
Masalah Keluarganya baru selesai, sekarang mulai datang masalah Baru lagi yang membuat Narendra makin pusing.
Narendra sebenarnya ingin menerima Ayu, tapi dia juga memikirkan perasaan Tari, apa lagi Mereka pernah membuat komitmen jika tidak akan ada rahasia di antara mereka.
Narendra akhirnya memutuskan jika dia harus berbicara dengan Tari , untuk membahas masalah Ayu.
masalah Silvia dia tidak mengambil pusing, karena dia baru mengenalnya jadi dia akan lebih mudah untuk menolak Silvi.
Setelah kejadian di depan Toilet, Ayu dan Silvia seolah berperang dingin, Mereka selalu menunjukan Wajah tidak suka saat keduanya berpapasan.
Di Vila kediaman Aditya..
Narendra seperti biasa sedang mempelajari berkas - berkas perusahaan , dia seakan tidak bisan membaca berkas tersebut.
" Pih ini kopinya " Tari meletakan kopi di Meja Narendra.
Narendra menghentikan Aktivitasnya, dia menarik Tari untuk duduk di pangkuannya.
Tari mengerutkan keningnya " Masih siang pih .." ucap Tari lembut.
Narendra tersenyum " Memang kenapa kalau masih Siang ?, dulu waktu pengantin baru saja kita melakukannya tanpa peduli Waktu " ucap Narendra menggoda istrinya.
" ih papih... bedalah, dulu kita masih di mabuk Cinta dan belum mempunyai anak " Jawab Tari Sambil tersipu karena mengingat kejadian dulu.
Narendra memegang dagu istrinya " Bagiku , mamih masih seperti dulu kok , Masih Cantik dan menggairahkan " Narendra menaik turunkan Alisnya.
Tari Tahu jika suaminya terus menggoda pasti ada yang dia inginkan " Jadi apa yang ingin papih bicarakan ?" tanpa basa - basi Tari langsung ke intinya.
Narendra tersenyum Kecut " Terlihat yah ,kalau aku Akan Berbicara sesuatu Mih ?"
Tari tersenyum " Kita sudah hidup bersama sudah sepuluh tahun pih, jadi apa yang ingin papih bicarakan ?" tanya Tari lagi.
__ADS_1
Narendra menghela Napas " Ayu mih .." Wajah Narendra berubah menjadi sendu .
" Ayu ?, kenapa dengan Ayu ?" Tari bertanya menyelidik.
Narendra kemudian mulai menjelaskan baik - baik pada Tari tentang Ayu, dia tidak menyembunyikannya sedikitpun dari Tari.
Tari Terkejut saat mendengar Ayu hanya ingin menikah dengan Narendra, apa lagi dia rela menjdai simpanan Narendra.
" Jadi seperti itu Mih, aku tidak tahu harus berbuat apa , agar Ayu tidak berbuat nekat nantinya jika aku menolak dia " Narendra menghela napas berat.
Tari menatap suaminya , dia merasakan ke cemasan Suaminya pada Ayu " Bagaimana perasaan papih sama Ayu ?" Tari Malah Bertanya.
Narendra kaget ,dia bingung mau menjawab apa, pasalnya jika dia bilang tidak memiliki perasaan dengan Ayu, sama saja dia membohongi Tari.
Tapi di lain sisi dia juga takut jika bicara jujur akan membuat Tari Marah padanya, Narendra terdiam tanpa bicara sedikitpun.
Tari yang melihat itu tersenyum, dia memegang pipi Narendra " Pih..., jangan bohongi perasaanmu , Aku tahu papih memiliki Rasa pada Ayu , jika papih benar - benar ingin memiliki Ayu ,aku tidak akan melarangnya kok " Ucap Tari santai.
Dalam hati mungkin Tari sedikit sakit, Tapi mau bagaimana lagi, dia sadar jika mengekang Narendra juga akan Membuatnya merasa tidak nyaman.
Narendra akan mulai membohonginya sedikit demi sedikit , Lama - lama Narendra akan semakin berani Berhubungan diam - diam dengan Ayu.
Untuk itulah Tari mencoba memahami perasaan Suaminya, Toh mereka juga sudah tidak kekurangan apapun, Walaupun Narendra memiliki Dua istri ,pasti dia bisa membahagiakannya.
Narendra terkejut mendengar ucapan Tari " Maksud Mamih apa ?" Narendra bertanya memastikan.
Tari mengangguk " Mamih setuju pih, asalkan papih harus adil pada kami Nantinya "
" setuju ,Adil , maksud mamih apa sih ?" Narendra Bertanya lagi.
Tari tersenyum " Asal papih bahagia, Mamih juga bahagia kok " Tari menangkup Wajah Narendra dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Narendra Mengerutkan keningnya " Maksud mamih apa sih ?, Mih apa kamu lupa dengan komitmen kita ?" Tanya Narendra pada Tari
Narendra mungkin memiliki perasaan sama Ayu, tapi itu bukan perasaan Yang dalam buatnya.
Dia hanya ingin menyelesaikan masalah tersebut tanpa menyakiti Ayu, Tapi Tari malah menganggapnya ingin menikahi Ayu.
" Loh.. bukannya papih ingin menikahi Ayu ?" tanya Tari bingung.
Narendra menghela napas " Mih..., aku mungkin memiliki perasaan sama Ayu, tapi perasaanku hanya sebatas Adik untuknya, aku hanya tidak ingin dia menyakiti dirinya sendiri ,jika aku menolaknya , Aku membicarakn ini dengan Mamih untuk mencari jalan keluar bersama, bukan untuk menikahinya !, Mih.. percayalah aku tidak akan lernah menduakanmu " Narendra menggenggam kedua tangan istrinya.
Tari Merasa Hangat di hatinya, dia tidak menyanga jika Narendra benar - benar tidak akan menduakannya, padahal Tari sudah menyiapkan hatinya agar tegar jika Narendra menikahi Ayu.
tapi Jawaban Narendra malah membuatnya seakan terbang ke langit, Tari sangat senang , bahagia atau apapun itu, dia tidak bisa menggambarkannya dengan sebuah kata - kata.
Tari memeluk Narendra sambil Terisak " Terimakasih pih, hiks..hiks..hiks.."
" Mih..kamu kenapa Hei ?" Narendra melepaskan pelukan Tari dan menghapus Air matanya.
Tari menggeleng dan Yersenyum " mamih tidak apa - apa pih, mamih hanya sangat bahagia karena bsa memiliki papih " Tari masih meneteskan air mata bahagianya.
sambil mengusap Air Mata Tari ,Narendra tersenyum " Papih juga sangat Bahagia memiliki istri yang mau Menemani walau aku terpuruk dulu , Sudah yah sayang ,jangan menangis Lagi "
Tari mengangguk , dia langsung mengecup Bibir Narendra " i Love U pih " ucap Tari sambil tersenyum Manis, tangannya Bergelayut di leher Narendra.
" Love U To mih " Balas Narendra.
Mereka Berdua saling berbalas kemesraan layaknya remaja yang sedang di madu Asmara, Tari bermanja - manja Pada Narendra di pangkuannya.
perasaan Tari sekarang sudah lega karena suaminya tidak berniat untuk Menduakannya, dia malah menolak Ayu walau dia sudah memberikan ijin untuk memilikinya.
Wanita mana yang tidak bahagia jika memiliki suami seperti Narendra yang lebih memilih istrinya dari pada Wanita lain yang lebih menawan.
__ADS_1
Kebahagiaan Rumah tangga sebenarnya cukup sederhana, jika kita Memiliki Kepercayaan, pengertian ,Kesetiaan mungkin itu bisa membuktikannya.
Uang memang segalanya , tapi perasaan juga berperan penting dalam menjalin sebuah Rumah tangga.