Suami Penyembuh Luka

Suami Penyembuh Luka
Epis. 43 Kantor heboh


__ADS_3

“Aku balik kantor ya, Mas?” pamitnya pada Donny.


“kenapa tidak tinggal sebentar lagi, saya akan menyelesaikan pekerjaan saya dan kita pulang bersama”. Mia menggeleng, “Aku harus balik kantor, masih banyak kerjaan”. Donny mengangguk mengerti.


“Kalau begitu saya akan mengantar kamu sampai ke bawah”.


“Nggak perlu, Mas kan lagi banyak kerjaan”, tolaknya melihat banyaknya berkas-berkas di atas meja suaminya. Donny mengabaikannya dan menggenggam tanganya keluar dari ruangannya.


Kedua sekertaris yang tadi mengahalangi Mia sontak berdiri menunduk pada Donny, mata mereka tertuju pada sepasang tangan yang saling menautkan jemarinya. Keduanya saling memandang dengan wajah yang terkejut bukan main.


Gedung Oliver Group di hebohkan dengan Tuan Donny Adriano yang tiba-tiba berjalan santai di loby perusahaannya dengan menggengam jemari seorang wanita.


Spekulasi mulai bermunculan tentang siapa wanita yang sedang di genggam jemarinya oleh Boss besar mereka.


‘Mungkinkah dia sang Nyonya Muda yang di sembunyikan dari publik’


‘Tidak mungkin istri Tuan Donny Adriano berpenampilan seperti karyawan kantor biasa’


‘Wanita itu terlihat sangat cantik, tapi siapa dia?’


Yah, mereka semua hanya bisa berspekulasi dalam hati masing-masing. Tidak akan ada yang berani untuk sekedar bertanya atau bahkan mengambil gambar.


Mia sedari tadi jalan dengan menunduk di belakang punggung suaminya, sementara Donny semakin  mengeratkan genggaman tangannya dan sedikit menarik Mia agar berjalan di sampingnya.


“Angkat kepalamu Mia, kamu tidak perlu malu menunjukkan dirimu pada mereka. Semua orang di sini harus tahu siapa kamu sehingga tidak ada yang akan memperlakukan kamu seperti tadi”. Ada kekuatan yang menjalar di hatinya mendengar ucapan suaminya. Mia menatap Donny yang tersenyum hangat padanya.


Gadis itu menegakkan kepalanya dan berjalan santai mengikuti suaminya menunjukkan pada orang-orang bahwa laki-laki di samping ya ini adalah suaminya, mereka sejenak melupakan perjanjian mereka yang kian mendekati akhir.

__ADS_1


 Leo mendekat dan menunduk hormat pada Donny dan Mia ketika mereka sudah berada di depan pintu utama.


“Lain kali antar Nyonya sampai ke ruangan saya”, ucapnya sedikit kesal pada Leo.


“Maafkan saya, Tuan”. menunduk merasa bersalah.


Donny membuka pintu mobil, “saya akan pulang lebih cepat”. Mia mengangguk tidak lupa juga dengan senyumnya.


Mobil itu melaju meninggalkan Gedung Oliver group.


Di dalam mobil, Mia tidak bisa menyembunyikan rona bahagia yang terpancar dari wajahnya. Dia tidak menyangka Donny akan menggenggam tangannya di hadapa karyawannya. Leo yang melihat wajah cerah Mia ikut tersenyum dalam diam.


“Apakah kamu sudah siap memperkenalkan istri kamu pada publik?”. Donny menundukkan sedikit kepalanya melihat orang yang baru saja menghalangi jalannya “, Paman”. Sapanya sopan.


 Laki-laki berusia awal lima puluh tahun itu menepuk pundak Donny melihatnya nampak terkejut dengan pertanyaannya. “ Apalagi yang kau tunggu. Lagi pula istrimu juga sangat cantik, orang-orang akan iri padamu ketika kau memperkenalkannya”. Orang itu berlalu dari hadapannya, Al membungkuk sopan pada laki-laki itu.


“Maaflkan kelancangan saya, Tuan”. Al tidak tahan melihat Donny yang terus menghela nafas, dia sangat tahu apa yang di pikirkan Tuannya itu.


“Lihat hati anda, bagaimana perasaan anda pada Nyonya. Jika itu hanya benar-benar kasih sayang kepada seorang adik, atau tanpa anda sadari anda sudah mulai jatuh cinta padanya”. Donny menatap Alfandy dengan pandangan yang tidak terbaca. Jatuh cinta, benarkah dia jatuh cinta, ataukah dia hanya mencari pelarian dari hubungan yang mulai terasa jenuh bersama Natasya.


Natasya, benar. Gadis itu sejak semalam terus mneghubunginya meminta untuk bertemu. Apakah dia menyesalinya, apakah dia akan lebih memilih dirinya dari pada kontrak itu atau sebaliknya.


Donny mengambil ponselnya dan menirimkan pesan pada Natasya. Dia akan bicara sekali lagi dengannya besok. Tidak malam ini. Malam ini dia ingin ada di rumah bersama Mia, dia sudah janji pada gadis itu akan pulang malam ini. Dan, dia juga merindukannya, dia rindu melihatnya makan, dia rindu tidur di sampingnya. Dan…


Senyum seketika terbit di wajahnya mengingat gadis itu dan juga mengingat ketika dia mencium bibir merah mudanya. Atensinya lalu kembali tertuju pada berkas-berkas yang ada di hadapanya. Memeriksa setiap detail kata dan angka yang tertulis di sana lalu membubuhinya dengan tanda tangan ketika merasa semua sudah sesuai.


Dia sudah tidak sabar untuk bertemu adik kecilnya.

__ADS_1


Rencana Donny untuk menjemput Mia gagal hari ini. Tiba-tiba CEO dari anak perusahaan ingin bertemu membicarakan kemungkinan pembangunan cabang baru di beberapa kota. Donny tidak bisa menolaknya. Mereka terlibat pembicaraan yang serius hingga lupa waktu.


‘Kamu tahu nggak Mi, kantor heboh karena Tuan Donny Adriano mengangdeng seorang wanita’. pesan dari Fiona, Mia tersenyum membacanya.


‘Apa itu kamu?’ tanya Fiona.


‘Iya, tadi aku ke kantor Mas Donny. Dan dia menggengam tanganku di hadapan karyawannya…’. Di seberang sana Fiona menghela nafasnya. Mia tidak pernah membiarkan orang lain memperlakukannya seperti itu. sepertinya dia telah benar-benar membuka hatinya untuk suaminya.


Fiona hanya memberitahu sebagian saja, sementara hal lainnya bahwa teman-teman di divisinya yang tadi sempat melihat mereka tidak percaya bahwa wanita itu adalah Nyonya Muda Oliver Group. Dia hanya seperti gadis biasa dari kalangan bawah dan tidak pantas bersanding dengan seorang yang bersinar seperti Boss besar mereka.


Semua yang dia kenakan tidak ada yang bermerk dari atas hingga ke bawah. Jika benar dia adalah sang Nyonya Muda, bagaimana caranya bisa memikat hati seorang Donny Adriano. Mereka terus bergosip sampia telinga Fiona panas di buatnya. Fiona mengumpulkan kertas-kertas yang selesai dia print, menyusunya dengan rapi dan mengantarnya ke ruangan Alex.


“Kenapa muka kamu seperti benang kusut?” Alex melihat Fiona yang sedang cemberut masuk ke ruangannya.


“Kamu nggak tahu gosipnya”, Alex menaikkan alisnya, sedari tadi dia hanya di ruangannya dan tidak mengetahui apapun


“Tadi Mia datang, dan Tuan Donny menggandeng tangannya di loby. Dan Tuan Donny juga membukakan pintu mobil untuknya. Tentu saja kantor jadi heboh”. Alex sama sekali tidak menunjukkan reaksi terkejut.


“Terus, apa yang membuat heboh. Mia istrinya, wajar saja menggenggam tangannya”. Laki-laki itu geleng-geleng kepala, perempuan memang senang sekali membesar-besarkan hal kecil.


“Mia sepertinya sudah jatuh cinta dengan suaminya.” Gumamnya.


“Lalu apa yang salah dengan itu, bukankah malah bagus.” Fiona menatap Alex dengan kesal. Sepertinya dia salah memilih teman bicara.


“Ini berkasnya, Pak. Saya sudah menyusunnya sesuai dengan tanggalnya, permisi.” Fiona keluar dari ruangan Alex. Laki-laki itu mengernyit melihat tingkah Fiona. Kalau dia sudah bicara formal, berarti gadis itu sedang kesal dengannya.


Tapi tadi dia baik-baik saja, lalu apa yang membuatnya tiba-tiba kesal.

__ADS_1


__ADS_2