
Narendra ketempat lokasi yang rencananya akan dia bangun sebuah perusahaan yang berskala internasional.
Tidak tanggung - tanggung Narendra mengeluarkan biaya Milyaran dolar untuk membangun perusahaan tersebut.
Perusahaan yang Narendra buat Nantinya akan mencakup berbagai industries , karrna Narendra berencana untuk mengimpor berbagai produk Zolria ke Zelriz melalui perusahaan tersebut.
Tentu saja kelompok Eye's dan Ghos't sudah mengerahkan anak buahnya untuk menjaga keamanan Narendra.
Mereka tahu jika Tiran kota , Ludwil Zain sangat berbahaya , dia akan melakukan apapun untuk menghancurkan orang yang berniat membuat perusahaan besar di Zelris. Karena Ludwil tidak mau jika ada orang yang lebih besar darinya di Zelris .
Narendra turun dari mobilnya , Brodi dengan sigap langsung berdiri disampingnya " Tuan Narendra " Ucap Brodi menyambut kedatangan Narendra.
" Brodi , dimana kontraktornya ?" tanya Narendra bingung , pasalnya tempat tersebut masih terlihat belum ada aktivitas dari pekerja .
" Seharusnya hari ini mereka sudah datang Tuan " Ucap Brodi khawatir.
Benar saja tiba - tiba anak buah Brodi mendapat laporan jika Rombongan pekerja di hadang oleh sebuah mobil.
" Tuan Narendra sepertinya mereka tidak akan datang hari ini , Tuan lebih baik pulang dulu , kami akan menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu !" ucap Brodi menahan Amarah.
Narendra mengerutkan keningnya " Krnapa bisa terlambat ?, bukankah kontrak sudah ditanda tangani ?"
" Tuan benar , tapi ada sedikit masalah yang membuat mereka terlambat , Mari Tuan " Brodi membuka pintu mobil.
Narendra menghela napas " Selesaikan secepatnya , dan aku dengar kamu bekerja sama dengan kelompok Eye's tapi aku tidak melihat pemimpinnya ?" tanya Narendra sambil memasuki mobil.
Brodi tersenyum kecut " dia sedang menangani masalah yang sekarang sedang terjadi Tuan , jafu dia tidak bisa menghadap anda " Brodi mencoba memberikan muka pada Vincen pasalnya mau bagaimanapun sifat Vincen ,dia tetap partner yang baik untuknya.
Narendra tahu jika Brodi sedang membicarakan kebohongan , karena seharusnya pemimpin kelompok Eye's sudah menemuinya dsri kemarin.
" Berikan aku nomor dia Brodi !" ucap Narendra dingin.
Brodi menatap wajah Narendra yang terlihat tidak puas , dia tahu jika Narendra kecewa dengan Vincen , Brodi mengeluarkan ponselnya dan mengirim nomor Vincen pada Narendra.
Saat sebuah pesan masuk , Narendra membukanya " Jadi namanya Vincen ...?" Narendra langsung menyimpan nomor tersebut dan menghubunginya.
Brodi hanya mengangguk di samping mobil ,Narendra kemudian menyuruh Bandi mengemudikan mobil " Jalan Bandi ..!"
" Baik Tuan !" Bandi menyalakan mobil dan meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
Tak berselang lama Vicen mengangkat panggilan Narendra " Siapa ini !" jawab Vincen ketus.
" Apa kamu sudah merasa hebat karena dijadikan pemimpin kelompok Vincen ?, jika kamu sudah tidak ingin bekerja di Aditya Army lagi aku akan mencari penggantimu jika kamu masih ingin bekerja temui aku di Vila !" Ucap Narendra dingin dan langsung mematikan teleponnya.
Diruangannya Vincen tercengang , dia tidak menyangka jika Narendra akan seberani itu , padahal Naraya selalu membebaskannya waktu dia bekerja untuknya.
" Sialan !!!, berani sekali kamu Narendra !" Vincen meremas ponselnnya karena marah.
Eliot yang berada disampingnya mendapat telepon dari Brodi " Tuan Brodi ada apa ?"
Brodi terdengar menghela napas " Tuan Narendra pasti marah sama Vincen tadi , bilang padanya para pekerja kita di tahan orang - orang Ludwil , kalian cepat bantu kami !"
" Ba..baik Tuan Brodi !" Eliot menjawab dengan tegas.
" ada apa Eliot ?" tanya Vincen yang masih duduk ditempatnya.
" Para pekerja kita ditahan orang - orang Ludwil Tuan Vincen " ucap Eliot lembut karena dia tahu jika Vincen sedang marah.
Vincen mengangguk mengerti , jadi ini alasan dia Narendra memamnggilnya ,karena dia pikir Narendra menyalahkannya atas keterlambatan para pekerja.
" Eliot , habisi semua orang Ludwil , kamu pimpin mereka secara langsung , aku mau menemui Tuan Narendra !" ucap Vincen arogan.
Vincen juga beranjak dari tempat duduknya, dia keluar dari Markas Eye's dan langsung pergi menuju Vila Narendra.
***
Di pinggiran Kota Vlo di Zeris , terlihat empat buah bus kota dan beberapa truk muatan bahan bangunan sedang diberhentikan oleh sekelompok orang.
Mereka mengenakan pakaian lengkap seperti mau berperang dengan masker yang menutupi wajahnya .
Semua orang yang ada di bus sangat ketakutan , pasalnya mereka hanya pekerja bangunan yang tidak tahu apa - apa , jelas saja mereka takut karena dihadang orang - orang yang memakai senjata lengkap.
" Bos , sepertinya hari ini cuma segini yang datang , kemungkinan yang lainnya datang besok lagi !" ucap salah satu orang anggota Ludwil.
Orang yang di panggil Bos mengangguk mengerti " Suruh sopir putar balik !"
Baru orang iru berkata seperti itu , tiba - tiba sebuah tembakan melubangi leher orang yang dia suruh.
" Arghhh !" Orang itu memegangi lehernya sambil ambruk di tanah.
__ADS_1
Sibos terkejut " Semuanya bersiapa musuh datang !"
Brodi dan pasukannya yang datang dengan mobil Ofroad , dia menggunakan senapan Sniper untuk menimbaki kelompok Ludwil.
" Cih , ternyata hanya sekelompok sampah yang dikkrim Ludwil !, Semuanya prioritaskan keselamatan para pekerja !" Ucap Brodi memberikan perintah.
" Dimengerti Tuan !" Pasukan Brodi langsung menyebar.
Kelompok Ludwil menembaki pasukan Brodi , tapi karena Brodi pasukan Brodi juga menggunakan senjata lengkap mereka tidak takut sama sekai.
" Dor !
" Dor !
" Drrrtttt !
" Decing
" Decing
Para lekerja ketakutan , mereka menunduk dudalam bus , karena takut ada peluru yang menyasar kearah sana.
Bos kelompok Ludwil mulai ketakutan , pasalnya tembakan mereka tidak ada yang mengenai pasukan Brodi satupun.
Tapi malah sebaliknya , kelompok mereka satu lersatu berjatuhan , walaupun mereka sudah memakai perlengkapan yang lengkap, pasukan Brodi yang mempunyai tembakan akurat dengan mudah menumbangkan mereka satu persatu.
" Raul !, Bunuh dia cepat !" Saat Brodi melihat Bos kelompok Ludwil mengeluarkan sebuah granat untuk mengebom Bus para pekerja , dia menyuruh Raul yang di juluki si kilat bergerak.
Setelah mendapat perintah , Raul langsung bergerak , sesuai julukannya , dia tiba - tiba sudah berada di belakang si Bos kelompok Ludwil.
Raul mencekal lengan SiBos yang mengeluarkan granat , tangan satunya menusuk Leher si Bos dengan pisau tentara.
Si Bos berteriak tertahan saat lehernya digorok oleh lisau Raul , darah langsung menyembur keluara dari Leher si Bos ,hingga tak berselang lama akhirnya dia tewas.
.
.
.
__ADS_1
.