Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
bab 39


__ADS_3

Narendra Juga tidak Lupa untuk menyeleksi para streamer, karena Narendra berencana mencari Artis Baru untuk di masukan dalam Manajemennya Nanti.


Hari - Hari Berlalu ,proyek Studio Film pun terus di kebut, Sementara Litle Tv semakin banyak peminatnya.


Narendra Harus mondar - Mandir dari Universitas ke kantornya, pasalnya Narendra belum menemukan Asisten yang dapat di percaya untuk Menghandle pekerjaannya saat dia Kuliah.


Narendra juga sebenarnya sudah meminta pada kakeknya untuk mencarikan seseorang, tapi setelah berkenalan dengan beberapa orang .


Narendra merasa semuanya tidak Cocok, ada yang terlalu ambisius, Serakah, Mementingkan dirinya sendiri dan sebagainya, Semuanya belum ada yang sesuai dengan kriterianya.


Narendra Yang muram saat Di kelas , Membuat Silvia yang sekarang mengajar di Mata Kuliahnya menegur saat Jam pelajaran Berakhir.


" Kamu kenapa Ndra ?" tanya Silvia yang tiba - tiba duduk di Kursi depannya.


Narendra terbelalak kaget " Ck, Kamu ini bikin kaget saja "


Silvia mengulas sebuah senyum, dia tahu jika Narendra sedang memimirkan sesuatu, pasalnya dari awal dia tidak fokus dengan Bimbingannya.


" Katakan saja, siapa tahu aku bisa membantumu " Silvia berkata dengan seulas senyum.


Narendra menghela napas " Aku sedang mencari Asisten pribadi , tapi semua rekomendasi Kakek tidak ada yang seseuai " Narendra menyenderkan Tubuhnya di Kursi.


" Memangnya kamu butuh orang yang seperti apa ?" Tanya Silvia Ingin tahu.


Narendra menatap Langit - langit Universitas, dia memejamkan matanya sebentar kemudian membukanya " Ya ,minimal Pemikirannya sama denganku, Tapi kayaknya itu Mustahil ada " Narendra menghela nafas Kasar.


" Kata siapa ?, ada kok " ucap Silvia yang masih memandangi Narendra.


Narendra langsung duduk tegap dan menatap Silvia, dia mengerutkan keningnya " Kamu tidak bercandakan ?" Tanya Narendra antusias.


Silvia Mengangguk sambil Tersenyum " Bagaimana kalau Nanti malam kita ketemuan Nigt Resto, aku akan langsung membawanya dan kamu bisa menilainya sendiri ,bagaimana ?"


Narendra sedikit curiga dengan Ajakan Silvia, pasalnya dia terkesan seperti ingin Berkencan dengannya.


Silvia yang melihat keraguan Narendra menghela napas " Ndra, kali ini aku serius , Aku tidak mungkin membohongimu " Ucap Silvia Halus.


" Baiklah , Kita ketemu nanti malam " Narendra merapikan buku - bukunya dan pergi meninggalkan Silvia.

__ADS_1


Silvia sangat senang karena dia akhirnya bisa melakukan sesuatu untuk Narendra, jika kenalannya berhasil di rekrut Narendra dia yakin ,bungannya dan Narendra akan semakin dekat.


Sivia berpikir seperti itu karena dia tidak tahu ,jika Narendra memiliki keteguhan hati yang sangat Keras, Ayu saja yang sudah Melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya , tidak pernah Bisa untuk Memasuki Hati Narendra Lebih dalam.


☆☆☆


Narendra sampai di rumah jam dua siang, karena dia tidak mampir ke kantor dulu, pasalnya dia sangat Lelah hari ini Karena terlalu banyak berfikir.


Kebetulan Tari belum pulang dari kegiatan hariannya untuk Menjaga kondisi tubuhnya.


Narendra langsung ke kamarnya menghempaskan tubuhnya di ranjang.


Dia menatap Langit - Langi kamar " Ah... Baru segini saja sudah melelahkan , Bagaimana nanti " Gumam Narendra.


Narendra memainkan ponselnya sebentar , Hingga tanpa terasa dia sudah berada dalam mimpi. Tanpa Berasa Hari sudah malam , nNarendra terbangun sendiri dari tidurnya.


Narendra melihat jam dinding yang menunjukan pukul 7 malam, Narendra melihat sekeilingnya , dia heran kenapa Tari tidak membangunkannya, karena biasanya Tari selalu membangunkan Narendra jika waktu makan Malam.


Narendra membersihkan diri, dia kemudian turun ke bawah untuk makan Malam, di sana terlihat semuanya sudah berkumpul kecuali istrinya.


Bi Edah menggeleng " Saya tidak tahu Tuan "


Narendra bertanya pada Winda " Ibu kemana sayang ? "


Winda juga menggeleng, menandakan jika dia tidak tahu , Naraya Yang melihat Narendra Khawatir berkata " Sebentar lagi juga dia pasti pulang Ndra, ayo makan dulu !"


" Tidak Kek, aku ada janji dengan seseorang " Narendra berdiri kemudian meninggalkan Mereka.


Narendra sampai di Restoran yang sudah di janjikan, Kebetulan dia bertemu dengan Silvia dan seorang pria di depan Restoran.


" Ndra ,ini Nikole sepupu aku !" Silvia memperkenalkan orang di sampingnya.


Narendra mengulurkan tangannya " Narendra !"


Mereka berdua berjabat tangan, kemudian memasuki Restoran Tersebut.


Awalnya tidak ada yang aneh , Tapi hati Narendra teriris saat baru memasuki Restoran , Dia melihat Istrinya sedang berduaan di Restoran tersebut.

__ADS_1


Narendra yang tadinya lapar, tiba - tiab Moodnya hilang, dia membeku di depan pintu Restoran.


Silvia yang melihat itu menegurnya " Ndra , kamu kenapa ?"


Narendra tersadar " eh.. Tidak, aku tiba - tiba gak enak badan , Nikole Kamu Aku terima sebagai asistenku, mulai besok kamu sudah mulai bekerja, silvia maaf, aku harus pulang sekarang "


" Ndra Tunggu !!" Silvia menegur Narendra.


Tapi Narendra tidak menggubrisnya, Narendra kalut , dia tidak menyangka jika orang yang di sayanginya akan berani membohonginya.


Narendra masuk ke dalam mobil " Sial !!!, Kurang apa aku Tari !!, Aku selama ini sudah setia padamu !!, apa ini balasan kamu !!"


Narendra menginjak pedal gas mobil , Melajukan Mobilnya dengan kevepatan penuh !, Karena dia sengaja tidak membawa Bandi dan menyetir sendiri.


Beberapa waktu kemudian , Narendra sampai di rumah, Dia langsung memasuki kamar , Dunianya seakan Runtuh seketika.


Kepercayaan yang dia tanam seolah tercabut seketika di hatinya , Wanita yang dia Sangat cintai sedang berduaan dengan pria Lain di sebuah Restoran.


Narendra menghancurkan apapun yang ada di kamar " prankkk!!"


" Bruakkk !!"


" Arghhhhh !!!"


" Craaankkk !!" Narendra meninju kaca Di meja Rias Tari.


" Kenapa kamu tega Tari !! " Narendra Ambruk ke lantai denga Darah yang mengalir deras di tangannya.


Pelayan yang mendengar Amukan Narendra saat berjalan melewati Kamar Narendra langsung memberitahu Naraya.


Naraya langsung menghampiri kamar Cucunya " Ndra , kamu tidak apa - apa ?" Ucap Naraya dari balik Pintu.


" aku tidak apa - apa Kek !" Ucap Narendra yang tidak ingin Membuat khawatir kakeknya.


" Baiklah, Jika ada sesuatu bicarakan sama kakek, Kakek siap mendengarkan " Naraya tahu jika Narendra sebenarnya tidak baik - baik saja, tapi Naraya juga tidak ingin mengganggu Narendra yang sedang ada masalah.


Karena dengan membuatnya melampiaskan kekesalannya sendiri, itu akan membuatnya sedikit mengurangi beban di hatinya.

__ADS_1


__ADS_2