
Narendra memasuki Kantor Aditya Grup dengan Brandi yang mengikuti di belakangnya.
Resepsionis Awalnya akan menegur Narendra, tapi saat dia melihat Bandi, Resepsionis mengunci mulutnya rapat - rapat dan membungkuk Hormat.
Para karyawan yang melihat Narendra yang di ikuti Brandi bertanya - tanya.
" Siapa Orang yang di kawal Tuan bandi itu ?"
" Mungkin dia tamu Tuan Naraya "
" Tapi dia terlihat muda "
" benar, mungkin dia tamu Tuan Naraya "
Para Karyawan membicarakan Narendra, karena mereka tidak tahu siapa Narendra, pasalnya Naraya juga tidak pernah bilang jika dia memiliki seorang Cucu.
Narendra menaiki Lift menuju Ruangan Kakeknya, dia juga sesekali mengedarkan pandangannya ,agar terbiasa dengan Kantor tersebut.
Ketika Lift terbuka, Bandi mengantar Narendra ke ruangan kakeknya , Bandi mengetuk pintu " Tok , Tok , Tok !"
Dari dalam Ruangan terdengar Naraya menyaut " Masuk !"
Bandi mempersilahkan Tuan Masuk, sementara dia menjga di depan Pintu.
" Maaf Kakek aku mengganggu " Ucap Narendra saat Baru Masuk Ruangan.
Naraya terkejut " Narendra !, Kenapa tidak bilang Kalau mau Ke sini ?" Naraya Bangkit Dan menyuruh Narendra duduk di Sofa.
Wira ,Wakil Naraya yang kebetulan Ada di situ juga ikut Berdiri.
Wira juga ikut duduk bersama Narendra dan Wira , dia mengulurkan Tangan untuk memperkenalkan diri pada Narendra " Wira Jayadi , Wakil Tuan Naraya "
Naraya menyambut uluran Tangan Wira " Jadi anda Wakil CEO di sini ?" Tanya Narendra sambil melepaskan jabatannya.
__ADS_1
" Benar saya Wakil CEO di perusahaan Tuan Naraya " Wira tersenyum Ramah pada Narendra.
Narendra mengangguk Mengerti , dia kemudian bertanya " Apakah Mira Asisten Anda ?"
Wira terkejut , Karena Narendra sudah tahu tentang Mira " apa anda mengenalnya ?" Wira malah balik bertanya.
Narendra menggeleng " Tidak, aku bertemu dengannya di bawah, Aku pikir dia tidak layak bekerja di Aditya grup " Narendra berkata dengan datar.
Wira dan Naraya saling pandang , pasalnya mereka tidak tahu apa yang terjadi pada mereka , hingga Narendra berkata seperti itu.
" Tuan Narendra , Apa maksud Anda, Mira selama ini bekerja dengan baik " Ucap Wira yakin.
Narendra tersenyum kecut " Apa kamu Yakin ?, Atau kamu punya hubungan dengannya ?" Narendra tanpa basa - basi langsung ke intinya.
" Jaga bicaramu Anak Muda , walaupun kamu Cucu Tuan Naraya, tapi kamu harus menghormati yang lebih Tua !" Wira sedikit meninggikan suaranya.
Naraya sengaja tidak bicara , dia ingin melihat Narendra menyelesaikan masalahnya sendiri, tanpa bantuan darinya.
Narendra menatap Wira dengan Tajam " Apa pantas orang berpendidikan tinggi seperti Kalian bersikap seperti ini, Tuan Wira yang terhormat , asal Anda tahu dengan kata - kataku saja Kalian Bisa pergi dari perusahaan ini kapanpun aku Mau !" ucap Narendra Sinis.
Wira menelan Ludah, dia melirik Ke Naraya, tapi Naraya pura - pura tidak melihat, dia malah sibuk meminum tehnya.
Wira panik , Dengan diamnya Naraya berarti membenarkan semua ucapan Narendra, Wira Langsung menundukan kepalanya " Tuan Narendra , tolong maafkan Kami , Kami tahu jika kami Salah !"
Wira tahu jika posisinya sedang terancam, jadi dia mencoba meminta belas kasihan dari Narendra.
Narendra menyenderkan tubuhnya di sofa " Pecat Mira , Aku akan mempertimbangkan kinerja kamu selama ini " Ucap Narendra santai.
Wira menjawab dengan Lesu " Baik Tuan Narendra "
" Silahkan " Narendra menunjukan pintu Ke Wira, yang artinya dia menyuruhnya pergi.
Wira berdiri dan pergi meninggalkan mereka berdua, Saat Wira sudah tidak terlihat ,Naraya menghela napas " Baguslah Wanita penghisap darah itu kamu pecat " Ucap Naraya Bersyukur.
__ADS_1
Narendra mengerutkan keningnya " Maksud Kakek ?"
" Kakek juga sebenarnya tidak suka sama Mira , tapi Karena mengingat kinerja Wira selama ini, aku jadi menghormatinya , syukurlah kamu datang ke sini dan langsung memecatnya " Naraya tersenyum ke arah Cucunya.
Narendra menghela Napas " Bukankah karena hal kecil seperti itu juga dapat menghancurkan perusahaan kek, walaupun Wira punya kemampuan, tapi jika dia memasukan sembarang Orang , menurutku itu akan merugikan perusahaan "
Naraya menepuk Bahu Narendra " Kelak kamu juga akan tahu, Ngomong - ngomong kenapa kamu kemari ?, Apa kamu sudah tidak ada kelas ?" tanya Naraya pada cucunya.
Narendra kemudian menjelaskan maksud kedatangannya, jika dia ingin melihat sendiri bagaimana karyawannya bekerja.
Jadi dia bisa belajar sambil mengawasi mereka, Narendra juga mengatakan Niatnya jika dia ingin membuka Perusahaan Hiburan.
Karena menurut Narendra bisnis tersebut sangat menguntungkan, di jaman yang serba digital seperti sekarang.
Narendra berencana membuat sebuah Aplikasi Live streaming, dan membuat sebuah studio film untuk mendukung Para streamer yang sudah terkenal untuk menjadi Artis.
" apakah Kakek bisa membantuku ?" Tanya Narendra Serius.
Naraya tersenyum " Kakek akan selalu mendukungmu, Katakan apa yang perlu kakek Lakukan ?"
" Emm.. sebuah Lahan kosong untuk membangun studio Film, Aku juga butuh orang yang cakap dalam pemograman Data untuk membuat sebuah Aplikasi , mungkin proyek ini Akan mendapatkan hasilnya Lama, tapi aku yakin ini pasti akan menguntungkan kita " Narendra berkata dengan percaya diri.
" Kakek percaya sama kamu Narendra, lakukan apa yang ingin kamu lakukan " Narendra menepuk bahu cucunya.
" Terima kasih Kek " Narendra menyunggingkan sebuah senyum.
mungkin jika Narendra memulai dari awal sendirian akan Sulit ,karena dia akan bersaing dengan banyak aplikasi Live streaming ,apalagi Aplikasi seperti fb dan semacamnya juga sudah bisa melakukan Live streaming.
Narendra yakin karena dia memiliki dukungan yang kuat , pasalnya Aditya grup sudah terkenal di seluruh Indonesia, jadi untuk mempromosikan Aplikasi Baru mungkin Akan mudah Baginya.
dengan dukungan Aditya grup ,Narendra ingin memanfaatkan hal tersebut agar apa yang ada di dalam Pikirannya bisa tercapai.
Karena orang yang mau Berusaha , Mau sekecil apapun kesempatan untuk sukses, cepat atau lambat pasti akan tercapai juga.
__ADS_1