka membunuh satu persatu anak buah Ludwil yang berjaga dengan mengendap - endap, hingga akhirnya semua anak buah Ludwil yang berjaga di depan Mansionnya tumbang.
Untuk Masalah Web yang mengirim pembunuh bayaran, Vincen sudah menyuruh Hacker milik Aditya Army untuk mengapus perintah tersebut.
Karena dengan di hapusnya data tersebut, para pembunuh bayaran menyimpulkan jika Misi sudah ada yang menyelesaikannya.
Awalnya Hacker Dark Web tidak terima jika misinya tiba - tiba dihapus, tapi setelah mereka di ancam jika berani memunculkan misi tersebut lagi maka Dark Web akan di musnahkan.
__ADS_1
Petinggi Dark Web menurut, pasalnya jika Orang tersebut bisa keluar masuk secara bebas di Dark Web, berarti orang tersebut adalah Hacker yang handal, karena Data Dark Web sebenarnya di jaga oleh puluhan Hacker terbaik di dunia, jadi petinggi Dark Web menyimpulkan jika orang tersebut pasti memiliki kekuatan yang besar.
Vincen dan Brodi masuk kedalam kediaman Ludwil, Anak buah mereka sudah mengumpulkan semua pelayan Mansion ludwil di Aulia Mansion.
Betapa terkejutnya Brodi dan Vincen saat melihat pelayan Mansion yang semuanya Wanita Cantik, apa lagi mereka hanya mengenakan rok Mini dan Baju yang memperlihatkan belahan gunung kembar mereka.
" Sial !, bajingan ini benar - benar Maniak Wanita !, apakah dia mengumpulkan para pelacur untuk menyenangkaannya setiap hari ?" ucap Vincen kesal.
Brodi menggoda Vincen " Kamu benar dia maniak wanita, kenapa dia tidak memberikan temanku satu Wanita saja, padahal dia memiliki banyak Wanita disini " Brodi menghela napas dalam.
Vincen tahu apa maksud Brodi " Apa kamu sedang mengolok - olokku Brodi !" tanya Vincen geram.
Brodi menggendikan bahu " Siapa bilang, Aku tidak menyebut namamu, tapi jika kamu merasa, ya maaf !" ucap Brodi santi sambil berlalu mencari keberadaan Ludwil.
Wajah Vincen berubah menjadi jelek, karena ucapan Brodi memamng mengarah padanya, tapi dia sadar jika bukan saat yang tepat untuk Marah - marah. Dia harus fokus menjalankan misi, agar dia bisa vepat menagih janji Narendra.
Vincen mengehar Brodi yang berjalan terlebih dahulu, mereka berdua naik kelantai tiga, karena hanya disana yang belum di periksa oleh anak buah mereka.
Saat sampai di sebuah kamar terdengar erangan dalam kamar tersebut.
" Ahhhh
" Uhhhh
" Ahhhh
.
__ADS_1
.
.