Suami Penyembuh Luka

Suami Penyembuh Luka
Epis. 39 Sebuah ciuman


__ADS_3

Alfandy memberikan map coklat pada Donny berisi tentang semua informasi Mia selama tinggal di Bandung. Donny akhirnya meminta Al ke Bandung dan mencari tahu semua tentang Mia.


Donny membuka amplop itu, ada beberapa foto di dalamnya. Dia melihat foto itu satu persatu, dia melihat foto seorang gadis kecil dengan tongkat peri di tangannya.


Donny baru ingat gadis kecil itu, mereka pernah bertemu saat dia ke Bandung bersama Ayahnya dulu. Mia ternyata gadis kecil yang dulu sangat manja padanya. Donny ingat saat itu Mia mungkin masih berusia lima tahun, dan dia selalu menempel padanya. Ibunya bahkan susah payah membujuknya saat Donny dan ayahnya akan kemabli ke Jakarta.


Dia kembali melihat foto yang lain. Dia juga ingat waktu itu dia datang bersama orang tuanya saat ibu Mia meninggal. Waktu itu usia Mia sekitar sepuluh tahun, dalam foto itu tampak kesedihan menyelimutinya.


Mia kehilangan Ibunya saat berusia sepuluh tahun karena sakit yang di deritanya. Mia kecil sangat sedih, dia tidak beranjak dari makam ibunya sampai senja. Gadis itu terus menangis sambil memeluk nisan Ibunya.


Ayahnya tidak bisa membujuknya akhirnya menemaninya sampai akhirnya Mia tertidur di atas gundukan tanah yang masih basah itu.


Lalu ada foto di mana gadis kecil itu sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik dan ada laki-laki di sampingnya yang sedang duduk bersamanya. Mereka terlihat sangat bahagia dalam foto itu.


“Nyonya terlibat kecelakaan hebat tujuh tahu lalu”. Cerita Al, melihat Tuannya hanya memandangi foto-foto itu.


 “Ayahnya meninggal di tempat dalam kecelakaan itu, dan Nyonya koma di rumah sakit selama lebih dari tiga bulan dan tidak bisa menghadiri pemakaman Ayahnya”. Donny sudah menyimpan foto itu dan mendengar cerita Al.


“Neneknya menjual rumah mereka di bandung untuk biaya hidup mereka dan juga membiayai kuliah Fiona. Uang peninggalan Ayahnya habis di pakai untuk biaya Nyonya selama hampir enam bulan berada di rumah sakit”. Donny masih diam lalu Al kembali melanjutkan.


“Tapi Nyonya meminta kepada paman dan bibinya untuk membeli rumah itu dan Nyonya yang akan membayarnya dengan mengangsurnya, dan Nyonya di bantu Fiona membayar di bank sampai sekarang”.


“Itu menjadi alasan utama Nyonya melanjutkan hidupnya, dia ingin mengembalikan rumah yang penuh kenangan itu kepada neneknya”. Donny mendongak menatap Alfandy.


“Apakah anda ingin saya mengurus surat-surat rumah Nyonya?” tanya Al sopan.


“Tidak, Al. Jangan sekarang, Mia pasti akan menolaknya”. Di tidak ingin memperburuk hubungannya dengan Mia saat ini.

__ADS_1


“Lalu di mana laki-laki itu? apa kamu tahu kenapa dia meninggalkan Mia”.


“Sekarang dia ada di Inggris, Tuan. bersama istri dan juga seorang putri yang berusia sekitar enam tahun”. Donny tercengang, putri berusia enam tahun. Mungkin saja laki-laki br*ngs*k itu meninggalkan Mia untuk wanita lain.


“Kamu boleh keluar Al, terimakasih untuk kerja keras kamu”.


“Sudah tugas saya, Tuan. saya permisi”. Donny menarik nafas dalam-dalam. Setelah mendengar cerita Fiona tempo hari membuatnya menjadi ingin tahu semua tentang Mia.


Donny merapikan kertas-kertas dan juga foto-foto itu lalu memasukkannya kembali ke dalam amlop dan menyimpannya di salah satu laci meja kerjanya yang terkunci.


Dia meninggalkan ruang kerja dan menuju kamarnya.


Mia menyimpan ponselnya di atas nakas saat Donny membuka pintu kamar.


Donny mengernyit, “Kenapa belum tidur?”. Jam sebelas malam biasanya Mia sudah tidur nyenyak di bawah selimut.


“Tungguin Mas Donny”.


“Lagi nggak bisa tidur aja”. Donny membelai surai panjangnya. Dia menyadari rasa sayangnya pada gadis itu sudah sangat dalam tapi belum bisa membedakan apakah itu rasa sayang seorang kakak atau rasa sayang laki-laki kepada lawan jenisnya.


Laki-laki itu menatap wajahnya memperhatikan setiap bagian-bagian wajahnya.  Donny mendekatkankan wajahnya, Mia dapat merasakan hembusan nafas Donny di wajahnya. Donny semakin mengikis jarak hingga akhirnya dia menyatukan bibirnya dan bibir Mia.


Kelopak matanya membulat tubuhnya terpaku ketika dia merasakan sesuatu yang lembut dan hangat menempel di bibirnya, pikirannya sudah berteriak untuk menjauh dan pergi tapi hati dan tubuhnya menikmatinya. Dan akhirnya Mia memejamkan matanya menikmati ciuman lembut Donny di bibirnya.


Ciuman itu tidak berlangsung lama ketika kesadaran mia kembali menguasainya, dia mendorong pelan dada Donny, laki-laki itu juga tercengang dengan apa yang barusan dia lakukan.


“Maafkan saya”. Ucapnya lirih. Donny merutiki dirinya sendiri yang terbawa suasana hatinya.

__ADS_1


“Aku tidur duluan, Mas”. gadis itu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, berusaha menyembunyikan rona merah di pipinya. Nafasnya memburu tidak beraturan.


Sementara Donny sangat menyesalinya, dia tidak tahu kenapa kali ini dia tidak bisa mengontrol dirinya. Padahal dia selalu bisa menguasai dirinya saat fikiran-fikiran seperti itu mengusiknya.


Donny meninggalkan Mia tidur sendiri, dia akan tidur di ruang kerjanya. Dia sangat malu bertemu Mia saat ini.


Mia membuka selimut yang menutupnya saat samar-sama melihat Donny keluar kamar. Dia mengipas-ngipaskan tangan kewajahnya. Pendingin di kamar ini sangat baik, tapi kenapa dia merasa sangat kepanasan.


Saat ini Mia sibuk bermonolog dengan dirinya sendiri. Bagaimana menghadapi Donny besok, dia merasa sangat malu karena awalnya tidak menolak ciuman itu. Tapi kenapa Donny tiba-tiba menciumnya. Wajahnya kemabli memerah dan udara di sekitarnya kembali terasa panas saat dia mengingat bibir penuh Donny menempel di bibir tipisnya.


Gadis itu meutup wajahnya dengan kedua tangannya, ada senyum samar terukir di bibirnya. Dia menyentuh bibirnya dan menggigitnya pelan. Kali ini senyum itu terukur jelas.


Mia baru tertidur saat jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi.


Bagaimana dengan Donny?. Laki-laki itu sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Dia terus mengingat saat bibirnya menyatu dengan bibir Mia, lembut dan manis. Walau hanya sebentar tapi serasa masih membekas di bibirnya.


Dia mengambil ponselnya melihat puluhan panggilan tidak terjawab dari Natasya, lalu melihat pesan yang wanita itu kirimkan padanya.


“Aku akan kembali ke Indonesia besok, mari bertemu. Ada hal yang ingin aku sampaikan padamu. Love you”


‘Apakah Natasya akan bersedia menikah. Apa kah itu yang akan dia katakan besok?’ Donny menarik nafasnya dalam-dalam. Kalau memang Natasya sudah bisa melepaskan kariernya dan menjadi istrinya, lalu bagaimana dengan Mia. Apakah perjanjian mereka akan berakhir sebelum waktunya. Secepat itu?


Laki-laki itu memejamkan matanya, dia tidak ingin melepaskan Mia. Dia ingin selalu berada di samping gadis itu, memberikan kebahagiaan dan keamanan padanya. Lalu bisakah Mia tetap di sampingnya meski perjanjian mereka berakhir? Apakah Mia mau tinggal dengannya walaupun dia sudah menikah dengan Natasya?


Dia ingin selalu bersama Mia, lalu bagaimana dengan Natasya. Dia masih meyakini kalau cintanya pada gadis itu belum berubah, masih yakin kalau perasaanya masih sama. Dan menikahi gadis itu adalah impiannya sejak dulu. 


******

__ADS_1


Terimakasih untuk semua dukungannya, like dan komentar kalian adalah semangat terbesar saya.....


Love you All 😊


__ADS_2