Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
bab 47


__ADS_3

Narendra bersiap - siap untuk menemui Silvia, tapi Narendra hanya mengenakan Pakaian Sehari - hari, dia tidak menunjukan jika dia ingin tampil lebih Baik untuk Mencari perhatian wanita Lain.


Tari yang melihat itu tersenyum, tapi dia pura - pura mengingatkan suaminya " Mau pergi dengan pakaian seperti ini pih ?"Tari Melihat Pakaian Narendra dari atas sampai bawah.


Narendra mengerutkan keningnya " Memangnya kenapa ?, atau kamu mau aku memakai pakaian Lebih baik lagi agar mendapatkan banyak Wanita diluar ?, Baiklah aku akan ganti Pakaian sekarang "


Saat Narendra Berjalan kearah Lemari ,Tari langsung memeluknya dari belakang " Tidak sayang, tentu saja Mamih tidak mau ada Wanita Lain yang mendekati papih " Uvap Tari sambil menyenderkan kepalanya dipunggung Narendra.


" Terus ..?, apa tujuanmu berkata seperti itu ?" Tanya Narendra menyelidik.


" Tidak ada maksud pih..., Mamih hanya ingin Papih Terlihat Rapi saja saat bertemu teman papih " jawab Tari Lembut.


Narendra melepaskan pelukan Tari , dia kemudian ngeloyor pergi tanpa bivara sepatah katapun lagi.


Tari menghela Napas, dia menepuk bibirnya sendiri " Jangan salah bicara lagi, dasar mulut nakal !" gerutu Tari marah pada diri sendiri.


saat didalam Mobil Narendra tersenyum penuh Arti, Karena menurut pelayan Narendra Tari sekarang sudah dirumah seharian, Tari juga memanggil instruktur Yoga dan yang lainnya kerumah.


Karena Tari berusaha menepati janjinya pada Narendra, untuk tidak keluar Rumah jika Narendra tidak mengijinkannya.


Bandi yang melihat Tuannya senyum - senyum sendiri, menggelengkan kepalanya, pasalnya Pasangan Tuannya benar - benar seperti anak ABG yang baru menikah.


Mereka punya Masalah tapi tidak langsung menyelesaikannya, saat yang satu mengalah ,satunya lagi malah menahan egonya.


Walupun Bandi belum menikah tapi setidaknya dia tahu, mana yang baik dan buruk buat Pasangan.


☆☆☆


Narendra sampai di Luxure Resto, Narendra langsung menuju Ruangan Vip yang dia pesan.


Siapa yang menyangka jika Silvia ternyata sudah ada disana, Narendra menghela napas saat melihat Silvia saat baru membuka pintu " Maaf aku telat yah ?"

__ADS_1


Silvia menggeleng " Tidak kok ndra , aku saja yang sengaja datang lebih Awal " Jawab Silvia Lembut.


Silvia mengenakan Gaun Merah seatas Lutut, Atasannya juga memperlihatkan Belahan gunung Kembar Jumbo milik Silvia yang seolah akan melompat keluar.


Narendra mencoba tetap fokus, dia berusaha sebisa mungkin untuk mengalihkan pandangannya agar tidak menyapu kearah Silvia.


Pelayan pun datang Membawa makanan setelah Narendra tidak lama duduk.


Silvia membuka Obrolan untuk memecah keheningan " bagaimana Pekerjaan Nikole ndra ?"


" Bagus , dia sesuai dengan kriteria yang aku cari, terimakasih Silvia karena telah memperkenalkan Nikole padaku " jawab Narendra Tulus.


Silvia tersenyum " Syukurlah kalau dia cocok dengan pekerjaannya, ngomong - ngomong Kenapa kamu tidak langsung mengambil alih Aditya grup, tapi malah Membuat perusahaan sendiri ?"


Narendra Menghentikan Makannya " Aku ingin mendapatkan pengalaman lebih dulu, lagipula anak baru seperti aku pasti akan diremehkan Orang - orang Kakek Walaupun Aku cucunya, yang aku inginkan agar setelah mengambil Alih perusahaan Para pengikut Kakek juga akan langsung ikut dengan Visi Misiku, intinya aku ingin membuat mereka percaya padaku jika aku bisa mengemban tugas yang diberikan kakek Nantinya "


Silvia mengangguk mengerti malsud Narendra, Menurut Silvia tindakan Narendra begitu bagus, Karena tidak semua orang Bisa langsung menerima pemimpin Baru setelah mereka bekerja keras selama bertahun - tahun.


Mereka berdua makan Malam sambil mengobrol Ringan , sesekali mereka tertawa bersama, Narendra yang Walnya Cuek pada Silvia sudah mulai terbiasa dengannya hingga obrolan Mereka berjalan Lancar.


Saat Narendra sedang Menyesap Anggur digelasnya , Silvia Bertanya " Ndra , apa kamu tidak niat nambah istri ?"


Sontak Saja Narendra langsung menyemburkan anggurnya dan terbatuk " Uhuk..uhuk..."


" Kamu tidak apa - apa Ndra ?" Tanya Silvia menghampiri Narendra dan menepuk - nepuk punggungnya.


Narendra mengangkat tangannya , dia menatap Silvia " Aku tidak apa - apa "


Tatapan Narendra dan Silvia bertemu karena mereka hanya berjarak beberapa jengkal Saja.


Aroma Wangi parfum Silvia menyeruak Masuk kehidung Narendra , Membuat darahnya berdesir .

__ADS_1


Narendra langsung menghindari tatapan Silvia , dia menundukan kepalanya, Tapi dia malah Melihat Belahan gunung Kembar Silvia yang begitu mempesona. Karena Silvia sedang membungkuk dihadapan Narendra.


' glek ' Narendra menelan Ludah , Narendra tertegun wajahnya memerah.


Silvia tidak merasa malu sama sekali, dia yang memang sudah berniat menjadikan Narendra sebagai suaminya ,malah mencondongkan Badannya lebih dekat dengan Narendra.


Silvia membisikan sesuatu " Kalau kamu mau, Aku tidak keberatan kok Ndra " Ucap Silvia Genit.


Alkohol yang sudah Masuk dalam Tubuh Narendra membuat darahnya semakin mendidih, Berkali - kali Narendra menelan Ludahnya Karena menahan Birahi yang mulai membuncah.


Silvia duduk dipangkuan Narendra, dia merangkul Leher Narendra " Hanya ada kita berdua disini Ndra, Lakukan apapun yang kamu Mau padaku " Uvap Silvia sambil tersenyum.


Narendra terdiam, Silvia Mengambil inisiatif Mengecup Bibir Narendra.


tidak ada penolakan dari Narendra ,yang membuat Silvia semakin berani , Dia menyeruakan Lidahnya kedalam Mulut Narendra.


Narendra membalas Permainan Silvia, Tapi setelah beberapa Saat Narendra langsung menghentikan Aktivitasnya dan membuang muka.


" Maaf Silvia, aku tidak bisa , Tolong turun dari pangkuanku " Ucap Narendra Ketus.


Silvia Mendesah Kesal, dia turun dari pangkuan Narendra dengan Enggan " Kenapa Ndra ?, Apa aku tidak Menarik bagimu !?" ucap Silvia sedikit marah.


" Silvia , Kamu sangat Cantik dan menarik, tapi Aku sudah punya istri dan aku juga tidak pernah berniat untuk menduakannya, Maaf kita harus menghentikannya cukup sampai disini " Narendra berdiri kemudian langsung pergi meninggalkan Silvia yang masih berdiri tertegun.


" Ndra !!" Silvia Memanggil Narendra Tapi Narendra tidak menoleh , Narendra meninggalkan tempat tersebut dengan tergesa - gesa, Karena dia takut libidonya tidak bisa terkontrol Lagi.


Narendra menyuruh Bandi agar cepat Pulang, Karena dia butuh Pelampiasan untuk menurunkan libidonya yang sedang diujung tanduk.


Benar saja saat sampai dirumah, Narendra langsung Menarik Tari kekamar dan melakukannya dengan Tari.


Kali ini Karena Narendra tidak sedang marah, dia berhubungan dengan Lembut, dia memperlakukan Tari seperti saat dia belum bertengkar dengannya.

__ADS_1


Tari awalnya terkejut karena pulang - pulang suaminya minta jatah , tapi Tari tidak menolak sama sekali , Karena itu artinya Narendra lebih memilih dia daripada Wanita diluar sana.


__ADS_2