Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
bab 43


__ADS_3

Walaupun Narendra masih Sedikit marah , tapi dia tidak ingin terlarut - larut dalam Egonya, Narendra sadar jika dia tidak bisa kehilangan Tari.


Jika dia Terus memusuhi Tari, bukan Tidak mungkin Mereka Akan Semakin menjauh dan terjadilah Percereian.


Untuk itu Narendra berinisiatif meluluhkan Perasaanya ,walau dia begitu Emosi saat Melihat Tari dengan Mantannya.


Keesokan harinya ,Tari dan Narendra yang sudah berbaikan , Tari membangunkan Suaminya untuk Sarapan " Pih... Bangun dulu gih, sarapan dulu " Tari menggoyangkan Badan Suaminya.


Narendra mengerjapkan Matanya, Dia melihat Istrinya yang Sudah Rapi, tidak seperti Kemarin yang berantakan.


Walaupun Matanya masih Sembab, Tapi Tari sudah terlihat ceria Lagi.


Narendra Menarik Tari ke pelukannya, Tari tidak menolak sama Sekali " Pih Sarapan Dulu yuk " Ajak Tari saat di pelukan Suaminya.


" Nanti ajalah , Masih ingin seperti ini " Narendra mengeratkan pelukankannya.


" Pih.. pintu kamar terbuka Loh , Kalau Winda lihat gimana ?" Tari mengingatkan Suaminya dengan Lembut, pasalnya dia tidak ingin Winda melihat kejadian seperti kemarin.


Narendra langsung melepaskan pelukannya, Tari langsung bergegas berdiri , dia terkikik Geli " Hihihi.. Winda sudah berangkat Sekolah tadi pih "


" Berangkat sekolah ?, memangnya jam berapa sekarang ?" Tanya Narendra Bingung.


Tari menunjuk jam dinding " Tuh !"


" Astaga...,Sudah jam 8, kenapa Mamih tidak bangunkan aku dari tadi ?"


Tari tersenyum, dia menarik suaminya ke kamar Mandi, sementara dia langsung kebawah untuk menyiapkan Sarapan untuk Narendra.


***

__ADS_1


" Kakek Kemana Mih ?" tanya Narendra yang sedang Memakan Makanan.


Tari yang menemani Suaminya menjawab " Kakek katanya mau pergi menemui seseorang , beliau keluar pagi - pagi Sekali Dengan Seto "


Narendra mengangguk Mengerti, dia tahu jika kakeknya masih aktif mengurus perusahaan , Karena Narendra belum siap menggantikannya.


" Papih gak Kekantor ?" Tanya Tari Lembut.


Tapi pertanyaan Tari membuat selera makan Narendra hilang , dia meletakan Sendok dan garpu yang dia pakai " Mamih ingin aku pergi ke kantor sekarang ?, Baiklah " Narendra langsung berdiri.


Tari yang melihat perubahan Wajah suaminya , dia tahu jika telah salah bicara, Tari bergegas menghampiri Suaminya dan menyuruhnya duduk " bukan begitu pih, Mamih hanya tanya saja ?" Ucap Tari Sendu.


Narendra kembali duduk " Aku tahu Mamih sedang menyembunyikan sesuatu , Apa sekarang kita sudah mulai rahasia - rahasiaan ?" Ucap Narendra Sinis.


Tari Memeluk Narendra yang duduk di kursi makan Dari Belakang, dia menyenderkan Dagunya ke bahu Narendra , Tari mulai menjelaskan masalahnya perlahan " pih..., Rudi Hari ini Katanya mau ke rumah Kita , Aku takut jika Dia kesini ada papih di rumah Maka akan berantem " Ucap Tari selembut mungkin.


Tari Tahu jika Narendra sudah mulai marah Lagi , dia mengecup pipi Suaminya " Kami tidak ada hubungan apa - apa pih "


" terus kenapa mengijinkan dia kesini ?, kamu juga ingin menemuinya berdua saja bukan ?, Makanya menanyakan aku kekantor atau tidak !" Suara Narendra semakin meninggi, dia juga sudah tidak memanggil panggilan sayangnya lagi pada Tari.


Tari Buru - Buru mengeratkan pelukannya " Mamih gak bermaksud seperti itu pih , Mamih cuma tidak ingin Kalian Berantem "


" Sudahlah !!!" Narendra langsung berdiri ,membuat Tari kaget dan terhempas kebelakang, hingga dia jatuh ke lantai.


Narendra bergegas pergi meninggalkan Tari , Tapi Tari langsung mengejarnya " Pih..!! , tunggu pih " Tari Memeluk Narendra Dari belakang.


" Bukankah kamu ingin berduaan dengannya, Akan aku kabulkan hari ini , setelah itu aku akan pergi dari rumah ini secepatnya biar kalian bisa bahagia !" emosi Narendra yang sudah Membuncah tidak bisa di tahan lagi.


bagaimana Narendra tidak cemburu saat istri yang dia nomor satukan, ingin menemani pria lain cuma berduaan .

__ADS_1


Mungkin Tari kesal dengan Narendra yang di kelilingi banyak Wanita, tapi Tari harusnya sadar jika Narendra juga selalu menolak mereka , Tari juga menyaksikannya sendiri saat Ayu yang tidak di hiraukan oleh Narendra walau dia terus caper padanya.


Tapi Tari malah ingin berduaan dengan Mantannya , Tentu saja Narendra sangat marah , karena semua kesetiaannya seolah di balas dengan Air tuba.


" Pih.. Aku bisa membatalkan pertemuan ini kok ,kalau papih tidak setuju aku menemuinya " Ucap Tari polos.


Narendra melepaskan pelukan Tari , dia Memegang bahunya , Mata Narendra memerah karena Marah " Bisa membatalkan tapi kamu menunggu aku setuju ?"


" Hahahaha..., Hebat kamu Tari , sekarang aku bertanya padamu , setelah masalah Kemarin Apa kamu Tahu apa yang membuat aku Marah ?!" Narendra sebisa mungkin menahan amarahnya.


Tari baru sadar jika dia mengulang kesalahannya lagi , dia langsung memeluk Tari dan menangis " Pih Maaf ... Hiks..Hiks.. , Saya akan menyuruh Bandi untuk mengusir Rudi pih "


Narendra melepaskan Pelukan Tari dengan paksa, dia menuju Ruang keluarga dan menghempaskan tubuhnya ke sofa.


Tari mengikuti Narendra dari belakang, Seperti Anjing yang patuh pada majikannya.


Narendra memegangi Kepalanya , dia berusaha agar tidak Marah pada Tari " Jangan ganggu aku dulu Tari, Biarkan aku menenangkan pikiranku , Lebih baik kamu temui Mantanmu Itu dan putuskan , kamu memilih aku atau dia "


Tari mendekat pada Narendra, tapi Narendra malah membentaknya " aku bilang tinggalkan aku sendiri !!!"


Tari terlonjak kaget , dia sekarang benar - benar melihat Narendra sangat Marah , Taripun tidak berani mendekat " pih.. aku tentu saja lebih memilih papih, aku akan buktikan itu "


Tari Pergi dari hadapan Narendra, dia menghapus air matanya saat berjalan keluar ke halaman, untuk menunggu Rudi yang akan menemuinya.


Tak berselang lama Mobil Rudi memasuki gerbang Vila, Karena Security mengira jika Rudi adalah teman Bosnya.


Tari menghadang Mobil Rudi , Rudi yang melihat Tari langsung turun dari mobilnya, Rudi terkejut saat melihat Mata Tari sembab.


dia bergegas menghampiri Tari " Hei.. kamu kenapa ?" Rudi dengan Lembut Membawa Tari duduk di kursi Taman yang ada di halaman.

__ADS_1


__ADS_2