Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
Bab 63


__ADS_3

Sementara itu , Wira dan Jony yang berhasil menangkap Roger dan Felix , mereka sudah sampai di Vila Narendra.


Narendra yang sudah di telepon Jony jika mereka akan sampai di Vilanya , dia menunggu di depan Vila bersama dengan Tari.


Mobil yang di bawa Wira dan Jony memasuki gerbang Vila , mobil Van tersebut berhenti di depan vila persis.


Wira dan Jony keluar dari mobil , mereka mengeluarkan Felix dan Roger yang sudah tersadar dari pintu belakang mobil.


Saat Narendra akan menghampiri Roger dan Felix ponselnya berdering , dia melihat nama Wiradi di layar ponsel.


Narendra langsung mengangkatnya " Ada apa paman ?"


" Naraya ndra .." Suara Wiradi bergetar di seberang telepon.


" Kenapa dengan kakek ,paman ?" tanya Narendra penasaran.


Wiradi twrdengar menghela napas " kamu yang sabar yah ndra , Naraya tidak bisa tertolong lagi , kami akan membawanya pul..."


Wiradi belum selesai bicara Narendra menjatuhkan ponselnya , Narendra menitihkan Air mata.


Tari yang melihat itu bertanya " Pih..ada apa ?"


Narendra ambruk di depan istrinya " Kakek Naraya mih.., kakek...!!!" Narendra berteriak.


Tari menutup mulutnya tidak percaya , dia lansung menggerakan kursi rodanya sendiri agar bisa memeluk suaminya " pih..sabar pih..."


Wira dan Jony yang melihat Narendra dan istrinya menangus saling menatap, mereka bertanya - tanya apa yang sebenarnya terjadi.


tapi beberapa saat kemudian ,Narendra melepaskan pelukan Tari , dia menghampiri Roger dengan wajah yang menggelap.


Tanpa basa - basi Narendra langsung memukul wajah Roger sekuat - kuatnya " Buuggg !!" Roger terhuyung dengan serangan mendadak Narendra.


" Bruakkk !!" punggung Roger menabrak samping mobil.


Tidak sampai di situ Narendra memukuli Roger dengan brutal sambil menitihkan air matanya.

__ADS_1


" Bug


" Bug


" Bug


" Bug


puluhan pukulan membabi buta Narendra mengenai Wajah Roger dengan telak , pelipis Roger bocor , darah mengalir dari pelipisnya dengan deras.


Tapi tidak menghentikan pukulannya , dia terus menerus menghujani Roger pukulan tanpa berbicara sepetah katapun.


Felix yang melihat itu begidik ngeri , pasalnya dia tidak tahu jika Narendra akan sebrutal itu.


Tari berteriak histeris melihat suaminya seperti itu " pih..!, hentikan pih... kamu jangan seperti ini , hiks.. hiks... !"


Jony melerai Narendra , dia memeluk Narendra dengan Erat " Tuan hentikan , anda jangan seperti ini "


" Lepaskan aku !!, akan kubunuh bajingan yang telah membunuh kakekku dengan tanganku sendiri !!, Lepaskan Jony !!!" Narendra berteriak terus menerus.


" Ada apa ini Jony ?" Tanya Bandi Bingung.


" Aku juga tidak tahu , tiba - tiaba tuan seperti ini setelah menerima telepon " Ucap Jony tidak berdaya karena Narendra terus meronta.


" Lepaskan Aku !!!, akan kubunuh dia dengan tanganku sendiri !!!, Lepaskan !!!" Mau bagaimanapun Jony yang sudah terlatih beladiri tentu saja dia lebih kuat dari Narendra, Walaupun Narendra meronta - ronta Jony madih sanggup memeganginya.


Bandi menghela napas " jadi Tuan Narendra sudah tahu jika Tuan Naraya sudah tidak ada "


Jony dan Wira terkejut , pasalnya mereka mengira jika Narendra marah karena hanya sekedar melihat Roger , tapi ternyata karena Naraya meninggal.


Bandi menepuk kedua pipi Narendra dengan tangannya " Tuan Narendra dengarkan aku , anda tidak pantas mengotori tangan anda sendiri untuk melenyapkan mereka , tenanglah Tuan , jika anda seperti ini Tuan Naraya pasti akan bersedih di alam sana "


Narendra menangis " Tapi dia membunuh kakek Bandi !"


" Saya tahu Tuan , tapi alangkah baiknya Tuan tenang lebih dulu , kita anatar kepergian Tuan Naraya setelah itu urus mereka " ucap Bandi lembut.

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan Bandi , Narendra mulai tidak meronta - ronta lagi , Jonypun melepaskannya , Narendra ambruk di tanah " Kakek..., hiks..hiks... "


Felix yang mendengar Naraya sudah meninggal tertawa ,walaupun dia sudah babak belur " Hahahaha... akhirnya mati juga kau Tua bangka !"


Bandi tanpa banyak kata memukul tengkuk Roger hingga dia pingsan , pasalnya dia tidak ingin membunuh Roger begitu saja.


Bandi mau membuat Roger tersiksa terlebih dahulu sebelum menemui ajalanya , agar Narendra bisa sedikit melampiaskan amarahnya " Jony , sekap mereka di ruang bawah tanah !, jangan beri mereka makan atau minum, Sumpal mulut mereka agar tidak menggigit lidah untuk bunuh diri !" Bandi mmerintah dengan tegas.


" Baik !" Jony langsung membawa Roger dan Felix ke ruang Bawah tanah di bantu anak buahnya.


Setelah kepergian mereka , Wira yang merasa bertanggung jawab dengan kematian Naraya , dia berlutut di hadapan Narendra.


" Tuan Narendra , ini semua salah saya karena telah mencelakakan kalian, saya siapa menerima hukuman apapun " Ucap Wira lemah.


Narendra tidak menggubris ucapan Wira , dia bangkit dan menghampiri istrinya , mendorong kursi rodanya masuk kedalam Vila.


Bandi menghela napas " Bangunlah , Tuan Narendra sepertinya sangat menyukaimu , karena dia tidak menghukummu , jangan sia - siakan kebaikan Tuan Narendra " Bandi pergi dengan menepuk bahu Wira.


Bandi kemudian menyuruh semua pelayan dan anak buahnya untuk mempersiapkan pemakaman Naraya.


Sementara Narendra dan Istrinya di dalam kamar sedang saling menguatkan , Mereka berdua tidak percaya jika Naraya akan meninggalkan mereka dengan cepat.


" Pih.. sini obati lukamu lebih dulu " Tari meraih tangan Narendra yang terluka akibat memukuli Roger, Karena dia tidak pernah belajar bela diri jadi tangannya tidak seperti tangan anak buahnya.


Tari membalut tangan Narendra dengan perban " Pih... hangan bersedih lagi yah , kita akan menjalani ini bersama - sama "


Narendra menatap istrinya dengan sendu , dia tidak berbicara hanya bisa menunjukan raut wajah yang sangat sedih pada istrinya , Tari yang sudah selesai membalut luka Narendra ,dia langsung memeluk suaminya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2