Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
Bab 80


__ADS_3

Luke dengan tergesa - gesa ingin segera menemui Ludwil, tapi sayangnya dia tidak ingat kondisi tubuhnya yang semalaman di ajak bekerja.


Sepanjang menyetir Mobil, Luke menguap karena mengantuk, dia meminum kopi kaleng yang sengaja dibawa agar tetap terjaga.


Tapi....


" Tiiiiiiinnnnn ! "


" Bruaaaakkkkk !!!!"


Luke yang tidak sadar jika ada lampu merah diperempatan jalan, Mobilnya di sampar Truck Tronton yang sedang melaju kencang.


Mobil Luke terhantam dan terseret oleh Truck tersebut, hingga menabrak pembatas jalan.


Tabrakan beruntun terjadi dieperempatan tersebut akibat kecerobohan Luke.


Luke langsung tewas ditempat akibat terhimpit badan Mobil yang ringsek akibat hantaman truk tersebut.


Sopir Truk juga tidak kalah tragus, dia terluka parah karena kakinya terjepit diantara setir dan tempat duduknya.


Seketika semua orang berkerumun menyaksikan kejadian tersebut.


Sementara itu ditempat Ludwil, dia dengan lercaya dirinya meminta bantuan Militer dak kepolisian Zelris untuk melacak keberadaan anaknya.


Ludwil tudak menyadari jika orang kepercayaannya telah mengalami kecelakaan maut.


Baron komandan Militer yang baru dilantik sedang berbincang dengan Ludwil " Tuan Zain, anda jangan khawatir kami akan segera menemukan anak anda !" Baron berkata dengan tegas.


Ludwil mengangguk " Terimakasih Tuan Baron, Saya akan memberikan dana tambahan buat Militer jika anda menemukan anak saya dan menghabisi penculik tersebut !" Ucap Ludwil geram.


Baron tersenyum cerah, pasalnya dia mengira jika tugas tersebut akan sangat mudah, dia hanya perlu menangkap penculik.


Baron mengantara Ludwil keluar ruangannya, karena dia tahu jika Ludwil adalah penguasa Zelris, Pemimpin Zelris saja yang Notabenya orang nomor satu di Zelris tidak bisa dibandingkan dengan Ludwil.


Setelah Ludwil pergi dari tempat tersebut dengan Mobilnya, Baron kembali keruangannya, dia akan menelpon pemimpin pasukan Khusus yang dibawah komandonya.

__ADS_1


Tapi saat dia akan menelpon, Ponselnya berdering terlebih dahulu, Baron mengerutkan keningnya saat melihat nomor baru yang menghubunginya di layar ponselnya.


Baron mengangkat telepon tersebut " Halo...!"


" Baron, Selamat atas kenaikan pangkatmu " ucap orang di seberang telepon datar.


Tangan Baron gemetar, pasalnya dia tahu persis suara siapa yang menelponnya " Tu..Tuan Brodi..., benarkah itu anda ?" tanya Baron kaget.


Terdengar Brodi diseberang telepon menghela napas " Terimakasih karena masih mengingatku Baron, Apa kita bisa bertemu ?, aku ingin berbicara denganmu, bukan di telepon !"


" Tentu saja bisa Tuan, anda ingin bertemu dimana ?" jawab Baron langsung, pasalnya Baron memang ingin bertemu dengan Brodi.


" Aku ada di Bar Royal " jawab Brodi santai.


Baron terkejut karena ternyata lokasi Brodi sangat dekat, pasalnya Bar Royal memang tempat para bawahan Baron melepas penat.


" Baik !, Aku segera kesana !" Baron langsung mematikan Ponselnya dan bergegas menemui Brodi, pasalnya dia tidak ingin membuat Brodi menunggu lama.


Baron yang awalnya ingin menghubungi pasukan Khususnya, dia mengurungkan niatnya, karena menurut Baron, Brodi lebih penting dari apapun.


Hanya butuh Lima Menit dengan Mobilnya, Baron sampai di Bar Royal.


Jelas saja kehadiran Baron membuat para anak buahnya terkejut, mereka tidak menyangka jika komandan tertinggi mereka akan ke tempat tersebut yang Notabenya tempat kecil untuk ukuran Komandan.


" Komandan, kenapa anda tidak bilang jika ingin kemari ?" Bawahan Baron yang sudah mabuk menegurnya.


Baron menghela napas " Jangan hiraukan aku, kamian bersenang - senanglah, aku kesini hanya untuk menemui seseorang !" jawab Baron sambil berlalu meninggalkan anak buahnya.


" Siap Ndan !!"


Baron menggelengkan kepalanya, dia langsung bergegas menemui Brodi, di ruangan yang sudah ditentukan oleh Brodi.


Saat dia membuka pintu, Baron dikejutkan dengan Brodi yang sedang bersama dengan seorang pria muda disampingnya.


Baron memberikan salam pada Brodi kemudian dia duduk diseberang Brodi " Tuan Brodi, apa yang ingin anda bicarakan ?" tanya Baron tanpa basa - basi sambil melirik Pria disebelah Brodi.

__ADS_1


" Sebelum itu Baron, aku perkenalkan dulu, dia Tuan Narendra Aditya orang yang aku lindungi " Ucap Brodi Santai.


Sontak saja Baron terkejut, pasalnya dia tidak menyangka jika Brodi akan melindungi seseorang, tapi Baron segera tahu apa maksud Brodi.


" Baron Salvador !" Baron mengulurkan tangannya.


Narendra tersenyum dan menjabat tangan Baron " Senang bertemu dengan anda Komandan Salvador " ucap Narendra ramah.


Baron kembali menatap Brodi " Jadi... ?"


Brodi menghela napas " Karena aku mengargaimu Baron, aku ingin membuat kesepakatan denganmu "


Baron mengerutkan keningnya " Maksud anda apa Tuan Brodi ?" tanya Baron penasaran.


" Baron, aku yakin Ludwil sudah menghubungimu, Aku hanya ingin kamu jangan imut campur masalah Ludwil !"


Brodi diam sebentar kemudian melanjutkan " Jika kamu ikut campur masalah tersebut, aku tidak segan - segan untuk melawanmu !" Suara Brodi Lirih tapi terasa dingin di hati Baron, pasalnya dia tahu orang seperti apa Brodi.


Melihat Baron terdiam, Narendra menimpali " Yah... mungkin anda bingung Komandan Salvador, Ludwil sedang mengincar perusahaan saya, padahal saya tidak pernah menyinggungnya, saya hanya ingin anda bersikap netral agar kita tidak dirugikan satu sama lain " Narendra berbicara dengan santai.


Baron menatap Brodi sekali lagi, dia berharap jika Brodi hanya bercanda, tapi nampakanya masalah tersebut sangat serius.


Baron juga langsung mengerti, jika penculik anak Ludwil adalah orang didepannya, dia sekarang dalam dilema, antara melindungi orang terkaya di Zelris atau menuruti perintah orang yang membesarkannya.


Narendra yang melihat itu tersenyum " Komandan Salvador, anda tenang saja, saya akan pastikan Ludwil Zain akan menghilang cepat atau lambat, semua asetnya akan aku dapatkan secepatnya !" ucap Narendra dingin.


Baron terkejut, pasalnya nada suara Narendra dipenuhi dengan kepercayaan diri, Baron hanya bisa duduk tertegun memikirkan tindakan apa yang akan dilakukannya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2