Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
Bab 66


__ADS_3

Bandi menyiapkan mobil untuk Narendra , Sebelum pergi dia tidak lupa untuk pamit dulu dengan Istrinya. Karena Narendra tidak ingin membuat khawatir istrinya.


Tari langsung mau mengerti ,Karena Narendra memang cepat atau lambat harus mengordinasikan semua anak buah Kakeknya agar beralih bekerja untuknya.


Tari mengantar Narendra sampai dia memasuki mobil , Setelah Mobil yang di naiki Narendra tudak terlihat Tari bergumam " Semoga impian barumu terwujud pih " Setelah mengucapkan kalimat tersebut Tari kembali memasuki Vila.


Karena Narendra baru pertama kali akan pergi ke Markas anak buah Naraya , Narendra bertanya pada Bandi di perjalanan " ada berapa orang di markas Bandi ?"


" Sekitar 200 orang Tuan , Itu juga hanya orang - orang yang melindungi keluarga Tuan dan perusahaan " Bandi menjawab dengan enteng.


Narendra menganggukan kepalanya, pasalnya sebelum Naraya meninggal dia sudah bilang pada Narendra jika semua orang kepercayaannya akan di lindungi oleh anak buahnya sesuai posisi mereka di perusahaan.


Misalnya posisi mereka CEO, mereka akan mendapat pengawalan yang ketat , tapi dari jarak jauh , tujuannya agar dia tidak berhianat dan di sakiti lawan bisnis Naraya.


Naraya melekukan hal itu karena dia sempat kecolongan saat Aditya grup yang pertama dia bangun runtuh , makanya sekarang dia tidak mau percaya 100% dengan bawahannya.


***


Mobil Narendra sampai di sebuah Desa yang terlihat sama seperti Desa pada umumnya , Narendra mengerutkan keningnya saat dia sampai di Desa tersebut.


Narendra membayangkan jika Markas anak buah kakeknya akan sangat bagus , di tambah ada sekolah beladiri juga, tapi siapa yang tahu jika dia malah di bawa ke sebuah Desa oleh Bandi.


Bandi tersenyum melihat Narendra yang kebingungan , pasalnya dia tahu jika Narendra pikir Markas anak buah kakeknya tidak sesuai dengan ekspetasinya.


Mobil Bandi masuk ke sebuah gudang , di sana terlihat penjaga yang langsung menghampiri mobil tersebut untuk memeriksanya.


Saat penjaga melihat Bandi dan Narendra dia langsung mempersilahkan mobil Bandi untuk Maju lagi.

__ADS_1


Mobil Bandi berhenti tepat di tengah - tengah gudang , Penjaga terlihat menghubungi seseorang dengan alat komunikasinya.


Tak berselang lama setelah penjaga menghubungi seseorang , tiba - tiba tanah yang di pijak mobil bergetar.


Narendra terkejut , karena detik berikutnya Mobil di bawa turun seperti Lift.


Hanya hitungan detik Mobil yang di naiki Narendra sudah berada disebuah lorong yang begitu besar, kira - kira muat untuk Dua truk berjejer.


Narendra semakin terkejut, pasalnya lorong tersebut seperti jalan raya , Bandi mengemudikan mobilnya masuk kedalam lorong.


Tak berselang lama Mobil sampai di gerbang pemeriksaan , seperti sebelumnya setelah melihat Narendra penjaga langsung menghubungi seseorang dan gerbangpun terbuka.


Saat mobil memasuki gerbang , Narendra benar - benar di buat takjub dengan pemandangan yang ada di dalam gerbang.


Di dalam gerbang layakanya kota Modern versi mini , tapi memang terlihat peralatan yang di gunakan di tempat tersebut serba canggih.


Narendra menganggukan kepala seolah mengerti , kekaguman dengan kakeknya semakin naik, pasalnya pasti tidak mudah membuat tempat seperti itu dan membutuhkan banyak usaha tentunya.


Tak lama kemudian Narendra melihat Wiradi yang sudah berdiri menunggunya di depan sebuah bangunan Inti tempat tersebut.


Mobil berhenti tepat di depan Wiradi , Narendra dan Bandi turun , pengawal yang ada di samping Wiradi langsung memuat sambutan untuk Narendra " Selamat datang Tuan Aditya !" ucap mereka serempak.


Narendra menganggukan kepalanya , Wiradi langsung memeluk Narendra sambil tersenyum " Kami sudah menunggumu Na..tidak..Maksud saya Tuan Aditya "


Narendra tidak bisa berkata - kata , dia hanya memandangi Wiradi dengan penuh tanda tanya , kenapa dia tiba - tiba berkata seperti itu.


Narendra di bawa masuk kedalam bangunan tersebut oleh Wiradi , Bandi mengikuti mereka dari belakang.

__ADS_1


Terlihat Barisan pasukan yang sedang berbaris rapi menunggunya , Wiradi membawa Narendra kedepan pasukan tersebut.


Sementara Bandi bergabung dengan pasukan tersebut tapi ada di barisan depan. Narendra bertanya - tanya kenapa dalam barisan tersebut terlihat ada 10 orang yang berdiri di depan pasukan yang terdiri dari 20 orang tersebut.


Narendra kemudian teringat , jika Bandi sering memerintah anak buahnya, dia jadi sedikit tahu jika mereka yang di depan adalah ketua masing - masing kelompok.


" Salam Tuan Aditya !" ucap Mereka semua serempak.


Saat Narendra akan berbicara , tiba - tiba Layar Besar di tengah - tengah tempat tersebut menampilkan Narendra .


Tanpa di ketahui Narendra juga , anak buah Naraya yang tidak berada di tempat juga menyalakan saluran mereka agar melihat dan mendengar pidato Tuan Baru mereka.


Di luar Negeri Markas kelompok Eye's, pemimpin kelompok Eye's tersenyum " Hooh.. jadi ini pemimpin baru kita , Mari kita lihat apa yang bisa dia lakukan ?, apa dia seperti Tuan Naraya atau hanya anak manja yang cuma bisa menguntit kakeknya "


Markas Kelompok Ghos't " Dari Sorot matanya lumayan meyakinkan , kami Harap kamu tidak mengecewakan kami Nak !" ucap pemimpin Ghos't.


mereka semua menatap sebuah monitor .yang menunjukan Narendra yang sedang berdiri di depan pasukan dalam Negeri.


Karena mereka biasa di pimpin Naraya dengan ketegasan dan wibawanya, Mereka semua berharap lebih pada Narendra , Karena jika pemimpin mereka tidak kompeten ,jelas saja mereka akan sangat kecewa.


Semua anggota Aditya Army , menyaksikan Narendra yang sedang bersiap mengatakan sesuatu pada mereka.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2