
Narendra mengepalkan tangannya saat mendengar jika dalang di balik hancurnya Aditya grup berhasil kabur.
Naraya juga menyayangkan hal itu, Padahal dia sudah bersusah payah untuk memancingkan keluar tapi hasilnya nihil.
orang tersebut berhasil melarikan diri keluar negeri, dan menurut Mata - mata Naraya ,orang tersebut bersembunyi di salah satu keluarga kuat di china.
untuk itulah Naraya mengumpulkan orang - orang pilihan untuk menangkap orang tersebut.
walaupun tidak bisa mengembalikan keluarganya dengan utuh, setidaknya tidak memberinya kebebasan untuk hidup tenang.
Narendra bertanya " jadi semua orang - orang kakek, di rekrut dari Tuan Erlangga ?"
Naraya menggelengkan kepalanya " Erlangga hanya menaruh beberapa orangnya di sini "
Wiradi menimpali " kakekmu sudah memiliki pelatihan pengawal pribadi sendiri, mereka juga jauh lebih bisa di andalkan daripada orang - orangku "
Narendra mengerutkan keningnya " Maksud Tuan Erlangga ?"
" semenjak keluar dari penjara , Kakekmu membangun koneksi dengan bekas Kriminal, Kakekmu memberikan mereka pekerjaan untuk melatih para pengawal, setidaknya agar mereka tidak kembali melakukan kejahatan lagi , benarkan Naraya ?" Wiradi menoleh ke Naraya.
Naraya mengangguk " Narendra , kamu sekarang adalah pewaris Keluarga Aditya, kelak akan ada orang yang menyerangmu, Contohnya kemarin ,waktu kamu di pukuli "
Naraya diam sebentar kemudian melanjutkan " kakek membuat pelatihan pengawal, karena kakek sadar dengan kemampuan kakek yang cuma bisa mengandalkan otak dan tidak bisa bela diri, untuk itu kakek mendirikan tempat tersebut "
Narendra manggut - manggut mengerti " Narendra paham kek, apa Aku boleh melihat tempat tersebut ?"
Naraya tersenyum " besok ajaklah Bandi ke tempat itu !"
Mereka ngobrol ngalor - ngidul dengan serius, Narendra hanya mendengarkan dan sesekali bertanya, pasalnya dia ingin tahu semua tentang keluarga dan bisnis kakeknya.
beberapa jam berlalu , Wiradi pamit untuk pulang, Dia di antar Joni dan Hari yang merupakan muridnya dulu, tapi sekarang mereka bekerja untuk Naraya.
Narendra ke kamar untuk Mandi karena hari sudah sore, Dia tidak melihat istri dan anaknya.
Narendra langsung memasuki kamar mandi yang tidak di kunci, Narendra terpatung di depan pintu saat melihat istrinya yang sedang duduk di samping bak Mandi menggosok badannya.
Walaupun sudah sering melihat istrinya telanjang, tapi entah kenapa Narendra selalu terangsang ketika melihatnya, dia seakan tidak pernah bosan dengan body montok istrinya.
Narendra Langsung memeluk Tari dari belakang , yang membuat Tari terlonjak kaget " papih ih... membuat mamih kaget aja "
__ADS_1
" mamih yang membuat papih kaget, Mandi telanjang tapi tidak mengunci kamar mandi, ngomong - ngomong Alveandra kemana mih ?" Narendra menyandarkan dagunya di bahu telanjang Tari, Tangannya bergerilya di area gunung kembar Tari.
Tari sedikit melenguh " Emmmhh... Alveandra sama baby sister pih "
Narendra merasakan jika istrinya memberi Respon, dia langsung bertindak lebih berani .
Narendra mengecup halus bibir ranum istrinya.
Dia membelai - belai liang kenikmatan Dunianya.
Tari melenguh dalam pagutan Narendra.
Napas keduanya mulai memburu, Narendra juga semakin Bersemangat.
Setelah beberapa saat melakukan foreplay, Narendra mulai mengarahkan Kebanggaannya di belahan surga dunia istrinya.
Mereka menikmati keintiman tersebut dalam kamar Mandi, dengan berbagai gaya yang membuat pembaca berangan - angan apa yang di lakukan mereka .
Acara mandi untuk membersihkan diri, malah menjadi ajang olah raga sore untuk mereka berdua.
Erangan - erangan Tari mulai tidak terkontrol yang membuat Narendra semakin bersemangat.
Tapi saat kaki Tari baru mau melangkah Keluar, Narendra membopongnya ala Bridal ,kemudian membaringkan istrinya di ranjang.
" pih.. tadikan sudah " Tari Tahu apa maksud suaminya.
" Dia berdiri lagi " Narendra menunjuk kebanggaannya.
Tari tersipu malu " ih.. papih.."
Tanpa basa - basi Narendra memulai ronde kedua, Tari di bolak - balik seperti menggoreng tempe.
Tari hanya pasrah dengan perlakuan suaminya, pasalnya dia sudah tahu betul apa yang Narendra inginkan jika sedang bergelut dengan kenikmatan.
Di sela napasnya yang memburu ,karena entah sudah berapa Ronde bermain Tari merajuk " pih.. sudah dulu yah, besok lagi "
" Nanggung mih, satu kali lagi "
Tari hanya bisa pasrah meladeni keperkasaan suaminya, pasalnya mereka sudah lama tidak melakukan hubungan selama itu semenjak sudah memiliki anak.
__ADS_1
Akhirnya Narendra mengeluarkan larvanya , Narendra mengecup kening Tari dan berbaring di sampingnya " Makasih sayang " napas Narendra masih terengah - engah.
Tari tersenyum manis " iyh pih, tapi papih jahat ih..., mamih sampe perih banget ini " Tari pura - pura merajuk.
Narendra tersenyum kecut " maaf mih, habisnya mamih nambah Sexy !" Narendra berkata dengan genit.
Tari mencubit suaminya dengan gemas karena terua menerus merayunya, kemudian Tari menyuruh suaminya untuk mengambil Alveandra yang bersama baby sisternya.
sementara Winda semenjak tinggal di Vila tersebut dia jarang ke kamar ibunya, pasalnya Winda juga memiliki Baby siater sendiri yang kusus untuk melayaninya, Naraya juga tidak lupa untuk memberikan pengawalan pada Winda walaupun dari jarak jauh.
karena mau bagaimanapun Winda bagian dari keluarga Aditya jadi mau tidak mau dia harus di awasi.
Narendra tidak keberatan dengan pengaturan kakeknya, bagi Narendra yang penting tidak mengganggu aktivitas Winda itu tidak masalah baginya.
...----------------...
Naraya belum Resmi mengumumkan jika Narendra adalah pewaris keluarga Aditya.
tetapi rumor tentang Narendra sudah menyebar luas di kalangan para pebisnis di negara tersebut.
karena Aditya grup merupakan perusahan Terbesar di negara A.
berita tersebut juga tidak luput dari pebisnis menengah kebawah.
Restu juga kebetulan sudah mendengarnya, apalagi dia sudah mendengar sendiri perkataan dari ajudan pribadi Keluarga Aditya Bandi.
Restu sedang berbincang dengan istri dan anaknya.
" Ayu bagaimana hubungan kamu dengan Narendra ?" Restu bertanya pada anaknya.
" Narendra ?, Narendra siapa Ayah?" Ayu yang belum tahu nama asli Rian malah balik bertanya.
Restu menghela napas " Ayah lupa jika kamu belum mendengar kabar itu "
Restu kemudian menjelaskan Siapa Rian sebenarnya, dia juga menceritakan tentang desas - desus di kalangan para pebisnis.
" jadi Ri..eh Narendra anak orang kaya ?!" Ayu terlonjak kaget.
Restu mengangguk " bukan cuma kaya, jika dia menjadi pewaris Aditya grup otomatis Asetnya sudah melebihi bayangan kita "
__ADS_1
Ayu tidak bisa berkata - kata saat mendengar itu, pasalnya dia hanya tahu Narendra sekilas saja tanpa mengetahui latar belakangnya.