Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
Bab 86


__ADS_3

Saat mendengar suara tersebut, Emosi Vincen tidak terkontrol, pasalnya dia tidak habis pikir jika Ayah orang yang dia sukai akan berpikiran sebejad itu.


padahal anaknya sedang di sekap oleh orang, tapi dia malah bersenang - senang dengan gundiknya, walaupun Vincen pria yang kasar, tapi dia masih memiliki perasaan.


Vincen langsung mendobrak pintu tanpa pikir panjang, Brodi yang melihat hal itu hanya menggelengakan kepala dan mengikutinya.


Jelasa saja dobrakan tersebut membuat Ludwil menghentikan aktivitasnya.


Vincen semakin geram saat Melihat tiga Wanita tidak mengenakan sehelai benangpun, satu Wanita sedang digagahi Ludwil.


" Bajingan !, tidak punya otak !, ternyata kamu memang benar - benar sampah Ludwil !" Vincen meraung marah.


Brodi mengerutkan keningnya, sekarang dia percaya jika yang Narendra bilang itu benar, jika Vincen menyukai Aulia.


Para Wanita yang melihat Brodi dan Vincen memegang senjata berteriak histeris.


" Arghhhh


" Argghhh


" Argghhh


Mereka langsung kepojokan ruangan tersebut, Wanita yang sedang di tindih Ludwil juga berontak, hingga pusaka Ludwil yang masih di Goa terlepas dengan paksa hingga terdengar bunyi " Plooongg !"


Ludwil terjungkal akibat berontaknya Wanita yang dia tindih, dia mulai tersadar " Si..siapa ka..lian !" ucap Ludwil terbata.


Vincen yang sudah geram, dia menghampiri Ludwil dan Menghajarnya tanpa ampun.


" Bajingan !, Bug !


" Brengsek !, Buk !


" Otak udang !, buk !

__ADS_1


Vincen sengaja menghajar Ludwil dengan tangan kosong, pasalnya dia sadar jika membunuh Ludwil akan menghancurkan rencananya.


Ludwil yang dihajar hanya bisa pasrah, dia yang notabenya tidak bisa bertarung sama sekali, jelas kalah dengan Vincen yang sudah terbiasa di medan tempur.


Sementara para Wanita meringkuk ketakutan di pojok ruangan tersebut, mereka bercucuran keringat dingin saat melihat Tuannya di hajar tanpa ampun oleh Vincen.


Brodi menarik selimut dan melemparkannya ke arah tiga wanita tersebut " Pergilah kalian ke Aula, teman - teman kalian ada disana !" perintah Brodi datar.


Ketiga wanita mengangguk, Mereka bertiga berbagi selimut tersebut untuk menutupi tubuh mereka.


Brodi menarik Vincen " Cukup Vincen !, kamu bisa membunuhnya !" bentak Brodi untuk menyadarkan Vincen.


" Biarkan aku membunuhnya Brodi, orang sepertinya tidak pantas hidup !, aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri !" Ucap Vincen geram.


" Plaaakkk !!"


" Sadar Bodoh !, kita masih dalam misi !" Brodi menampar Vincen dengan keras.


Vincen menatap Brodi dengan Mata memerah, dia seakan dirasuki Iblis.


Vincen perlahan tersadar, dia menghela napas panjang agar tenang kembali.


Vincen menatap Ludwil yang terkapar di lantai dengan wajah babak belur, darah mengalir dari pelipisnya yang bocor.


Vincen menjambak rambut Ludwil " Bangun kau bajingan !"


Ludwil hanya bisa menurut, pandangannya yang mulai kabur karena darah yang terus mengalir dipelipisnya, membuat dia duduk dengan Linglung.


Brodi menghela napas, dia memanggil anak buahnya untuk memberi pertolongan untuk Ludwil agar tidak tewas terlebih dahulu.


Penangkapan Ludwil berhasil, Ludwil di bawa Vincen dan Brodi ke Vila Narendra, dan menyekapnya di ruang bawah tanah tempat Aulia di sekap.


Di mobil Brodi menatap Vincen " Apa kamu tadi mau menghancurkan rencana kita Bodoh !" bentak Brodi.

__ADS_1


Vincen tidak menjawab, dia membuang muka dsri Brodi, pasalnya dia sadar jika hampir saja mengabaikan Misi dan mementingkan egonya.


Padahal selama ini Vincen tidak pernah seperti itu, dia selalu mementingkan misi lebih dsri nyawanya.


" kalau kamu membunuhnya seperti itu, sama saja kamu akan membunuh Aulia !, Apa kamu tahu jika Tuan Narendra diam - diam ingin mentransfer sebagian saham Ludwil untuk Aulia ?" tanya Brodi geram.


Vincen terkejut, dia menoleh kearah Brodi, pasalnya dia tidak diberitahu jika Narendra akan melakukan hal tersebut, dia mengira jika Narendra hanya akan menjadikan Aulia pelayan.


Brodi menghela napas " Tuan Narendra tidak bodoh, dengan Aulia yang memiliki sebagian saham, dia ingi keluarga Zain mengikuti perintah Aulia, agar Tuan Narendra bisa lebih leluasa menjalankan rencananya, tanpa terbebani dengan anggapan Media yang akan menuding Tuan Narendra sebagai Tiran Baru !, apa kamu sekarang mengerti Vincen !?"


Vincen tidak menjawab, dia hanya menyaring ucapan Brodi, dia baru menyadari jika Narendra ingin mendapatkan perhatian pejabat Zelris, dia harus bisa megendalikan keluarga Zain.


Dengan hadirnya Aulia yang akan berdiri disisinya, hal itu akan membuat keluarga Zain tidak curiga sama sekali jika Aditya Grup masuk dalam saham Zain Corp.


Pasalnya Aulia adalah anak Ludwil, jadi jika Ludwil menghilang tentu saja keluarga Zain akan mendukung Aulia menjadi pemimpin baru, untuk masalah keluarga Zain yang bisa memberontak, Narendra berencana segera melenyapkannya setelah transfer saham sudah terjadi.


Vincen menundukan kepalanya " Maaf Brodi, aku terlalu emosi "


" Sudahlah, lupakan yang sudah terjadi, kita kembali kerencana awal !, kita harus segera membuat Ludwil menandatangani pengundurannya dan menyerahkan semuanya pada Aulia !" Ucap Brodi tegas.


Vincen mengangguk mengerti, dia sekarang sudah lebih tenang.


Ludwil terbaring diranjang dengan lemah, dia manatap langit - langit ruang penyekapan dengan sendu " Ternyata cuma sampai disini hidupku, Aulia... apakah kamu baik - baik saja nak ?" gumam Ludwil lirih.


Ludwil cuma bisa berharap agar anaknya baik - baik saja, pasalnya dia sudah tidak bisa berbuat apa - apa lagi, dia sudah pasrah dengan keadaan yang menimpanya.


Ludwil Zain yang dulunya ditakuti semua orang, sekarang terkapar lemah, tidak ada satu orangpun yang membantunya, dia sekarang tahu jika bukan hanya uang yang diperlukan untuk membeli kesetiaan seseorang, dia juga perlu pendekatan pada anak buahnya yang selama ini dia anggap cuma alat untuknya.


Tapi nasi sudah menjadi bubur, Ludwil sudah tidak bisa merubah yang telah terjadi, karena mungkin sudah menjadi suratan takdirnya untuk berakhir seperti itu.


Tiba - tiba pintu terbuka " Aku baik - baik saja Ayah !"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2