Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
Bab 48


__ADS_3

Tari sangat senang karena suaminya sudah mau tersenyum lagi dengannya, dia menciumi pipi Narendra hingga membuat Narendra geli.


" Mih..apasih " Ucap Narendra sedikit kesal.


" Gerakin Lagi ih.. jangan diem " Ucap Tari genit sambil Menggerakan Pinggulnya.


Narendra tersenyum , Dia menuruti permintaan istrinya.


Gejolak Rumah tangga yang sempat Membuat hubungan suami istri tersebut sempat terhenti, sekarang mereka Merasakan Kenikmatan yang biasa mereka Alami selama ini.


Mereka saling Merayu, saling Manja , Ceracau Tari menjadi Pengiring kenikmatan surga Dunia yang sedang pasangan tersebut lakukan.


Keduanya seakan baru dipertemukan setelah sekian lama, hingga entah sudah Berapa Kali mereka sampai di puncak Kenikmatan.


Jam dinding menunjukan sudah Pukul 2 dini Hari, Tapi Narendra dan Tari Masih bergelut dengan kenikmatan.


Keringat ditubuh mereka seolah Menjadi saksi jika mereka telah lama bertempur diranjang.


Kamar Mereka bagaikan kapal Pecah , Hingga akhirnya mereka menyudahi pegulatan tersebut, saat pusaka Narendra Benar - Benar sudah tidak bisa berdiri lagi.


Tari Tersenyum puas dipelukan Suaminya , dia menggoda Suaminya denga memegang pusaka Narendra " Lagi pih..." Ucap Tari merengek.


Narendra mengerutkan keningnya " Mamih mah Enak tinggal Nunggu, lah Aku kalau tenaga sudah Habis Ya sudah tidak mau berdiri lagi " Ucap Narendra sambil mencubit hidung istrinya.


Tari Terkikik " Ih..papih.. Mamih juga Perih Tahu kalau lama - lama, tapi kalau buat papih walaupun perih sampai pagi pun Mamih mau " Tari berkata dengan lembut.


" Makasih yah sayang " Narendra mengecup kening istrinya yang ada dipelukannya.


Tari Mengangguk dan tersenyum senang , Mereka berdua kemudian terlelap hingga entah jam Berapa.


☆☆☆


di Meja Makan ,Naraya yang tidak melihat Narendra dan Tari Bertanya pada Bi Edah " Bi, Narendra dan Istrinya kemana ?"


Bi Edah Tersenyum " Tuan dan Nona Muda belum Bangun Tuan Besar " Ucap Bi Edah Sopan.

__ADS_1


Naraya Mengangguk Mengerti , Naraya menebak jika Narendra dan Tari sudah baikan, makanya sampai tertidur hingga siang seperti sekarang.


Winda dengan polosnya bertanya " Memangnya Ayah dan Ibu kenapa Kek ?, apa Mereka sakit ?"


Naraya Tersenyum, dia mengusap puncak kepala cucunya " Ayah dan ibu tidak sakit sayang, Mereka hanya kecapean , Jadi kamu tidak usah khawatir yah "


Winda menganggukkan kepalanya , Naraya dan Cucunya kembali melanjutkan Makan Mereka.


Sementara itu setelah Jam menunjukan puku 10 ,Tari terbangun dari Tidurnya, dia yang tidur dilengan suaminya tersenyum saat melihat Narendra masih terlelap.


Tari mengecup pipi suaminya untuk membangunkannya . Narendra perlahan mengerjapkan matanya dan terbangun.


Saat dia menoleh kesamping ,Terlihat Tari sedang tersenyum sambil menatapnya " Pagi Mih .." Ucap Narendra parau.


" Pagi juga Sayang " jawab Tari sambil Tersenyum.


Tari yang Masih polos belum mengenakan sehelai benangpun, Merambat ketubuh Narendra dan tengkurap diatas tubuh Narendra.


Tari mengecup Bibir Suaminya " Mau mandi Bareng Sayang ?" Tanya Tari Genit.


Narendra menghela napas, dia sungguh merasakan perbedaan sifat Tari yang menjadi lebih agresif ,tidak seperti dulu.


☆☆☆


Karena Tari Tahu Jika Winda sudah berangkat sekolah, dia keluar Kamar dengan Suaminya sambil bergelayut Manja dilengan Narendra.


Bi Edah yang melihat kedekatan keduanya tersenyum senang, pasalnya jika mereka berdua bertengkar , Vila terasa Sepi tidak ada Canda tawa dari Pasangan Tuannya.


" Tuan dan Nona mau sarapan atau ...?" Bi Edah sengaja menggantung kalimatnya karena Siapa tahu mereka ingin makan Di luar.


Benar saja tebakan Bi Edah Benar, Narendra dan Tari akan pergi Keluar , jadi mereka tidak mau sarapan dirumah.


Bi Edah mengangguk Mengerti, dia tidak mempermasalahkan hal itu, dia malah senang karena pasangan tersebut lebih Ceria.


Narendra dan Tari Pergi ke Diamond Resto, ini pertama kalinya Narendra dan Tari makan bersama diluar.

__ADS_1


Diamond Resto juga kebetulan tempat dimana Tari Makan malam dengan Rudi.


Tari tertegun saat sampai didepan Diamond Resto, saat dia turun dari Mobil dia menatap Suaminya khawatir " Pih... ,papih masih Marah ?" tanya Tari selembut mungkin, wajahnya juga berubah jadi Sendu.


Narendra tersenyum, dia menggandenga tangan Tari " Aku sudah tidak marah Lagi , Aku Cuma mau mengatakan pada mamih, jika ingin pergi kerestoran Mahal seperti ini , aku juga bisa ,tidak perlu bersama pria lain " Jawab Narendra sambil mencium tangan Tari.


Mata Tari berkaca - kaca , dia teringat dengan kebodohannya " Mamih Janji tidak akan seperti itu lagi pih " Ucap Tari menunjukan keteguhannya.


" Aku tahu, Ayo masuk " Narendra menggandeng Istrinya memasuki Restoran.


Tari Tesenyum, dia mengeratkan genggaman tangannya, seolah dia tidak ingin melepaskan Narendra sedetikpun.


Narendra Asyik Makan dengan Tari, Mereka layaknya sepasang pengantin Baru ,terlihat bahagia dan tanpa Beban.


Tiba - Tiba Seseorang menegur Narendra dengan Sopan " Tuan Aditya selamat siang "


Narendra dan Tari menoleh , Narendra terkejut saat Melihat Tod yang ada dihadpannya.


Narendra langsung bertanya dengan dingin " Mau apa lagi kamu !!"


" Siapa dia pih ?" Tanya Tari penasaran.


Tod Bergegas menjelaskan apa maksudnya " Tuan dan Nona Aditya saya tidak bermaksud mengganggu kalian, saya hanya ingin Minta maaf pada Tuan Aditya karena kebodohan saya kemarin , Tuan Aditya mohon maafkan saya " Tod membungkuk hormat pada Narendra.


Narendra menghela napas , Karena Narendra paling tidak suka dengan Keributan jadi dia langsung memaafkan Tod " Aku sudah melupakan kejadian kemarin, yang penting jangan diulangi Lagi "


" Tentu saja Tuan , Terimakasih Tuan Aditya " Tod kembali menundukan kepalanya.


Tari yang tidak tahu apa - apa hanya diam, Narendra kemudian menyuruh Tod pergi agar tidak mengganggu Acaranya dengan istri tercinta.


...****************...


" Naraya , Aku harap kamu bisa menjelaskan apa maksudmu menghilangkan Rudi ?!" Ucap Felix Geram.


Naraya menghela Napas " Kamu tidak pernah berubah Felix, apa kamu tidak bisa jika tidak menuduh orang sembarangan ?, dan siapa Rudi ?, apa aku mengenalnya ?" Naraya pura - pura Bodoh, pasalnya dia memang sebelumnya tidak tahu jika Rudi orang kepercayaan Felix.

__ADS_1


Felix Menggebrak Meja Kantor Naraya " Bruaaakkk !!!!!"


" Apa kamu pikir aku Bodoh Naraya ?!, Kalau itu mau kamu , Baiklah..., kurasa kerja sama kita berakhir sampai disini !!!" Setelah mengatakan itu Felix langsung pergi dari tempat Naraya.


__ADS_2