Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
Bab 59


__ADS_3

Wiradi yang mengetahui jika Felix terlibat lagi , dia segera menyuruh anak buahnya untuk mencari semua aset Felix baik yang besar maupun yang kecil.


Wiradi bermaksud ingin menghancurkan semua Aset Felix agar dia tidak bertindak macam - macam lagi dengan Keluarga aditya.


Tapi sayangnya Wiradi tidak tahu , jika perusahaan Felix sebenarnya sudah di jual semuanya , perusahaan tersebut yang menggunakan nama Felux sebenarnya milik dari Roger.


Benar saja saat Wiradi dan anak buah mencari perusahaan milik Felix hasilnya nihil , tidak ada perusahaan yang terdaftar atas nama Felix.


Wiradi menemui Narendra untuk membahas masalah tersebut , mereka ngobrol di ruang tamu dengan di dampingi Lux yang berdiri di belakang Wiradi.


" jadi maksud paman , jika perusahaan yang di gunakan untuk menekan aditya grup hanya sebagai pengalihan saja ?" tanya Narendra tidak percaya.


Wiradi mengangguk " Benar Ndra, kemungkinan mereka sudah menyiapkan rencana tersebut matang - matang, tapi yang membuat aku heran kenapa mereka bisa tahu jika kita melacak mereka " jawab Wiradi penasaran.


" terus apa rencana paman selanjutnya ?"


Wiradi menggeleng " entahlah.. kita hanya bisa mencari sebisa mungkin " ucap Wiradi tidak berdaya.


Narendra menghela napas, dia kemudian teringat dengan pembunuh bayaran yang masih disekap " Bagaiman dengan pembunuh bayaran, apakah dia belum juga buka suara ?"


" dia masih menutup mulut rapat - rapat , jika saja kita tahu keluarganya , mungkin dia akan cepat berbicara , tapi sayangnya dia hidup sebatang kara , jadi kita tidak bisa mengancamnya " Wiradi berkata dengan lemah.


Narendra mengangguk mengerti " Paman , boleh aku bertemu dengannya , biar aku coba bertanya dengannya "


Wiradi diam sebentar untuk berpikir " Baiklah "


Wiradi kemudian menelpon Jony untuk membawa Pembunuh tersebut ke kediaman Narendra , pasalnya tidak mungkin jika Narendra keluar rumah , takutnya dia akan kembali di incar lagi.

__ADS_1


Satu jam kemudian , Jony sampai di kediaman Aditya membawa pembunuh bayaran dengan menutupi kepalanya dengan Kain Hitam.


Jony menyeret pembunuh bayaran masuk ke Vila Naraya , Narendra yang melihat seorang pria yang di tutupi Kain Hitam dia menghela napas untuk meneguhkan hatinya agar tidak berbelas kasihan.


Jony memaksa pembunuh bayaran berlutut dengan tangan yang di borgol ke belakang " Buka penutup kepalanya !" ucap Narendra tegas.


Saat penutup kepala pembunuh bayaran di buka , Narendra sedikit terkejut karena pria tersebut seumuran dengannya.


Narendra menatap tajam pembunuh bayaran, tapi pembunuh bayaran Malah menyeringai melihat Narendra.


Narendra berdiri , dia menghampiri pembunuh bayaran dan jongkok dihadapannya , tatapan Mereka saling bertemu " aku tidak menyangka jika kamu masih muda tapi sudah bisa melakukan tugas seperti ini " ucap Narendra datar.


Pembunuh bayaran mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan pertama Narendra ,pasalnya jarang sekali seseorang yang menangkap orang yang akan membunuhnya akan bicara setenang Narendra.


" Aku tahu kamu tidak mau bicara Karena prinsip kamu , ego kamu atau keluarga kamu ?" Narendra berkata lagi dengan santai.


Raut Wajah pembunuh Bayaran sedikit berubah saat mendengar kata keluarga, Narendra yang melihat itu tersenyum.


Narendra tidak sengaja menemukan foto tersebut saat keluar dari Studio film saat dia sedang di Evakuasi, dia menemukan sebuah Dompet yang isinya sebuah foto dan beberapa kartu Nama.


Awalnya Narendra ingin memberitahu Wiradi dan Kakeknya, tapi karena kecelakaan Narendra tidak sempat untuk menceritakannya.


Narendra baru teringat Saat Roger menyerang perusahaannya , dia mencari Celana yang dia kenakan waktu kecelakaan.


Sayangnya celana tersebut sudah di buang oleh Bi Edah , Saat Narendra bertanya pada Bi Edah tentang sebuah Dompet , untungnya Bi Edah menyimpannya .


Narendra menyeringai " Bagaimana Wirahadi gunawan , apa sekarang kamu mau bicara ?" Narendra memanggil nama Lengkap pembunuh bayaran tersebut.

__ADS_1


Wiradi dan Lux langsung tercengang saat Narendra memiliki sebuah foto dan identitas pembunuh bayaran tersebut.


Narendra yang tahu jika Wiradi penasaran darimana dia mendapatkan foto dan identitas pembunuh bayaran , Narendra melambaikan tangannya , agar Wiradi diam terlebih dahulu, Wiradipun mengangguk mengerti.


" Bajingan !!, jangan bawa - bawa keluargaku !!" Untuk pertama kalinya Wira membuka suara.


Narendra menjambak Rambut Wira " Kamu bilang jangan bawa - bawa keluarga !!, lihat apa yang telah kamu lakukan dengan keluargaku !!!"


" Buuugg !!!" Narendra memukul Wira sekuat mungkin, hingga darah segar mengalir dari sudut bibir Wira.


Narendra melepaskan jambakannya , dia menghela napas " Hufft.. Asal kamu tahu Wira , aku buka tipe orang yang suka membalaskan dendam untuk diriku sendiri ,tapi...."


Narendra menatap Wira dengan tajam , dia mengepalkan tangannya " jika ada yang berani menyakiti keluargaku , Aku juga akan menyakiti keluarganya !!"


Terlihat sebuah tekad di sorot mata Narendra yang membuat Wira sedikit terenyuh. Wira tahu bagaimana rasa sakitnya jika ada orang yang menyakiti keluarganya.


Dia menerima misi pembunuhan juga untuk mencukupi kebutuhan keluarganya , agar anak istrinya tidak di rundung karena miskin.


Wira Baru dua tahun melakukan misi pembunuhan , tapi karena kemahiran dia menggunakan senjata , Wira dengan mudah menyelesaikan misinya dan semuanya tidak pernah gagal.


Setelah dia menjadi pembunuh bayaran ,kehidupan keluarganya berangsur - angsur membaik , dia bisa membelikan segala sesuatu untuk istri dan anaknya.


Sebenaranya Wira juga takut jika kelak anak istrinya tahu pekerjaan yang dia lakukan , dia takut jika nanti istrinya akan meninggalkan dia.


Untuk itu Wira bertekad untuk menyelesaikan beberapa misi lagi dan membuka sebuah usaha dan hidup bahagia dengan keluarga kecilnya.


Tapi na'as Wira menerima misi yang salah , dia mengincar orang yang memiliki penjagaan ketat, Wira sebenarnya sedikit ragu saat mengincar Narendra tapi karena bayaran yang besar Wira membulatkan tekadnya menerima misi tersebut.

__ADS_1


Wira menundukan kepalanya saat Narendra berkata seperti itu , dia kemudian buka suara dengan Lemah " aku akan melakukan apapun untukmu , tapi tolong jangan sentuh keluargaku " Nada suara Wira bergetar.


..


__ADS_2