
Luke mengirim seorang mata - mata untuk mencari informasi tentang kelompok orang yang melindungi Narendra. seperti yang Ludwil minta.
" Lodi , ingat misimu hanya mencari informasi , jika ada orang yang mengenalimu ,jangan biarkan orang tersebut menangkapmu !" ucap Luke tegas.
Lodi mengangguk " Dimengerti Tuan !" Lodi langsung bergegas menjalankan misinya.
Karena Luke merupakan tangan kanan Ludwil yang paling setia , dia sangat disegani oleh anak buah Ludwil lainnya.
Luke sudah seperti Bos kedua bagi mereka, karena kebanyakan yang membuat perintah itu Luke bukan Ludwil yang notabenya hanya duduk manis di singgasananya saja.
Sementara itu di lokasi Proyek , para pekerja sudah mulai menyiapakan alat - alat mereka , alat berat yang digunakan untuk mendukung proses pembangunan juga sudah mulai berdatangan.
Brodi yang mengawasi sekaligus menjaga para pekerja tersebut , Karena Brodi tidak mau kejadian kemarin terulang kembali.
Seorang mata - mata yang di kirim Luke ,menyamar menjadi pekerja proyek , dia membaur dwngan para pekerja asli, tanpa ada yang curiga sedikitpun.
Tapi mata - mata yang dikirim Luke terkejut saat melihat Brodi , dia begidik ngeri , pasalnya dia tahu siapa Brodi .
" Apakah aku tidak salah lihat ?, jika itu benar - benar Tuan Lane , maka Tuan Luke sedang berhadapan dengan orang yang salah !" gumam Lodi tersebut lirih.
Lodi untuk sesaat kembali ikut bekerja , karena dia tidak mungkin meninggalkan pekerjaan begitu saja ,sebab bisa menimbulkan kecurigaan pada yang lainnya.
Sementara itu Brodi tidak tahu jika ada seorang mata - mata yang memasuki kawasan proyek , karena menurut Brodi anak buahnya menjaga dengan ketat setiap sudut proyek.
Setelah jam makan siang , Lodi menyelinap pergi dari tempat tersebut , dia dengan hati - hati mengawasi Area sekitar ,agar tidak ada yang meilhatnya menyelinap pergi.
***
Di kediaman Narendra , dia sedang memiliah - milah berkas Perusahaan yang ingin dia jadikan partnernya.
Karena di Zelris dia belum memiliki kantor ,jadi dia bekerja dalam salah satu kamar Vila yang dia jadikan ruangan kerja.
Dia kali ini tidak sendirian , Narendra di temani Bandi yang Notabenya hanya tahu sedikit tentang perusahaan.
Bandi mengeluh " Tuan... kenapa anda tidak mencari asisten saja , saya pusing membaca berkas - berkas ini " ucap Bandi tidak berdaya.
Narendra tersenyum " Memangnya kamu punya kenalan yang cocok jadi asistenku ?" tanya Narendra pada Bandi.
__ADS_1
Bandi bersemangat " Tuan Brodi punya banyak kenalan , kalau anda mau saya akan meminta pada Tuan Brodi " jawab Bandi dengan wajah sumringah.
Nerendra menggelengkan kepalanya sambil tersenyum " ya sudah.., atur saja sesuka kamu "
Bandi mengangguk " Baik Tuan !" Bandi beranjak dari tempat duduknya. Dia akan pergi keluar ruangan.
Tapi Narendra menegurnya saat dia masih berdiri " kamu Mau kemana ?"
" Bukankah Tuan menyuruh saya menghubungi Tuan Brodi ?" jawab Bandi heran.
" Selesaikan ini dulu , kamu kan bisa menghubunginya lewat ponsel ?" Ucap Narendra sambil menyeringai.
Senyum di wajah Bandi berangsur - angsur menghilang , dia kembali duduk dan membantu Narendra memilah - milah Berkas lagi dengan Wajah di tekuk.
Narendra sangat senang mengerjai Bandi , pasalnya Bandi merupakan bawahan setianya selama ini , walaupun sekarang ada Wira yang selalu mematuhi ucapan Narendra ,tapi Narendra masih belum percaya 100% dengannya.
Tari mengantarkan kopi untuk mereka berdua ,Tari selalu memprioritaskan melayani Narendra jika dirumah , dia tidak mengijinkan pelayan melayani suaminya jika dia sedang tidak mengaduh Alveandra.
" Pih.. ini kopinya ,dan ini buat kamu Bandi " ucap Tari ramah.
" Nyonya , anda tidak perlu juga membuatkan kopi untuk saya , saya bisa bikin sendiri " ucap Bandi sopan. pasalnya dia tidak enak dilayani majikannya.
Bandi melihat Tari yang keluar dari ruangan tersebut , Narendra mengernyitkan dahinya " Kenapa kamu memandangi istriku ?" tanya Narendra penasaran.
" Nyonya Tari semakin hari semakin Cantik saja " Ucap Bandi Reflek.
Narendra langsung memelototi Bandi " Oh.. jadi sekarang sudah mulai berani memandangi istriku ?". Ucap Narndra dingin.
Bandi langsung menampar mulutnya sendiri " Mulut nakal , Mulut kurang ajar " setelah beberapa pukulan Bandi melirik Narendra sambil tersenyum getir.
Narendra menghela napas " Lanjutkan kerjanya !"
Bandi mengangguk , dia langsung pura - pura menatap Berkas - berkas tersebut dengan serius , padahal dia tidak begitu memahami isinya.
***
Sementara itu , Lodi berhasil keluar dari tempat proyek tanpa di ketahui siapapun.
__ADS_1
Dia bergegas ke tempat Luke untuk memberitahu informasi penting tersebut , Karena Lodi yakin jika Informasi tersebut akan berguna untuk Ludwil.
Taksi yang di naiki Lodi sampai di perusahaan milik Ludwil , dia dengan tergesa - gesa langsung masuk dalam gedung perusahaan.
" Tok
" Tok
" Tok
Pintu ruangan Luke di ketuk oleh Asistennya , Luke langsung mempersilahkan masuk orang yang mengetuk pintu.
Saat melihat Lodi , Luke menyuruh asistennya untuk keluar ,meninggalkan Mereka berdua saja di ruangan tersebut.
Lodi langsung duduk di hadapan Luke dan berbicara " Tuan... kurasa masalah yang anda sedang hadapi tidak mudah "
Luke mengerutkan meningnya " Maksud kamu ?"
Lodi menghela napas " Tuan... Orang yang bernama Narendra ini benar - benar memiliki pasukan khusus , anda tahu Brodi Lane kan ?, Lulusan sekolah Militer terbaik di Dunia yang tiba - tiba menghilang ?, sepertinya Brodi bekerja untuknya !" ucap Lodi lemah.
Luke terkejut , karena dia juga tahu siapa Brodi Lane , banyak orang militer yang membicarakannya ,Prestasi dia memang menggemparkan Dunia militer , Anak muda yang mampu menyapu bersih medali Emas saat acara lomba yang mengadu seluruh Pasukan Militer terbaik di Dunia.
Brodi juga pernah ke medan perang beberapa kali dan pasukannya selalu memenangkan peperangan tersebut tanpa satu orang pun tewas.
" Apa kamu yakin Lodi !!" ucap Luke mencoba tidak percaya.
" Tuan...saya dulu sangat mengaguminya ,bagaimana mungkin saya tidak mengenalinya " Lodi berkata dengan yakin.
Luke sedikit ngeri , pasalnya jila itu benar - benar Brodi , Mau Bosnya mengirim ribuan pasukan juga tidak akan membuat takut Brodi.
.
.
.
.
__ADS_1
.