
Narendra menghampiri dan berdiri di podium yang sudah di persiapkan oleh wiradi , di podium tersebut juga ada mikrofon untuk melantangkan suara Narendra.
Narendra memejamkan mata , dia mengambil napas panjang agar tidak gugup, kemudian membuka matanya.
" Pertama - tama Aku ingin memperkenalkan diri pada kalian , Walaupun sebagian dari kalian sudah mengenalku, tapi ijinkan aku untuk memperkenalkan diri dengan benar !. Aku Narendra Aditya pewaris tunggal Aditya grup !" Suara Narendra lantang dan tanpa keraguan membuat para Pasukan Veteran tersenyum.
" Mungkin aku tidak bisa seperti kakek Naraya , Aku juga tidak bisa menjadi dirinya , Aku akan berusaha melampaui beliau dalam segala hal , mungkin aku terdengar sedikit membual " Narendra berhenti sejenak.
" Tapi ... Aku ingin memeluk seluruh Dunia ini , untuk itulah aku berdiri disini !, tentu saja dengan dukungan penuh kalian semua , kita akan bersama - sama menuju puncak yang paling tinggi !!"
Setelah Narendra diam . suara gemuruh tepuk tangan terdengar.
" prok
" prok
" prok
" Hidup Tuan Narendra !"
" Hidup Tuan Narendra !" Bandi mengawali bersorak ,di ikuti Aditya Army yang lain.
Markas kelompok Eye's , Pemimpin mereka menyunggingkan senyum " tidak buruk untuk seorang Aditya !" dia kemudian bertepuk tangan di ikuti kelompok Eye's yang lain.
Di markas Ghos't juga terdengar suara riuh tepuka tangan ,yang menandakan jika mereka semua percaya dengan Narendra.
Wiradi yang berada di belakang Narendra dia tersenyum " Naraya ,lihatlah penerusmu , kurasa dia akan lebih hebat darimu !" gumam Wiradi dalam hati.
Setelah tepuk tangan selesai , Narendra kembali berbicara , dia memberikan perintah kepada seluruh Aditya Army agar langsung mengeksekuisi orang yang berani menyerang Aditya Grup tanpa belas kasihan.
Mendengar hal tersebut .semua Aditya Army terkejut, pasalnya dulu Naraya tidak sekejam Narendra , tapi mereka cepat mengerti ,Karena mereka yakin jika Narendra tidak ingin kejadian yang menimpa keluarga Aditya terulang kedua kali.
Semua rencana Narendra di beberkan ke Aditya Army, dari mulai proyek kecil dan proyek besar yang akan segera Narendra umumkan pada perusahaan .
Mereka diharuskan untuk siap menjaga semua keamanan proyek yang akan berlangsung.
__ADS_1
Setelah Semua sudah dikatakan Narendra , dia turun dari podium dengan sorak sorai Anak buahnya , sebelum akhirnya mereka membubarkan diri.
Wiradi mengajak Narendra kesebuah Ruangan tempat Naraya biasa menghabiskan waktunya , mereka berdua berbincang - bincang di tempat tersebut.
" Jadi.. Kamu serius untuk membuka beberapa perusahaan di luar negeri ?" tanya Wiradi.
Narendra menganggukan kepalanya " Ya..paman, aku akan membuat Aditya grup berdiri diseluruh penjuru Dunia ,agar tidak ada yang berani menentang kita !" Ucap Narendra yakin.
Wiradi tersenyum " kamu boleh berambisi besar , tapi jangan asal mengambil keputusan , kamu harus memikirkan setiap langkah yang akan kamu gapai !"
Narendra mengangguk " aku akan mengingat Nasehat paman , Terimakasih paman Wiradi !"
Wiradi menepuk bahu Narendra , mereka berdua ngobrol sebentar , kemudian meninggalkan tempat tersebut.
Narendra kemudian kembali ke Vilanya ,dia tidak berlama - lama di markas ,karena takut membuat Tari cemas.
***
" Eliot ,bagaimana menurutmu cucu Tuan Naraya ?" Tanya Vincen pemimpin kelompok Eye's pada tangan kanannya.
Vincen mengangguk mengerti " Kamu benar , sepertinya kita akan bersenang - senang terus di bawah kepemimpinannya " Ucap Vincen bersemangat.
Eliot menghela napas , pasalnya Vincen seorang psikopat dia sangat senang menyiksa muduh - musuhnya, jadi dia sangat senang jika akan mendapatkan banyak musuh.
Alasan kenapa Naraya menjadikan dia pemimpin kelompok Eye's , Karena Vincen sangat menghormati atasannya , dia juga tidak akan menghianati Tuannya jika dia sudah merasa nyaman, Walaupun kekurangannya dia tidak bisa menahan gairahnya ketika membunuh seseorang.
Di markas kelompok Ghos't , Brodi pemimpin kelompok Ghos't mengatur rencana pada para petinggi kelompok Ghos't " Sam , Kamu siapkan anak buah kamu untuk meninjau lokasi yang Tuan Narendra berikan "
" Baik Bos !" ucap Sami tegas.
" Roni , Kamu kumpulkan informan kita untuk mempercepat pekerjaan Tuan Narendra , ingat Cari segala Informasi di kota tersebut sedetail - detailnya !"
" Siap Bos !" jawab Roni.
" Alex , kamu yang akan menemaniku jika Tuan Narendra kemari , kamu dan anak buahmu harus menjaga Tuan Narendra dengan cara apapun !"
__ADS_1
" Dimengerti Bos !"
Karena Narendra sudah merencanakan akan terbang ke Zelris tempat kelompok Ghos't berada .
Jadi Brodi menyiapkan segala sesuatunya dari sekarang , dia tidak ingin kecolongan sedikitpun dalam mengawal Narendra Nantinya.
***
Sementara itu, Narendra sedang berada di kamarnya , dia sedang melihat lahan yang akan dia bangun sebuah perusahaan di laptopnya .
Tari menghampirinya dengan membawa secangkir kopi " pih..ini kopinya " Tari meletakan kopi di meja Narendra.
Tari duduk di sebelah Narendra dan bertanya " Itu dimana pih ?"
" Ini di luar Negeri Mih , Rencananya aku mau membangun sebuah perusahaan disana " Jawab Narendra yakin.
Tari mengerutkan keningnya " Papih akan ke luar negeri ?" Tanya Tari cemas.
Narendra mengangguk " Rencananya minggu depan aku akan terbang kesana "
Wajah Tari terlihat sedih , pasalnya dia tidak mau di tinggal sendiri dirumah , apa lagi dia baru sembuh dari cideranya.
Narendra yang melihat itu tersenyum " Mamih tenang saja , kita semua akan kesana ,itung - itung liburan "
Wajah Tari berubah menjadi cerah " papih tidak bohongkan ?" tanya Tari bersemangat.
Narendra mengangguk , Karena dia memang berniat membawa keluarganya . Narendra tidak mungkin meninggalkan anak istrinya ,sementara luka hatinya masih belum sembuh, jadi dia ingin bersenang - senang dengan keluarga kecilnya sekaligus mengurus Bisnisnya di luara negeri.
Bukankah dengan seperti itu Narendra tidak perlu mengkhawatirkan mereka , Mereka juga bisa menjadi penghilang penat karena disana Narendra tidak punya kenalan.
.
.
.
__ADS_1