
Sepanjang perjalanan pulang, Mia tidak henti-hentinya menceritakan tentang kekagumannya pada langit senja, perpaduan warna yang tidak menentu di tambah cahaya matahari yang kian memudar menjadi keindahan tersendiri bagi yang menikmatinya. Dan itu akan lebih indah bila dinikmati bersama orang yang disayang.
Mia sejenak melupakan pertemuannya dengan Monika yang merisaukan hatinya, dia sedang bahagia sekarang. Laki-laki yang sedang duduk di sampingnya mendengarkan ceritanya sekarang benar-benar telah mengalihkan hati dan fikirannya dari masa lalu yang ingin dia lupakan.
Mobil sudah sampai, Al turun lebih dulu membukakan pintu untuk Tuan dan Nyonyanya. Mia langsung mengajak Donny ke ruang makan karena perutnya yang sudah berteriak minta di isi. Mia sering sekali melewatkan makan siangnya akhir-akhir ini.
“Tidak mau ganti baju dulu”. Mia menggeleng, dia menarik Donny ke wastafel mencuci tangan dan lansung duduk di meja makan. Donny yang tidak nyaman makan dengan pakaian yang dia pakai seharian menurut saja ketika Mia mendudukkannya di kursi yang biasa dia tempati saat makan.
Gadis itu makan dengan perasaan senang, dan Donny ikut senang melihatnya.
Mereka masuk ke kamar, Mia lebih dulu masuk kamar mandi untuk membersihakan dirinya. Seharian dia berada di pantai, walaupun tidak bermain air tapi badannya terasa lengket semua.
Donny membawa beberapa berkas yang tadi di simpan Al di ruang kerjanya ke dalam kamar. Berkas-berkas penting itu harus dia kembalikan pada Al besok untuk di selesaikan divisinya masing-masing. Dia tidak ingin meninggalkan Mia sendirian di kamar tapi tidak juga bisa mengabaikan tanggung jawabnya.
“Ada yang bisa aku bantu”, menawarkan diri untuk membantu melihat Donny.
“Kenapa nggak tidur?” tanya Donny mengabaikan tawaran Mia.
“Tunngu Mas Donny”. Donny mengernyit, “Kenapa?”.
“Nggak, pengen aja”. Jawaban klasik Mia membuat Donny menghela nafas.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam ketika pekerjaannya selesai, gadis itu sudah tertidur di sofa karena menunggunya. Donny menggendong istrinya dan menidurkannya di tempat tidur.
Dia menyelusuri setiah sudut wajah istrinya, dan entah sejak kapan dia mulai mengagumi kecantikannya. Matanya lalu tertuju pada bibir mungil Mia yang sedikit terbuka, dia mengusapnya pelan dengan jarinya lalu perlahan menundukkan wajahnya dan menyatukan bibir mereka.
__ADS_1
Merasakan ada sesuatu yang hangat menempel di bibirnya membuat Mia membuka matanya, dan betapa kagetnya dia ketika melihat Donny sedang mencumbunya dengan mesra. Mia merasakan getaran yang hebat di dadanya, jantungnyan seakan berdetak lebih cepat seperti orang yang habis lomba lari.
Gadis itu kembali memejamkan matanya, membiarkan Donny tetap menciumnya, dia menikmatinya dalam tidur pura-puranya.
Donny melepaskan pagutannya dan membersihkan bibir Mia yang basah dengan jarinya. Donny kembali memberi kecupan singkat sebelum menjatuhkan dirinya di samping istrinya. Dia menyelipkan tangannya di bawah leher istrinya sebagai bantal lalu memeluknya dan kemudian tertidur.
Mia membuka matanya saat mendengar dengkuran halus, dia memastikan bahwa suaminya itu telah benar-benar tertidur. Gadis itu mengusap lembut lengan Donny yang melingkar di pinggangnya. Tangannya kemudian terulur memeluk tubuh kokoh suaminya. Jadilah mereka tidur sambil berpelukan.
Matahari yang mereka saksikan terbenam kemarin, pagi ini kembali terbit. Donny merasakan ada sesuatu yang menyentuh perutnya. Dia membuka mata dan mendapati Mia sedang memeluknya. Perasaan bahagia menyeruak di dalam hatinya. dia mengeratkan pelukannya pada gadis itu membuat gadis itu bergeliat pelan lalu membuka mata.
Mata yang masih berkabut itu menyipit di iringi senyum manisnya. Donny sedikit membulatkan matanya terkejut dengan reaksi Mia yang tidak berteriak ataupun segera melepaskan tangan Donny dari pinggangnya.
Setelah kesadarannya kembali sepenuhnya, Donny lalu membalas senyuman Mia. Mereka masih berpelukan dan tatapan mereka pun semakin dalam. Donny mendekatkan wajahnya perlahan dan kembali menempelkan bibirnya dan bibir Mia.
Mia membulatkan matanya terkejut dengan ciuman tiba-tiba Donny, namun perlahan gadis itu memejamkan matanya dan kembali menikmati sentuhan bibir Donny di bibirnya.
Kelopak mata itu terbuka perlahan merasai sentuhan lembut di wajahnya, Donny membelai lembut setiap inci wajah istrinya. Perasaannya saat ini sudah benar-benar tertuju pada istrinya. Ciuman tadi memberi bukti padanya kalau dia tidak lagi menganggap Mia sebagai adik, melainkan sebagai wanita yang dia inginkan menjadi pendamping hidupnya selamanya.
Ciuman tadi juga menunjukkan perasaan Mia padanya, walaupun terlihat kaku dan malu-malu tapi Mia tidak menolaknya juga tidak menolak pelukannya. Donny semakin yakin akan meneruskan pernikahan yang di awalinya dengan perjanjian ini.
“Mas, Aku mau mandi”, Donny mengulum senyum, wajah istrinya berhasil di buatnya semerah tomat. Dia memandangi punggung itu hingga hilang di balik pintu kamar mandi.
Senyumannya berubah jadi tawa, menertawai dirinya sendiri yang bisa jatuh cinta pada gadis yang awalnya hanya dia anggap sebagai adik. Entah bagaimana Mia bisa membuat dunianya yang selama ini hanya di penuhi dengan Natasya bisa begitu mudah berbalik.
Cerita tentang masa lalunya yang sedih membuatnya semakin ingin menjaga dan melindunginya. Dia tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya dan membuatnya terluka lagi.
__ADS_1
Di dalam kamar mandi Mia memegangi wajahnya yang panas dan jantungnya yang terus berdetak tak karuan.
“Apa mas Donny juga punya perasaan yang sama denganku. Lalu wanita itu…” Mia menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Aku tidak akan mudah menyerah kali ini”. Mia menyalakan shower dan membersihakan seluruh tubuhnya. Senyum kadang-kadang menghiasi wajah cantiknya saat mengingat kejadian semalam saat Donny menciumnya diam-diam, dan Donny tanpa canggung melakukannya lagi tadi pagi.
Suara ketukan tidak sabar membuat Mia mempercepat gerakan tangannya yang menyapu tubuhnya dengan air hangat berjatuhan dari shower.
“Kamu tidak apa-apa?”. Donny mengingat kejadian kemarin saat Mia berada lama sekali di dalam kamar mandi, dia takut Mia menyakiti dirinya lagi. “Memangnya kenapa?” tanyanya bingung.
Donny menelisik istrinya dengan seksama, matanya terlihat segar tidak terlihat jejak air mata di sana. Sebelah alis Mia tertarik ke atas menunggu jawaban Donny. “Tidak apa-apa”. Dia lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
“Kamu tidak kemana-mana hari ini”. Saat ini mereka sudah ada di meja makan menikmati sarapan yang berbeda. Mia kembali dengan nasi goreng kesukaannya sedangkan Donny sarapan seperti biasa.
“Aku mau ketemu Fiona, katanya lagi nggak banyak kerjaan jadi dia bisa libur akhir pekan”.
“Mau kemana?”.
“Ke kontrakan?”.
“Kenapa tidak hangout ke luar?”
“Fiona lagi capek, mau istirahat”, Mia menatap dengan heran, tidak biasanya Donny banyak tanya seperti ini.
“Kalau mau istirahat kenapa kamu ganggu?” Mia meneguk jeruk hangatnya agar makanan yang dia telan tadi tidak tertinggal di lehernya.
__ADS_1
“Mas Donny mau bilang apa sih?”. Donny tersenyum penuh makna, “mungkin kamu mau menemani saya seharian di rumah”. Wajahnya kembali bersemu merah mengingat kejadian tadi pagi. Gadis itu lalu meninggalkan suaminya di meja makan. Tidak perduli Donny yang terus memanggilnya.