Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
Bab 60


__ADS_3

Narendra tersenyum puas , Karena akhirnya Wira bertekuk lutut padanya .


Narendra menoleh kearah Lux , dia kemudian memberikan perintah " Lux ,awasi keluarganya , jika dia berani macam - macam aku akan menghubungimu langsung untuk menghabisi keluarganya !" Narendra melemparkan dompet Wira untuk melacak keberadaan anak dan istrinya.


" Baik Tuan !" setelah menerima dompet tersebut, Lux langsung pergi menjalankan tugas.


" Jony ,bawa beberapa orang , Bantu Wira dan lindungi dia sampai misi kalian berhasil untuk menangkap Felix dan komplotannya !" Ucap Narendra tegas.


" Siap Tuan !!" Jony langsung menjalankan perintah juga , dia menghubungi beberapa orang yang biasa bekerja sama dengannya.


Narendra berjongkok kembali menatap Wira " kuberikan kamu satu kesempatan untuk menebus kesalahanmu , Bawa orang yang telah menyuruhmu di hadapanku , jika kamu berhasil aku berjanji akan melepaskan kamu dan keluarga kamu !" Narendra berkata dengan tegas.


Wira menatap Narendra " apa aku bisa memegang omonganmu ?" Tanya Wira ragu.


Narendra tersenyum " kamu tenang saja , aku bukan tipe orang yang suka menarik kata - kataku , tapi itu terserah kamu kalau tidak percaya , Karena mau bagaimanapun nyawa istri dan anakmu ada di tanganku " Ucap Narendra santai.


Wira marah , tapi dia sadar jika ucapan Narendra ada benarnya , untuk itulah Wira akhirnya setuju dengan rencana Narendra.


Narendra kemudian menyuruh Jony untuk melepaskan borgol Wira , Narendra menyuruh Wira duduk di sofa untuk membahas Rencanya.


Wiradi dan Jony mendengarkan dengan seksama , Mereka sedikit terkejut saat mendengar jika Felix dan Roger bersembunyi di ruang rahasia di bawah tanah.


" Pantas saja kami mencari mereka kemanapun tidak ada jejak sama sekali " Ucap Wiradi mengangguk mengerti.


Jony kemudian buka suara " jika mereka bersembunyi di bawah tanah, Lantas bagaimana kita masuk kesana tanpa ketahuan ?"

__ADS_1


" Boleh saya meminta Bolpoin dan Kertas kosong " Ucap Wira sopan.


Narendra menganggukan kepalanya, dia memanggil Bi Edah untuk menyiapkan Bolpoin dan Kertas kosong untuk Wira.


Tak berselang lama , Bi Edah datang dengan Tari , Bi Edah mendorong kursi roda yang di duduki Tari , sementara kertas dan Bolpoin yang memegang Tari.


" Ini pih, ngomong - ngomong mau buat apa yah ?" tanya Tari penasaran, sambil menyerahkan kertas kosong dan Bolpoin.


Narendra tersenyum " Mamih lihat saja , nanti uga mengerti "


Wira yang melihat Tari duduk di kursi roda , entah kenapa dia merasa bersalah , dia berpikir jika itu istrinya bagaimana dia akan menanggapi ,apakah dia mampu seperti Narendra memaafkan dia begitu saja.


Wira menatap Narendra dan Tari , keduanya terlihat masih memiliki bekas luka di bagian wajah akibat goresan kecelakaan Mobil waktu itu.


Hati Wira sedikit bergetar , pasalnya dia melihat jika Narendra begitu menyayangi Tari , tapi mengapa Narendra mampu memaafkannya , pertanyaan tersebut terus berputar di benak Wira.


Wira tersedar, dia tersenyum kecut kemudian mengambil *** poin dan Menggambar peta ruang bawah tanah milik Roger, Walaupun dia baru sekali masuk kesana , tapi kurang lebih dia sudah sedikit mengetahui denah lokasi pasti ruangan bawah Tanah Roger.


Sambil menggambar Peta tersebut, Wira berbicara dengan sopan " Tuan Narendra apa saya boleh bertanya ?"


Narendra mengerutkan keningnya " bertanya apa ?" jawab Narendra datar.


" Kenapa anda membuat pilihan untuk saya , padahal anda bisa saja melakukan apapun yang anda mau tanpa memberikan kesempatan untuk saya yang sudah melukai keluarga anda " Wira berhenti menggambar dan menatap Narendra ,dia ingin memastikan ekspresi wajah Narendra saat memberinya jawaban.


Narendra menghela napas " tidak ada alasan kusus , aku hanya tidak suka memiliki musuh , karena bagiku memiliki banyak teman lebih bagus daripada harus memiliki seorang musuh , iya kan mih ?" Narendra Menatap istrinya dengan tersenyum manis.

__ADS_1


Tari balas tersenyum pada suaminya " yah seperti itulah hidup kita dari dulu , walaupun sering di hina tapi kamu selalu mencoba untuk tidak mencari musuh dan menghindari masalah "


Wira melihat kesungguhan pada nada bicara pasangan suami istri tersebut , dia tersentuh dengan ketulusan mereka , walaupun mereka telah di celakan oleh dia tapi tidak tersirat sedikit kebencian padanya dan ingin membalas dendam.


Wira tersenyum " Maaf... " hanya satu kata yang di ucapkan Wira dia kemudian melanjutkan Menggambar denah lokasi tampat Roger dan antek - anteknya berada.


Wiradi yang sudah sedikit mengenali gamabaran Wira, dia buka suara " apakah itu Tower Ligth kota Weston ?" tanya Wiradi pada Wira.


Wira mengangguk " anda benar , di bawah Tower Ligth markas mereka berada , merrka keluar masuk dari Hutan Huarias ,disana ada sebuah gua pintu masuk , tapi harusnya dari Tower ligth kita bisa mencari jalur pembuangan untuk memasuki Markas bawah tanah mereka "


Jony buka suara " apa kamu tidak mencoba untuk menipu kami ?" tanya Jony sinis.


Wira menggeleng kemudian tersenyum " Aku tahu kalian pasti belum percaya sepenuhnya denganku , Tapi tenang saja saya tidak akan membohongi kalian , jika kalian tidak percaya , kalian bisa menyelidikinya lebih dulu "


" tidak perlu , aku percaya padamu " ucap Narendra tegas.


Jony tidak setuju " tapi Tuan.. bukankah kita lebih baik mengecek kepastiannya terlebih dahulu "


Narendra menggeleng " untuk apa dia berbohong jika nyawa keluarganya ada di tangan kita ?" Narendra memperlihatkan Foto terbaru Lux yang sudah ada di tempat anak dan istri Wira.


Wira sedikit terkejut , pasalnya hanya setengah jam saja anak buah Narendra sudah menemukan tempat Anak istrinya .


Narendra menatap Wira " apa aku bisa memegang ucapan Kamu Wira ?!" tanya Narendra tegas.


Wira mengangguk Mantap " Tentu saja Tuan , saya tidak ada maksud untuk membohongi anda sama sekali " jawab Wira percaya diri.

__ADS_1


Narendra mengangguk mengerti , dia kemudian menyuruh Wira untuk memberitahu rencananya , Wira dengan senang hati memberikan beberapa rencananya , Wiradi dan Jony mulai sedikit percaya , pasalnya Rencana Wira semuanya sangat masuk akal , mereka pun akhirnya mau bekerja sama dengan Wira untuk menangkap Roger dan antek - anteknya..


...


__ADS_2