Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
bab 34


__ADS_3

Narendra mengajak Ayu ke Vilanya, Ayu terkejut saat mobil memasuki Vila, dia tidak menyangka jika Vila Narendra akan sebesar Itu.


Ayu berdiri tertegun menatap Vila tersebut, dia seakan Takjub dengan ke indahan dekorasi Vila dan Alam sekitarnya.


Narendra menegur Ayu " Apa kamu mau berdiri di situ terus ?" tanya Narendra yang sudah di depan pintu.


" Eh.. Tidak, tidak " Ayu segera menghampiri Narendra.


Narenda dan Ayu memasuki Rumah bersama, Narendra menyuruh Ayu duduk di ruang tamu, sementara dia pergi ke atas untuk memanggi istrinya.


" Papih pulang " Ucap Narendra saat memasuki Kamarnya.


Tari yang terlihat sedang merapikan Kamar menengok " Tumben , jam segini sudah pulang pih ?" tanya Tari sambil m3nghampiri suaminya.


" Hari ini cuma ada satu Mata Kuliah ,jadi papih cepat pulang, oh ya mih... ada Ayu di bawah tuh ,temui gih !" Ucap Narendra sambil melepaskan sepatunya.


" Ayu ?, dia ikut papih ?" Tara bertanya menyelidik.


Narendra mengangguk " iya mih , dia katanya ingin bertemu mamih "


" Ya udah , mamih turun dulu yah pih " Tari langsung bergegas turun dari Kamarnya untuk menemui Ayu.


Sementara Narendra tidak langsung turun, dia mengecek beberapa Email dari orang - orangnya yang sedang mulai menggarap Proyek studio filmnya.


Tari Menemui Ayu yang sedang menunggu di ruang Tamu " Ayu !" Ucap Tari sambil berjalan menghampirinya.


" Hei..Tari Lama tidak Bertemu " Ayu Tersenyum ke arah Tari.


Mereka berdua kemudian berbincang - bincang membicarakan kehidupannya Masing - masing, Ayu yang melihat Tari lebih Cantik dan Langsing sangat terkejut.


" Tari , kamu sekarang Cantik banget " Ucap Ayu takjub.

__ADS_1


Tari tersipu " Kamu bisa aja Yu, Kamu lebih Cantik dari aku " Ucap Tari memuji Sahabatnya tersebut.


" Tari, Aku iri padamu , Kamu sekarang mempunyai segalanya, termasuk orang yang mencintai kamu, sementara aku, terus seperti ini " Ayu menghela napas Berat.


Tari berdiri ,kemudian duduk di sebelah Ayu, dia memeluk Ayu dari samping " Kamu juga pasti akan mendapatkan yang terbaik buat kamu kok " Ucap Tari sambil mengusap - usap Bahu Ayu.


" terima kasih Tari " Ayu tersenyum kecut.


Ayu sangat menginginkan kehidupan Seperti Tari , tapi dia juga berpikir positif, mungkin Itu semua karena prmberian Tuhan Buat Tari, karena sudah mau bersabar dulu menjalani kehidupan yang sulit.


Ayu cuma bisa berharap ,agar dia bisa bersama Narendra tanpa menyakiti Tari, Pasalnya dia sadar jika Tari lebih baik darinya dari segala hal.


Narendra yang sudah selesai dengan urusannya, Turun menghampiri mereka " Loh .. kok peluk - pelukan ?, ada apa nih ?" Ucap Narendra kemudian dia duduk di seberang mereka.


Ayu dan Tari langsung melepaskan pelukannya dan tersenyum ke arah Narendra " Tidak ada apa - apa pih , Kami cuma melepas kangen aja " Ucap Tari Lembut.


Ayu menimpali " Tari benar Ndra, Ngomong - ngomong anak kalian Pada kemana ?"


" Aku mau ketemu mereka boleh gak Tar ?" tanya Ayu bersemangat.


Tari tersenyum " Tentu saja boleh , Ayo !" Tari menarik Tangan Ayu.


" Pih kami tinggal gak papa kan ?" Tanya Tari pada suaminya sebelum pergi.


Narendra Bangkit dari duduknya " Tidak apa mih, kebetulan papih juga mau keluar, Yu .. nanti kalau mau pulang minta antar pak Santo aja yah, Aku ada urusan "


Ayu menganggguk, Tari kemudian mengajak Ayu menemui Anaknya yang ada di halaman belakang,


Sementara Narendra Pergi dengan Bandi , meninjau Langsung proyek pembangunan Studio Film.


Saat sampai Narendra langsung di sambut Restu, Kontraktor bangunan, Mereka membahas tentang pengerjaan Proyek yang rencananya akan di kebut ,agar Rencana Narendra bisa berjalan secepatnya.

__ADS_1


Restu menyanggupi permintaan Narendra, pasalnya dia juga sudah di beritahu Naraya jika proyek Cucunya agar di prioritaskan.


Setelah selesai Membahas Proyek studio Film, Naredra tidak langsung pulang, dia menemui seseorang di Cafe Rose.


Narendra memasuki Kafe ,dia mengedarkan pandangannya untuk mencari orang yang akan dia temui.


Narendra melihat seorang pria melambaikan tangannya, dia pun lengsung menhampiri Pria tersebut, dengan Bandi yang setia mengikutinya dari belakang.


Orang tersebut mengulurkan tangannya pada Narendra " Leo , senang bertemu dengan Anda Tuan Narendra " ucap Leon Ramah.


Narendra menjabat tangan Leo " Senang juga bertemu dengan Anda , tidak perlu terlalu Formal, panggil saja saya Narendra " jawab Narendra Tersesenyum.


" Baiklah, Silhakan duduk Narendra " Leo menunjukan sebuah Kursi untuk Narendra.


Narendra mengangguk, dia kemudian duduk " Jadi bagaimana perkembangan Aplikasi yang saya minta ?" Tanya Narendra tanpa basa - basi.


Leo tersenyum, dia membuka Laptopnya dan menunjukannya pada Narendra " Ini baru Data Live Streaming yang di masukan, Rencananya nanti akan di masukan beberapa Data lagi sesuai keinginan Anda " Ucap leo percaya diri.


Narendra membuka aplikasi tersebut, dia cukup puas dengan kinerja Leo " Jadi apakah Nanti bisa ditambahkahkan, Friendly, Chat, Atau Game untuk menemukan Banyak Lalulintas Web ?"


" Semua bisa di atur seseuai apa yang anda Mau, tapi kemungkinan jika di tambahkan Game, Aplikadi akan memakan memori yang besar , Menurut saya lebih baik kita fous saja dulu dengan Live Streaming, Chat dan penambahan teman, Untuk masalh Game kita bisa menyusul setelah pengguna aplikasi ini sudah banyak " Leo menjelaskan Kekurangan dan Kelebihan Aplikasi pada Narendra.


Narendra mengangguk mengerti " Baiklah, atur sesuai yang kamu bilang padaku "


" Tentu saja Narendra, Aku akan memberikan yang terbaik untuk Aplikasi ini " Leo berkata dengan Yakin.


Mereka berdua kemudian mengobrol sebentar , sebelum akhirnya Narendra pamit undur diri.


Narendra langsung pulang ke kediamannya ,tanpa mampir - mampir lagi, pasalnya Narendra Tipe orang yang malas nongkrong - nongkrong seperti Anak Pria kaya lainnya.


Narendra lebih suka menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya di rumah , menurut dia lebih Baik Diam di rumah melihat senyum anak istrinya setelah bekerja, daripada nongkrong di luar melihat Banyak godaan yang akan meruntuhkan imannya.

__ADS_1


__ADS_2