Suami Pengamen Menjadi Miliarder

Suami Pengamen Menjadi Miliarder
Bab 77


__ADS_3

Cruz menghampiri Brodi yang sudah membunuh Yuri ,dia bertanya " Tuan Brodi apa anda mengenalnya "


Brodi mengangguk " dia mantan bawahanku , Cruz bersihkan tempat ini , jangan sampai Tuan Narendra dan keluarganya melihat ini !" ucap Brodi dingin.


Brodi langsung kembali keatas , karena dia memperkirakan hanya Yuri pembunuh yang berbahaya untuk malam ini.


Brodi juga menyuruh mengahabisi semua pembunuh yang tertangkap , karena dia tidak ingin mengambil resiko sekecil apapun.


Brodi menyuruh anak buahnya untuk membuang semua mayat pembunuh ke laut , agar mayat mereka bisa menjadi santapan ikan - ikan di laut dan tidak menimbulkan masalah nantinya.


Keesokan harinya Narndra dan keluarga bangun , mereka tidak melihat setetes darahpun yang tercecer di lantai , pasalnya anak buah Brodi sudah membersihkan semuanya dengan cepat.


Narendra dan keluarga hanya melihat Vruz yang semalaman berjaga di depan pintu masuk ruangan tersebut.


" Selamat Pagi Tuan , Nyonya .." Sapa Cruz sopan.


Narendra tersenyum " Pagi juga , terimakasih atas kerja kerasnya " ucap Narendra tulus.


Cruz bingung mau menjawab apa lagi , pasalnya Narendra terlalu ramah padanya , biasanya seorang Bos jika di sapa pasti hanya mengangguk tanpa bersuara.


Cruz menyimpulkan jika Narendra adalah orang yang supel , dia mudah untuk diajak bicara.


Narendra dan keluarganya pergi keatas karena ruang tempat persembunyian mereka ada di bawah tanah . Tapi walaupun di bawah tanah tempat tersebut sangat nyaman karena dirancang memang untuk sembunyi di saat darurat.


Brodi sudah menunggu Narendra diatas " Tuan dan Nyonya selamat pagi !" sapa Brodi sopan.

__ADS_1


" Selamat pagi juga , terimakasih Brodi atas kerja kerasnya , bgaimana semalam " tanya Narendra tanpa basa - basi setelah duduk di ruang keluarga.


" Semuanya masih bisa dikendalikan Tuan , anda tidak perlu khawatir " jawab Brodi yakin.


Narendra tersenyum puas , dia tidak banyak bertanya lagi karena masih ada istri dan anak - anaknya , jadi dia tidak ingin membahas masalah tersebut terlebih dahulu.


Brodi yang mengerti itu langsung berjaga kembali di tempatnya , dia masih menunggu informasi dari Vincen yang sedang menyelidiki siapa yang menaruh nama Narendra di List daftar pembunuhan.


***


Sementara itu Vincen sedang menuju kesuatu tempat bersama dengan beberapa anak buahnya.


" Bos apa anda yakin ingin langsung menyerang Pemimpin Zain Corp.?, perusahaan tersebut sangat besar ,saya yakin akan banyak penjaga disana !" tanya Anak buah Vincen yang duduk dibelakang.


Vincen memelototi anak buahnya " Apa kamu pikir aku sebodoh itu ?, Ludwil Zain berani menaruh nama Tuan Narendra ada di List daftar pembunuhan , kalau begitu kita akan memeberikan Ludwil sedikit pelajaran , kalian bersiaplah , kita akan menculik anak kesayangan Ludwil !"


Mungkin bagi Ludwil hal yang paling membanggakan untuknya adalah sebuah kekayaannya yang menyentuh ratusan Milyar , tapi faktanya semua hati manusia itu sama , jika darah daging atau pasangan kita menjadi target seseorang yang ingin membuatnya celaka , percayalah mau secerewet , segalak apapun orang tuamu ,mereka akan tetap menangisi keadaan orang yang mereka Cintai.


Vincen dan anak buahnya berhenti di jalan kosong dekat Universitas Zelris, Anak buah Vincen bersiap untuk menangkap anak Ludwil yang notabenya tidak dikawal siapapun.


Karena Ludwil terlalu percaya diri ,di Zelris semua tidak ada yang berani mengganggunya . jadi keluarga Zain di luar rumah tanpa pengawalan.


" Kalian bersiaplah , sebentar lagi dia keluar !" ucap Vincen tegas.


Anak buah Vincen mengangguk mengerti , mereka langsung turun dari Mobil Van yang sengaja mereka bawa ,agar bisa menampung beberapa orang.

__ADS_1


Terlihat dua orang Wanita ,yang satu berambut pirang dan yang datu berambut coklat , Sirambut piranglah target Vincen , karena dia Aulia Zain , anak Ludwil Zain.


Tanpa basa - basi anak buah Vincen membius kedua wanita tersebut , Aulia mereka bawa ,sementara yang satunya sengaja mereka tinggalkan. Pasalnya mereka hanya butuh Aulia saja.


" Ayo cepat jalan !" Vincen memberikan perintah saat Aulia sudah dibawa masuk kedalam Mobil.


Sesampainya di sebuah hutan , Vincen dan anak buahnya ganti mobil yang sudah mereka persiapkan di hutan tersebut dan mendorong Van masuk kejurang.


Vincen ingin menghilangkan jejak ,agar Ludwil sulit untuk melacaknya , dia juga menyuruh Hacker yang bekerja padanya untuk mematikan CCTV saat mereka melancarkan aksinya.


Otomatis semua pekerjaan Vincen dan anak buahnya sangat bersih , Ludwil pasti akan sangat kesulitan jika ingin mencari anaknya.


Aulia di bawa ke Vila Narendra , Karena disana Vincen bisa mengintrogasi sambil meminta saran dari Narendra, dia juga sudah menghubungi Brodi jika sudah tahu siapa dalang di balik pengiriman pembunuh bayaran untuk Narendra.


Brodi mengerutkan keningnya saat Melihat anak buah Vincen menganggkat seorang Wanita yang pingsan " Siapa dia ?" tanya Brodi penasaran.


Vincen tersenyum cerah " Anak di balik penyerangan Tuan Narendra , jika dia ingin bermain - main dengan aku , aku akan membuatnya menjadi gila " Vincen menyeringai seperti iblis.


Brodi menghela napas " Kamu ini..., Atur saja sesuka hatimu, tapi ingat cepat selesaikan masalah ini secepatnya agar Tuan Narendra dan keluarga bisa beraktivitas seperti biasanya !" Ucap Brodi tegas.


" Tentu saja . aku akan menyelesaikannya dengan baik , kamu tenang saja " jawab Vincen datar.


Vincen sudah punya rencana untuk membuat Ludwil panik , dia ingin membuat Ludwil merasakan bagaimana rasanya berdiri di atas duri .


.

__ADS_1


.


__ADS_2