Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
Bab 56


__ADS_3

" Selamat yah Ndra !" Lunar mengulurkan tangannya, Narendra membungkuk Untuk Bersalaman dengan Lunar yang ada dibawah Panggung.


Pembunuh yang tadinya mengincar Kepala Narendra , seketika Peluru tersebut meleset dan Menembak Sebuah dekorasi panggung yang terbuat dari kaca.


" pranggg !!!"


Seketika semua orang Berteriak.


" Arghhh !!!"


Gemuruh tepuk tangan berubah menjadi teriakan Histeris para wanita yang menyaksikan tembakan tersebut.


Semua orang Panik, Mereka berhamburan tidak teratur karena tembakan Tersebut.


Bandi , Lux dan pengawal keluarga aditya langsung bergegas mengamankan Tuannya.


" Tuan Narendra !" Bandi Langsung memeluk Narendra dan melindunginya , dengan 3 pengawal Lainnya yang siaga.


Polisi yang hadir ditempat lokasi juga langsung bertindak, mereka mengamankan semua orang yang ada ditempat tersebut Agar Tidak Panik.


seorang petugas keamanan mengambil mikrofon dipanggung dan Berbicara " Semuanya harap tenang, Mohon untuk diam ditempat ,jangan ada yang bergerak sedikitpun !!"


" Tutup Semua pintu masuk dan geledah semua Orang !!!" Petugas keamanan Kembali berkata.


Narenda dan Keluarganya sudah dibawa kedalam mobil yang Bandi siapkan, setelah mereka masuk Bandi langsung Bergegas Membawa mereka pulang dengan Di kawal Beberapa Mobil.


didalam Mobil , Tari Terlihat sangat ketakutan, tubuhnya bergetar hebat , Narendra yang melihat itu langsung memeluk Tari " Kamu tidak apa - apakan Mih "


Tari meneteskan Air matanya dan memeluk Narendra dengan Erat " Pih.. Aku takut "


Narendra juga sebenarnya takut , Tapi dia tidak ingin menunjukannya pada Tari , Pasalnya dia tidak ingin Istrinya merasakan Trauma yang Berat " Kamu tenang yah Mih.." Narendra mengusap - usap punggung Tari.


Naraya yang duduk didepan bersama Bandi menghela napas, dia mengepalkan tangannya Karena geram dengan Aksi pembunuhan tersebut.


Untungnya keberuntungan masih berpihak di sisi Narendra , Kalau Lunar tidak menyapa Narendra mungkin dia akan terkapar di rumah sakit atau mati.


****


Di tempat Kejadian, Semua Orang sedang diperiksa oleh petugas keamanan , Wiradi yang ada ditempat tersebut memperhatikan semua Orang yang sedang Berjongkok dan Menaruh tangannya di belakang kepala.

__ADS_1


Pandangan Wiradi Menyapu setiap Orang , Wiradi Melihat orang yang Gelisah. dia kemudian membisikan sesuatu pada anak buahnya agar menangkap Orang tersebut dengan hati - hati.


Anak Buah Wiradi mengerti , dia langsung menyergap orang tersebut dan membawanya kedepan Wiradi.


" Periksa dia !!" Ucap Wiradi tegas.


anak buah Wiradi langsung memeriksa orang tersebut , tapi sayangnya mereka tidak menemukan apa - apa pada orang tersebut.


Wiradi yang masih Curiga pada orang tersebut bertanya " Siapa nama kamu !"


" Sa..Saldi Tuan !" Ucap dia gagap.


" Kenapa kamu seperti ketakutan !?" Wiradi bertanya lagi.


Saldi Takut jika dia berkata dengan apa yang dia lihat saat Penembakan Narendra terjadi , dia berkeringat dingin.


" Cepat Jawab !!" Joni Membentak Saldi dengan Kasar.


Saldi semakin ketakutan , dia tidak berani berbicara didepan banyak orang , dia hanya menundukan kepalanya dan sesekali melirik Wiradi.


" Bawa dia keruangan Yang sepi, aku ingin bicar dengannya !" Wiradi menatap Saldi.


Wiradi menyuruh Saldi duduk ,dia kemudian Berkata " Kamu ingin bicara empat mata kan?, Bicaralah "


Saldi menghela napas " Sukurlah Tuan Mengerti , Saya melihat Seseorang yang menembak Tuan Aditya , tapi Orang tersebut sudah meninggalkan tempat ini "


Wiradi Menatap Saldi dengan Serius " Apa kamu yakin ?"


" Ya !" Saldi mengangguk dengan Pasti.


" Apa kamu melihat wajahnya ?" Tanya Wiradi Lagi.


Saldi kembali mengangguk , Wiradi Kemudian menyuruh Beberapa orang untuk menggambar sketsa Wajah orang yang di bilang Saldi.


Karena Semua Cctv sudah di retas saat penyerangan, jadi Wiradi Menggunakan Gambar Wajah yang di katakan Saldi.


Saat gambar selesai di buat sesuai informasi dari Saldi, Wiradi terkejut " Jose !" Saldi langsung berdiri.


" Hubungi Para penjaga Tuan Aditya dan bebaskan semua Orang !!" Wiradi langsung bergegas Pergi dari ruangan tersebut.

__ADS_1


Wiradi tahu jika Jose adalah oembunuh Bayaran, dia tidak akan melepaskan buruannya begitu saja, Wiradi sangat Yakin juka Jose akan menyerang Naraya dan Keluarganya di jalan.


" Sial !, mudah - mudahan aku belum terlambat !" Wiradi menyuruh Anak buah untuk cepat ke rumah Naraya.


***


Di Mobil yang di tumpangi Naraya dan Keluarganya ..


Mobil sampai di perempatan Jalan , saat Itu Ponsel Naraya berbunyi ,dia langsung mengangkatnya " Naraya hati - hati , yang memuru Kalian Jose ,di... " Belum Selesai Bicara Suara Tabrakan terjadi.


" Bruakkkkk !!"


Mobil yang di kendarai Bandi terplanting karena tabrakan tersebut karena di tabrak sebuah Truk.


" Naraya , Naraya !!!" Telpn Naraya masih menyala, Wiradi terus memanggil - manggilnya.


Semua pengawal keluarga Aditya sebagian Langsung Bergegas menyelamatkan Tuannya , sementara sebagian mengejar pelaku.


Naraya ,Narendra dan Tari pingsan, terlihat darah Berceceran di tubuh Ketiga orang tersebut.


Sementara Brandi masih sadarkan diri, Walau kepalanya Berdarah dan lengan Kanannya patah karena benturan tadi.


Bandi di keluarkan oleh teman seperjuangannya " Tuan, Selamatkan Tuan Cepat !!, Bawa mereka kerumah sakit Cepat jangan hiraukan Aku !!!" Bandi meraung .


Bandi dengan tertatih - tatih melihat Ketiga Majikannya terkapar dengan penuh Luka , Bandi Ambruk di aspal " Bruggg !" Lutut Bandi menyentuh Aspal.


Bandi Meneteskan Air mata ,dia berteriak " Bangs*t Akan Kubunuh Kalian semua yang berani melakukan Ini pada Tuan !!!!"


Lux menepuk Bandi dari belakang " Kamu tenanglah , Tuan Pasti akan selamat "


" Tenang ?, apanya yang tenang !!? , Kamu lihat Lux Tuan sekarat !!, apa gunanya kita sebagai pengawal jika tidak busa melindungi mereka !!" Bandi membentak Lux.


" Diamlah Bandi !!!, Kamu pikir dengan kamu Meraung - raung seperti ini masalah akan selesai begitu saja !!!" Lux juga ikut meninggikan suaranya.


Lux menghela napas dan kembali bicara " Aku tahu kamu kecewa , Kami juga sama , kita orang yang dibesarkan oleh Tuan Naraya , Kita juga tahu perasaan kamu , lebih baik kamu obati Luka kamu dan kita habisi para pengganggu ini !" Lux mengepalkan tangannya.


Bandi mulai sedikit tenang , tapi pikirannya masih kosong akibat ketidak berdayaannya, dia tidak bisa melakukan apa - apa saat Tuannya di serang, dia tidak bisa memprediksi kehadiran Musuhnya.


Bandi terus menerus menyalahkan dirinya sendiri dalam benaknya.

__ADS_1


.....


__ADS_2