
Dua hari sebelum hari pernikahan Alex, mereka semua sudah berangkat ke Bali menggunakan pesawat pribadi Donny. Mia sudah konsultasi ke dokter dan dokter mengijinkannya melakukan perjalanan ini. Donny juga sudah tidak terlalu sering merasakan mual dan pusing di pagi hari. Hanya kadang-kadang saja saat dia meghirup sesuatu yang menyengat.
Donny membawa mereka semua tinggal di villa pribadinya yang letaknya tidak jauh dari kota. Mia dan Donny tidak berhenti senyum-senyum melihat kekesalan Fiona yang gagal terlihat keren di mata suaminya. Dan ujung-ujungnya, Alfandy lah yang menyiapkan semuanya.
Mia dan Fiona melihat takjub villa mewah itu, mereka melupakan ngantuk dan lelah dan langsung berjalan-jalan melihat keindahan yang di tampilkan dari luar villa itu.
Alfandy langsung menarik Fiona sebelum wanita itu menggandeng tangan Mia, “kenapa sih”. Ucapnya dengan kesal.
“Nyonya pasti lelah, dia butuh istirahat”, jawab Al. Alfandy tahu Donny pasti akan menyuruh Mia istirahat setelah perjalanan tadi. Dan benar saja, Donny sudah menggandeng tangan istrinya naik ke lantai dua di mana kamar mereka berada dengan baby Angel dalam gendongannya.
“Wuaahh”, Mia kembali takjub dengan pemandangan dari balkon kamarnya. terpampang hamparan laut luas berwarna biru di depannya. Donny meletakkan baby Angel yang masih tidur di tempat tidur kemudian menyusul istrinya di balkon.
“Kamu suka?” bisiknya tepat di telinga Mia membuat Mia merinding.
“Apa jalan-jalan keliling dunianya masih berlaku?” melihat keindahan di depannya, Mia jadi sangat ingin melihat keindahan yang Donny ingin tunjukkan padanya.
“Kenapa, kamu mau sekarang?” Mia memukul tangan suaminya yang sedang melingkar di pinggangnya. “Aku sangat menginginkan bayiku, aku tidak mau mencelakainya dengan keegoisanku” ucapnya.
“Dia bukan cuma bayi kamu sayang, dia bayi Mas Donny juga”. Donny mencium pucuk kepala istrinya, “Mas Donny janji akan membawa kamu melihat yang seribu kali lebih indah dari yang kamu lihat sekarang”. Mia merasa sangat bahagia, dia jadi tidak sabar menunggu hari itu tiba.
Mereka sudah duduk bersama di meja makan, untuk pertama kalinya mereka berempat duduk di meja makan yang sama. Selama berada di Bali, Donny ingin mereka melupakan statusnya sebagai seorang presdir. Donny mau mereka menganggapnya sebagai saudara bukan sebagai seorang Tuan Donny.
Hal itu membuat Alfandy dan Fiona menjadi canggung dan pada akhirnya mereka tetap menganggap Tuan Donny sebagai Tuan Donny.
“Aku penasaran dengan calon istrinya Alex”, ucap Mia membuka pembicaraan di meja makan. “Memangnya kalian tidak kenal?” Donny ikut menimpali.
Mia dan Fiona serempak menggeleng “Alex nggak mau kirim fotonya”, ucap Mia yang di ikuti anggukan Fiona.
Hari pernikahan pun tiba, Mia dan Fiona tampil sangat cantik membuat suami mereka melihat istri mereka dengan takjub.
Donny yang menggendong baby Angel menggandeng Mia dan Alfandy menggandeng Fiona.
Petinggi Oliver Group yang ada di bali sudah menunggu kedatangan presdir mereka di loby hotel. Alex melangsungkan acara pernikahannya di hotel milik Oliver Group yang ada di Bali. Rencananya, dia akan membuat pesta outdor malam harinya.
Mereka semua bersiap-sipa begitu mobil limousin putih berhenti di pintu utama hotel. Alfandy turun dan membukakan pintu mobil untuk Donny dan Mia setelah membukakan pintu untuk istrinya. orang-orang yang sudah menunggunya sejak tadi menunduk memberi hormat padanya.
__ADS_1
“Selamat datang di Bali, Tuan dan Nyonya” sapa salah satu dari mereka dengan sopan. Donny dan Mia hanya mengangguk dengan senyumnya.
Donny dan Mia berjalan di depan, di ikuti Al dan Fiona dan semua orang yang tadi menunggunya di loby. Mereka memasuki aula pesta yang ternyata sangat meriah dengan nuansa serba putih itu.
“Cieee yang move on, selamat ya”, bisik Mia tidak mau pengantin wanita mendengarnya. “istri kamu cantik”, tambahnya. Mia memeluk hangat wanita yang sudah berhasil mengalihkan dunia Alex dari Fiona.
Alex menunduk sopan pada Donny, dia masih sempat mencubit pipi gembul baby Angel yang berada di gendongan Papanya.
Lalu tiba giliran Fiona, dia tidak kalah bahagia dari sang pengantin. Rasa bersalah yang tidak pernah di perlihatkan pada siapapun seolah hilang di telan bumi. Da benar-benar bahagia untuk sahabatnya. Fiona ingin sekali memeluknya dan mengatakan terima kasih untuk dua tahun yang mereka habiskan sebagai sahabat, tapi dia mati-matian menahan dirinya untuk menjaga perasaan suaminya dan juga istri Alex.
“Selamat ya”, ucap Fiona dengan mata yang berkaca-kaca, Alex tersenyum. Jauh di lubuk hatinya, dia masih sangat menyayangi Fiona.
“Selamat ya”, kali ini giliran Alfandy yang memberinya ucapan yang tulus. “Terima kasih”, balas Alex.
“Istrinya Alex cantik ya, Fi”. Mereka sudah duduk di meja yang sudah di siapkan, Fiona mengangguk setuju. “Cantik”, jawabnya singkat.
“Istri kamu karyawan Oliver Group juga?” tanya Fiona, istri Alex meminta izin padanya untuk menemui teman-temannya, dan Alex juga mengatakan padanya akan menemui sahabatnya.
“Bukan, dia baru selesai kuliah kemarin”.
“Jangan pikir yang aneh-aneh, Mama menjodohkan aku dengannya dan aku merasa nyaman. Dia baik dan cukup dewasa dalam bersikap. Aku suka sama dia”. Mia tergelak dan langsung mendapat pelolotan dari Alex dan Fiona.
“Kita bertiga akhirnya punya pasangan masing-masing ya. Dan semoga kita selalu bahagia”. Ucap Mia dengan tulus.
“Kamu nggak mau balik lagi ke Jakarta, kita bisa nongkrong bareng pasangan masing-masing. Triple date gitu”, usul Fiona yang di angguki Mia.
“Memangnya siapa yang mau Triple date sama boss besar, yang ada kita semua cuma jadi patung. Nggak seru”. Timpal Alex melirik Mia, Mia yang merasa jadi cemberut tapi juga setuju. Dia bisa melihat bagaimana kakunya Fiona saat mereka duduk dan makan di meja makan bersama.
Istri Alex datang menghampiri mereka, Alex langsung berdiri dan menuntun istrinya duduk di sampingnya.
“Kenalkan, sahabat aku. Mia dan Fiona”. Istri Alex berdiri dan menunduk menyapa mereka dengan sopan, Alex memberi tahu padanya kalau salah satu dari mereka adalah istri Tuan Donny Adriano, pemilik tunggal Oliver Group.
“Saya Deswita, senang bertemu dengan kalian. Kalian memang cantik seperti yang Kak Alex bilang”. Mia dan Fiona tersenyum ramah padanya.
Donny datang memberikan baby Angel yang menangis pada Mia “Sayang, kenapa menangis”.
__ADS_1
“Dia mungkin lapar dan ngantuk” Jawab Donny. Mereka semua lalu pamit pulang pada Alex.
“Kapan-kapan main ke Jakarta ya” ucap Fiona pada Deswita sebelum pergi, wanita yang masih sangat muda itu mengannguk dan tersenyum “Iya, kak”. Jawabnya.
Mereka meninggalkan hotel tempat acara berlangsung dang kembali ke villa untuk menikmati waktu yang tersisa sebelum kembali ke Jakarta.
“Fi, Nyonya sekarang sudah mengandung anak yang kedua. Kapan kita akan punya satu?” Alfandy bertanya dengan serius, melihat baby Angel yang menggemaskan juga Donny yang selalu menggendong anaknya itu kemana-mana membuatnya juga ingin merasakan menjadi seorang ayah.
Fiona mendekatkan bibirnya ke telinga Al “Kalau kamu berhasil membuatnya malam ini”, Alfandy tercengang dan setelah dia mencerna apa yang di katakan Fiona diapun langsung menindih istrinya itu, menyatukan bibir mereka dan mulai saling memberi kenikmatan
Sementara itu di kamar atas, baby Angel sudah tertidur setelah Mia menyusuinya. Dia dan Donny sedang berdiri di balkon kamar dengan hamparan laut biru sebagai latarnya.
“Terima kasih ya Mas sudah menemaniku ke mari”. Ucap Mia memeluk lengan suaminya yang bergelantungan di lehernya
“Mas Donny tidak akan membiarkan kamu pergi sendiri, apalagi kamu sedang mengandung”.
“Mas”
“Ehmm”
“Terima kasih”
“Untuk apa lagi?”
“Untuk semuanya, dan yang terutanma untuk cinta yang Mas Donny berikan padaku” Donny membalikkan istrinya menghadapnya.
“Kamu layak untuk mendapatkan semua cinta yang saya miliki, dan kamu tidak perlu berterima kasih untuk itu karena apa yang sudah kamu berikan jauh lebih berharga dari apa yang saya berikan”
Mia memeluk suaminya, dia sangat beruntung menjadi wanita yang di cintai Donny Adriano.
Terbawa suasana yang begitu indah, Donny menyatukan bibir mereka, melu*mtnya lembut, mencecap lipatan atas dan bawah bibir merah muda itu. Di bawah sinar bulan dan bintag-bintang yang berhamburan di atas sana mereka saling berpagutan. Bukan hanya menyatukan bibir mereka tapi juga perasaaan mereka.
Mereka akan hidup saling mencintai, masalah demi masalah yang akan mereka hadapi tidak pernah berlangsung lama karena meerka saling terbuka dan jujur pada psangannya masing-masing. Karena itulah yang utama. Kejujuran.
*****
__ADS_1
Happy ending 😊