Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
bab 44


__ADS_3

Saat Tari sudah duduk di kursi, dia kemudian Berkata Pada Rudi " Rudi Lebih baik kamu jangan menemui aku Lagi , Aku tidak ingin suamiku salah paham "


" Apa maksudmu ?, Apa kita tidak boleh berteman ?, Lagipula apa sih bagusnya dia buat kamu ?" Ucap Rudi santai.


Tari mengerutkan keningnya " Rudi jaga bicaramu, Narendra segalanya buatku !!" Ucap Tari sedikit meninggikan suaranya.


" Ck, Tari , Tari , Lihatlah kamu yang sekarang , kamu di buat menangis oleh diakan ?, apa yang kamu harapkan dari suami yang tidak bisa mengerti kamu " Rudi masih percaya diri dengan kata - katanya.


Rudi tidak berpikir dia sedang ada dimana, Tari juga tidak menyangka jika Rudi akan secara terang - terangan berkata seperti itu dirumah Narendra.


" Rudi kamu..." Belum selesai bicara, Rudi Memotong ucapan Tari.


" Ya.. ,aku kesini untuk bilang kesuami kamu agar menceraikan kamu , Tari aku Serius ingin Bersama kamu " Rudi menggenggam tangan Tari.


Tari mengibaskan tangannya " Cukup Rudi !!, aku hanya menganggap kamu sebagai teman ,tidak lebih "


Tari Berusaha melepaskan cekalan tangan Rudi, tapi Rudi semakin Kencang mencengkram Tari , dia kemudian menarik Tari kearah mobilnya.


Tari meronta dan berteriak, dia sangat menyesal karena telah percaya dengan Rudi, Bodohnya Rudi dia bertindak di rumah Narendra.


Jelas saja saat Tari berteriak, Anak Buah Bandi langsung berdatangan.


" Lepaskan Nyonya Tari !!" Ucap salah satu anak Buah Bandi.


Rudi menyeringai, dia mengeluarkan pisau dan mengalungkan pada Leher Tari " Jangan bergerak, berani bergerak aku akan membunuhnya !!"


Anak Buah Bandi tidak berani bergerak, pasalnya mereka takut Tari kenapa - napa, Narendra yang melihat itu dari kejauhan menghela napas.


" Bandi Kamu urus bajingan itu, jangan sampai Nyonya kenapa - napa, Aku mau istirahat !" Narendra seolah tidak peduli dengan Tari , padahal dia sangat sakit melihat Tari seperti itu.

__ADS_1


Alasan dia meninggalkan Tari, Karena dia percaya dengan Bandi jika dia bisa menyelamatkan Tari.


mungkin Jika Narendra sedang tidak marah dengan Tari , dia akan panik saat Melihat Tari di kalungi pisau.


Bandi mengangguk mengerti, dia langsung Bergegas kearah Rudi.


Dengan Cepat Bandi Tiba - Tiba mencengkram Lengan Rudi yang menggenggam pisau dan langsung memlintirnya hingga patah " Klakkk " Suara Sendi siku Rudi bergeser.


" Arghhh !!" Rudi meraung , dengan Reflek dia melapaskan Tari.


Tari langsung berlari kearah Anak Buah Bandi. Bandi menendang ************ Rudi hingga di jatuh meringkuk di tanah " Ikat dia dan lemparkan ke laut !!" Ucap Bandi kejam.


Rudi terbelalak Kaget " Kamu.. Kalian pikir Keluarga aditya yang terhebat, Tuanku akan menghancurkan keluarga Aditya !!"


Bandi semakin Geram, dia menendang kepala Rudi dengan Keras Hingga terpelintir dan Mati di tempat.


Tari terkejut , dia tidak menyangka jika Bandi begitu kejam.


" Baik Bos !!" Mereka serempak menjawab.


Setelah kepergian mereka, Bandi menghampiri Tari " Nyonya Tari, bukan saya ingin menggurui, tapi apakah anda tidak bisa menilai orang dari sifatnya ?, Bukankah dia mantan anda ?, harusnya anda Tahu seperti apa dia , Saya yang baru melihatnya saja sudah Ingin membunuhnya , tapi nyonya malah membuka peluang untuk dia, untung Tuan masih sayang sama Nyonya , Kalau Tidak ..." Bandi sengaja memotong ucapannya, agar Tari mencerna baik - baik Ucapannya.


Tari menangis setelah di ceramahi Bandi, dia berlari masuk Ke dalam Vila mencari Narendra, tapi Tari tidak melihat suaminya di ruang keluarga lagi.


Bandi menggeleng " Dasar Wanita , dikasih sedikit kebaikan saja sudah Luluh, pantas saja ABG sekarang di jajanin Bakso aja Mau di ajak kesemak - semak ,Hadeehhh.." Bandi menghela napas kasar.


Tari langsung pergi kekamar Mencari Narendra, dia benar - benar sudah sadar jika perbuatannya sangat salah.


Tari Melihat Suaminya yang sedang berbaring di ranjang, Narendra terlihat sangat Lelah , Tari Naik Ke ranjang, dia Berbaring di samping Narendra sambil memeluknya.

__ADS_1


" Mamih minta maaf pih.." Ucap Tari sambil menangis.


Narendra tidak menggubrisnya, Walaupun dia belum tertidur tapi dia sengaja membiarkan Tari seperti itu.


***


Bandi Yang sudah berada diruangan Naraya Melapor " Tuan Besar , saya sudah membunuh Tangan Kanan Felix " Ucap Bandi sambil menundukan kepalanya.


Naraya mengerutkan keningnya " Apa perlu sampai membunuhnya Bandi ?"


" Tuan Besar, saya tidak tega melihat Tuan Muda terus - terusan Bermasalah dengan dia , saya Takut Mental Tuan Muda terganggu, lebih baik saya membunuhnya ,biar Masalah ini tidak berlarut - larut " Ucap Bandi tegas.


Naraya menghela Nafas " Beritahu Arif untuk bersiaga, aku yakin Felix tidak akan membiarkan masalah ini begitu saja "


" Baik Tuan Besar !" Bandi kemudian pamit undur diri.


Setelah kepergian Bandi Naraya Bergumam " Narendra aku Harap kamu sudah mengambil keputusan yang tepat, Karena dengan begini kita akan menyatakan perang dengan Felix "


Tubuh Tua Naraya sudah sangat Rapuh, dia tahu jika Felix nantinya akan menyerang keluarganya jika dia mengetahui orang kepercayaannya sudah mati di tangan Bandi.


untuk itu Naraya membuat tindakan pencegahan, agar semua anak buahnya siap siaga, untuk menerima Serangan Felix jika itu benar - benar terjadi.


***


Sementara Naraya Membuat Pengaturan untuk keselamatan keluarganya, Tari dan Narendra masih belum menyelesaikan Masalah Mereka.


Jika Bandi tidak membunuh Rudi ,kemungkinan mereka Berpisah akan sangat besar, pasalnya dari masalah - masalah yang dulu di lalui Narendra dan Tari hanyalah Masalah Ekonomi bukan Masalah tentang Perasaan seperti sekarang.


Hidup memang tidak Selalu indah , Semua orang pasti punya masalahnya sendiri.

__ADS_1


Entah itu orang Miskin atau kaya semuanya sama Saja di mata Tuhan.


Mereka akan mendapat Masalah sesuai porsinya masing - masing, jadi jika Kita Melihat orang yang selalu bahagia , itu bukan karena dia tidak punya masalah, Tapi dia pandai untuk menyembunyikan masalahnya ,agar orang di sekitarnya selalu tenang jika Berada di dekatnya.


__ADS_2