Suami Penyembuh Luka

Suami Penyembuh Luka
Epis. 37 Mulai goyah


__ADS_3

Hari ini Donny kembali menjemput Mia, Leo menceritakan apa yang dia lihat tadi. Donny jadi tahu alasan Fiona datang menemuinya. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, tidak ada yang memulai percakapan.


Donny tahu ini akibat dari sikapnya yang selalu memaksa Mia menerima semua yang dia berikan. Donny akan merubah itu, membiarkan Mia menerimanya perlahan. Tapi kenapa dia harus mengkhawatirkan hal itu. kenapa dia begitu khawatir, toh mereka akan berpisah beberapa bulan lagi.


Kenapa hatinya seperti tidak terima bila gadis itu meninggalkannya. Donny melirik gadis di samping, gadis itu memejamkan matanya,entahlah dia memang tertidur atau memang menghindari Donny.


Matanya terbuka begitu Alfandy mematikan mesin mobil. Mia membuka pintu mobil tanpa menunggu di bukakan.


“Mia”, panggilan lembut Donny membuatnya berbalik. “Kamu sakit?”, Gadis itu menggeleng sebagai jawaban, Donny merangkul bahunya dan mereka berjalan beriringan ke kamar. Dan gadis itu sama sekali tidak keberatan atau menolak.


Mia langsung membersihkan dirinya di kamar mandi, sementara Donny duduk di sofa memeriksa ponselnya yang sejak tadi bergetar di sakunya.


Ada sepuluh panggilan video call dari Natasya, Donny mengirim pesan padanya lalu juga mengirim pesan pada  Alfandy dan mematikan ponselnya. dia ingin memberi jeda pada hubungannya dengan Natasya, agar saat mereka bertemu lagi nanti Dony akan kembali merasakan rindu seperti dulu.


Dia hanya jenuh dengan hubungannya dengan Natasya. Begitu kesumpulannya. Dan mengenai perasaannya pada Mia, dia akan memastikan kalau itu benar-benar perasaan tulus seorang kakak pada adiknya.


Mia keluar dari kamar mandi dan langsung masuk ke ruang ganti, selama pulang tadi gadis itu belum berbicara apapun pada suaminya.


“Mau makan malam di kamar aja atau ke bawah?” tanya Donny, gadis itu nampak berfikir. “ke bawah aja”. Donny mengangguk lalu mendekatinya.


“Maafkan saya kalau saya selalu memaksa kamu melakukan apa yang saya inginkan, saya tidak bermaksud mengatur hidup kamu atau membuat kamu bergantung sama saya, saya hanya mau kamu hidup dengan nyaman dan aman”. Donny tidak ingin keadaan ini berlangsung lama, dia tidak suka melihat Mia dengan wajah mendung yang seperti sekarang.


Gadis itu tertegun, dia terharu dengan ketulusan Donny. Tapi bagaimana Donny bisa tahu apa yang sedang merisaukan hatinya. Dia menundukkan kepalanya, malu untuk menatap Donny.


Donny mengangkat dagu Mia dengan telunjuknya memaksa istrinya  untuk menatapnya, Donny lalu tersenyum padanya setelah tatapan mereka bertemu. Tidak lama kemudian adik kecilnya itu ikut tersenyum bersamanya.

__ADS_1


Hati gadis itu mengahangat, melihat ketulusan Donny padanya membuatnya memutuskan sesuatu yang mungkin akan dia sesali pada akhirnya. Ataukah akan membawanya pada kebahagian. Entahlah.


“Makan yuk”, ajak Donny. Gadis itu mengangguk, donny menautkan jari-jari mereka dan menariknya pelan.


Kali ini Donny menaruh banyak lauk di piring Mia, Fiona bilang pada Alfandy kalau tadi siang mereka tidak menyentuh makanannya sama sekali. Mia tersenyum riang, dia lalu makan seperti biasa membuat Donny menarik kedua sudut bibirnya.


Jam masih menunjukkan pukul lima pagi saat Mia membuka matanya. Di sampingnya suaminya itu masih tertidur dengan lelapnya. Mia memperhatikannya, sudah beberapa hari ini dia bangun lebih awal. Dan beberapa hari ini juga dia suka sekali memandangi wajah lelap suaminya.


Rasa yang selalu coba dia abaikan sepertinya semakin hari semakin mengusiknya. Dia tidak bisa menghindarinya. Walaupun terluka sekali lagi adalah harga yang harus dia bayar untuk memiliki rasa itu.


Mia tidak mendapati Donny di kamar saat dia masuk kedalam kamar setelah selesai joging. Dia keluar ingin mencari keberadaan suaminya dan tidak sengaja bertemu Bu Mira yang sedang berjalan menuju kamarnya.


“Bu Mira liat Mas Donny nggak?”, tanyanya.


“Memangnya ada ruang olah raga di rumah ini?”


“Ada, Nyonya. Saya akan tunjukkan jalannya kalau anda ingin ke sana”. Gadis itu mengangguk lalu mengikuti Bu Mira.


“Wuahhh…” Mia takjub dengan apa yang dia lihat dalam ruangan itu. ruangan yang separuh dindingnya terbuat dari kaca dengan segala perlatan olahraga yang lengkap terlihat sangat mewah. Gadis itu belum menyadari Donny yang mendekat padanya.


“Mas….” gadis itu menutup matanya ketika melihat Donny bertelanjang dada. Donny terkekeh, ternyata gadis ini bisa malu juga melihat laki-laki yang bertelanjang dada tapi tidak takut tidur seranjang. Mia lalu berlari keluar dan menuju kamarnya. Donny mengeringkan tubuhnya yang basah oleh keringat dengan handuk yang tersedia di ruangan itu, dia kemudian memakai bajunya dan menyusul Mia.


“Mas, aku mau keluar temani Fioan ke mall yah?”. Mia selalu meminta izin pada Donny bila ingin keluar di hari liburnya. Dan Donny tidak pernah melarangnya ke manapun.


“Katanya perusahaan memberikan liburan gratis sama karyawan yang berprestasi, jadi dia mau beli perlengkapan buat liburannya nanti”.

__ADS_1


“Kamu mau ikut? Al akan mengatur semuanya kalau kamu mau ikut”. Mia menggeleng mengiba-ngibaskan tangannya.


“Fiona kan liburan bareng teman kantornya, aku nggak mau ganggu”. Donny mengangguk mengerti.


“kita bisa pergi liburan berdua kalau kamu mau”


“Mas Donny nggak sibuk?” Donny menggeleng, “Saya bisa atur waktu buat kamu”. Hatinya lagi-lagi di susupi perasaan hangat mendengar ucapan Donny.


“Saya harap kali ini kamu tidak lagi menolak nya Mia, gunakan membeli apapun yang kamu inginkan”, Donny kembali memberikan kartu tanpa batas yang tempo hari Mia tolak. Gadis itu diam sejanak lalu mengambil kartu itu dari Donny.


“Apa paswordnya masih tanggal pernikahan kita?” Donny menjawab dengan mengangguk.


“Semoga Mas Donny tidak menyesal memberikan kartu ini, aku akan menghabiskan uang mas Donny sebanyak-banyaknya”. Kata gadis itu dengan ekpresi licik yang di buat-buat. Donny tertawa pelan, lalu mengantar Mia sampai di depan pintu utama. Mia mengalungkan lengannya di lengan Donny dengan manjanya.


‘Pantas saja orang itu memperlakukan kamu seperti putri, kamu sangat manis’.


“Alfandy kok nggak keliatan?”. Beberapa hari ini Mia tidak pernah melihat Alfandy, padahal biasanya pagi-pagi sekali laki-laki menyebalkan itu sudah ada di depan rumah menunggu Donny.


“Al ada pekerjaan di luar kota, sebentar siang dia sudah kembali”. Mia membulat kan bibirnya membentuk huruf o.


Donny membukakan pintu mobil untuknya, dan menutupnya kembali saat Mia sudah duduk dengan nyaman. Gadis itu membuka jendela mobil dan melambaikan tangannya pada suaminya. Para pelayan yang melihat Donny memperlakukan istrinya merasa sangat terharu.


Tidak ada yang tahu bahwa pernikahan yang tampak harmonis itu hanyalah sebuah perjanjian sementara. Mereka berfikir Tuannya sudah mengakhiri hubungannya dengan kekasihnya dan memulai hubungan yang baru dengan istrinya. Mereka terliht sangat serasi, Donny yang lembut dan penyayang dengan Mia yang manja dan kadang keras kepala.


Sementara itu di dalam mobil Mia memegangi dadanya yang berdetak hebat sejak tadi. Perlakuan Donny padanya benar-benar membuat goyah pertahanannya. Gadis itu mengatur nafasnya yang memburu sambil memegangi dadanya. Iya, pertahanannya mulai  goyah.

__ADS_1


__ADS_2