Suami Penyembuh Luka

Suami Penyembuh Luka
Epis. 96 Jalan ke Mall bertiga


__ADS_3

“Sayang, feeling kamu benar. Wanita itu memang punya niat tersembunyi sebagai pengasuh”. Baby Angel masih tertidur di boxnya, seperti biasa sekarang Mia sedang ada di atas tubuh suaminya dengan memakai baju tentu saja, mereka sudah melakukan adegan panas di kamar mandi tadi.


“Dan ini bukan pertama kali dia melakukannya”, Donny menceritakan semuanya pada istrinya, untuk kali ini dia merasa tidak apa-apa Mia mengetahuinya.


“Benarkah? Aku awalnya tidak suka padanya karena aku takut dia akan melukai Angel. Tapi Fiona bilang kalau dia mungkin saja mau menggoda suamiku”.


“Kamu takut suami mu ini akan tergoda?” tanya Donny sambil memainkan surai istrinya.


“Awalnya aku takut, karena dia memang cantik dan masih muda”, Donny memicingkan matanya “kamu masih tidak tahu sebesar apa Mas Donny mencintai kamu?” Mia menundukkan kepalanya mengecup bibir suaminya.


“Aku tahu”, ucapnya terkekeh. Donny menurunkan Mia dari tubuhnya, dan sekarang wanita itu berada di sampingnya.


“Kamu harus mendapat hukuman karena sudah meragukan cinta suami kamu”, Donny kembali mempertemukan bibir mereka. Saat pagutannya semakin dalam, baby Angel menangis membuat Mia melepaskan tangan suaminya yang memegang kedua pipinya dan berlari menuju box baby Angel. Donny menyusul Mia, dia juga merindukan putri cantiknya. Saat pulang kerja tadi, baby Angel sudah tertidur di pangkuan istrinya.


Siang ini Donny ingin makan siang bersama Mia, dia meminta Leo menjemput istrinya dan juga membawa Bu Mira ikut bersama mereka untuk membantu Mia menjaga baby Angel. Mia merasa sangat senang bisa makan bersama suaminya, beberapa hari ini Donny sering pulang terlambat dan mereka tidak bisa makan malam bersama.


Mereka hanya duduk di meja makan saat sarapan, tentu setelah drama mual dan pusing yang masih terus di alami Donny.


Saat Mia datang dengan menggendong baby Angel, beberapa karyawan wanita  langsung mengerumuninya bergantian ingin menggendongnya karena gemas. Suara deheman Donny membubarkan mereka, mereka menunduk dengan sopan lalu kembali  melakukan pekerjaan mereka.


Donny mengambil baby Angel, tidak ada yang akan berani mendekati anaknya bila dia yang menggendongnya. Semua karyawan Oliver Group tahu kalau Mia sangat baik dan ramah, itu sebabnya mereka tidak terlalu canggung bersama Mia.


Mereka masuk ke dalam lift khusus, sebelah tangan Donny menggendong anaknya dan sebelah tangannya menggenggam tangan istrinya, sementara Bu mira mengikuti dari belakang dengan mendorong stroler babay Angel.

__ADS_1


Kedua karyawan wanita itu menunduk saat Donny dan Mia keluar dari dalam lift, mereka juga menunduk sopan menyapa Bu Mira yang mereka kenal sebagai orang kepercayaan Donny yang mengurus rumahnya.


Mereka menatap gemas pada baby Angel, ingin rasanya menggendong bayi lucu itu dan mencubit pipi gembulnya. Mia tersenyum melihat wajah lucu mereka yang sangat ingin menggendong baby Angel.


“Mas, dari sini aku mau ke Mall ya, mumpung lagi di luar rumah”. Donny memasukkan potongan daging ke dalam mulut istrinya. Mia mengunyah daging itu seraya menunggu jawaban dari Donny.


“Jangan terlalu lama, kamu kan harus istirahat juga”. Mia mendesah, dia merasa seperti orang yang sakit harus selalu di suruh istirahat.


“Kamu pasti kelelahan menjaga Angel seharian”. Kali ini Donny memasukkan potongan kentang ke mulut istrinya.


“Aku nggak pernah merasa lelah, Mas. justru aku merasa sangat bersemangat mengurus anakku”. Ucap Mia dengan kesal. Donny selalu menganggap menjaga anak seperti pekerjaan besar yang membutuhkan banyak tenaga, padahal dia hanya menggendongnya, menemani bermain dan menyusui. Di mana lelahnya. Apalagi dia hanya mengurus anaknya dan tidak melakukan pekerjaan yang lain.


Donny terkekeh melihat wajah kesal Mia yang sedang mengunyah, kalau mereka tida sedang makan, dia pasti sudah melahap bibir istrinya karena gemas.


“Karena kamu sangat lucu, Mas Donny akan menemani kamu ke Mall”. Mata Mia berbinar, mereka sudah lama tidak pergi berdua sejak baby Angel lahir.


“Saya bisa kerjakan besok”. Mia bertepuk tangan kegirangan, ini akan jadi pertama kali mereka jalan bertiga. Donny memperhatikan ekpresi Mia, wanita itu terlihat senang hanya dengan Donny mengatakan akan menemaninya ke Mall, dia jadi tidak sabar menunggu beberapa bulan lagi.


“Tapi Mas Donny nggak usah pakai jasnya, pakai kemeja aja”. Donny mengangguk setuju, Mia lagi-lagi tersenyum senang.


Beberapa pengawal mengikut mereka tanpa Mia ketahui, pikirnya dia hanya bertiga saja bersama suami dan anaknya, Bu Mira sudah di antar pulang oleh supir kantor tadi. Mia mengajaknya, tapi Bu Mira menolak dengan mengatakan banyak yang harus dia kerjakan di rumah.


Donny mendorong stroler baby Angel, Mia berjalan di samping suaminya denga mengalungkan tangannya. Mereka singgah di banyak tempat membeli beberapa mainan untuk putri cantiknya, Mia sekalian mencari gaun yang akan dia pakai di acara pernikahan Alex nanti.

__ADS_1


Dia yakin Donny akan mengizinkanya pergi, atau bahkan dia akan menemaninya ke Bali sekalian liburan. Mia tersenyum membayangkan mereka akan liburan bertiga di Bali nanti.


Pagi ini Mia memaksa Donny ke rumah sakit, sudah hampir seminggu Donny selalu mual dan pusing setiap pagi. Laki-laki itu menurut pada istrinya, dia memang merasa ada yang aneh pada dirinya. Donny tidak pernah makan nasi saat sarapan selama hidupnya, dan sekarang dia hanya ingin makanan itu sebagai sarapannya. Dia juga tidak suka makanan pedis, dan itu menjadi favoritenya sekarang.


“Bu, aku titip Angel ya, susunya sudah aku pompa. Ada di kulkas tinggal di hangatkan”. Ucapnya sebelum pergi menemani suaminya, Donny sebenarnya melarangnya ikut tapi wanita itu ingin menemani suaminya agar dia juga tahu apa yang terjadi pada suaminya.


“Iya, Nyonya”, jawab Bu Mira. Ini pertama kalinya dia akan menjaga baby Angel sendirian, dia senang akhirnya bisa bermain puas bersama bayi lucu itu. Mia sangat protektif pada bayinya, dia tidak mau ada yang menjaganya selagi dia masih bisa melakukannya.


Mereka berdua pergi ke rumah sakit dengan Leo yang membawa mobilnya. Mia juga sudah menghubungi Rafael sebelumnya.


“Tunggu saja di luar, saya akan memeriksa suamin kamu”. Mia memasang wajah memelasnya, “Apa aku tidak bisa di dalam saja, aku amu bersama suamiku”.


Dokter Rafael tertawa membuat Mia mengkerutkan keningnya “Suami kamu tidak apa-apa, justru kamu yang harus di periksa nanti”.


“Haah”, Mia masih diam dalam kebingungannya saat Rafael masuk ke dalam ruang perawatan untuk melihat keadaan sepupunya.


“Tidak ada yang salah dengan mu, Don”. Ucap Rafael saat mereka hanya tinggal berdua saja.


“Tapi kenapa saya selalu mual dan pusing, dan itu hanya terjadi di pagi hari”.


“Itu karena mungkin istri kamu sedang hamil”.


Donny diam, terkejut. Dia menggelengkan kepalanya “tidak mungking” katanya.

__ADS_1


“Apanya yang tidak mungkin, kalian suami istri dan kalian pasti sering melakukannya. Jadi kenapa terkejut kalau istri kamu  hamil”.


“Apa dia ada di luar”, Dokter Rafael mengangguk. “Kau mau dia di periksa”, kata Dokter Rafael. Donny menghela nafasnya, jika memang seperti itu kerja kerasnya selama ini hanya akan sia-sia.


__ADS_2