
“Di mana wanita itu?” tanya Donny, dia meninggalkan istrinya bersama Bu Mira di kamar karena sedang menyusui baby Angel.
“Ada di gudang, Tuan”, jawab Leo. “Apa yang harus saya lakukan padanya, Tuan?”
“Cari tahu semua tentangnya, jika ada yang bermasalah jadi kan itu sesuatu untuk mengahncurkannya. Saya tidak percaya dia wanita baik-baik”.
“Baik, Tuan” jawab Leo. Donny lalu kembali ke kamarnya, dia tidak ingin kembali ke kantor dan meninggalkan istrinya sekarang ini.
“Keluarlah Bu, siapkan makan siang”perintah Donny.
“Baik Tuan”, jawab Bu Mira.
“Dia tidur?” Mia meletakkan baby Angel yang tertidur di boxnya dengan hati-hati. “Mas Donny tidak kembali ke kantor?”
“Mas Donny mau menemani kamu di rumah” jawab Donny. Mia mengangguk “Masih mau mencari pengasuh untuk Angel?” Mia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi suaminya. Donny nampak berfikir dengan hati-hati.
“Baiklah, untuk sementara kamu yang akan menjaga Angel. Tapi Mas Donny tidak mau melihat kamu kelelahan atau kurang tidur”.
“Bukan Angel yang sering bikin aku kelelahan sampai kurang tidur, tapi Papanya”. Donny terkekeh. Benar juga, dia yang paling sering membuat istrinya kelelahan dan kurang tidur karena melayani nafsunya yang besar akhir-akhir ini. Dada istrinya yang semakin berisi sejak melahirkan membuatnya selalu tidak bisa menahan dirinya.
“Ayok, biar Angel di jaga Bu Mira saja dulu”, Mereka keluar kamar dan meminta Bu Mira menjaga baby Angel yang sedang terlelap di kamarnya.
Mia mengambilkan nasi dan lauk di piring suaminya, Donny menatap piringnya tidak berselera. Lalu dia memanggil salah satu pelayan dan meminta di buatkan puding seperti yang selalu Mia makan.
“Kenapa nggak makan nasi?” Mia pusing sendiri melihat tingkah aneh suaminya.”Aku suap ya”, bujuknya. Donny mengangguk dengan senang melupakan puding yang dia pesan tadi.
“Kamu makan juga sayang”, Dan akhirnya mereka hanya makan sepiring berdua dengan menggunakan sendok yang sama dari mulut Donny ke mulut Mia. pelayan sampai menunduk menahan senyum melihat keromantisan mereka.
Siang sudah berganti malam, bayi manis itu belum terlelap dan masih asyik mendengar kedua orang tuanya yang mengajaka berbicara.
__ADS_1
“Maafkan Papa ya sayang, sudah membiarkan putri Papa yang cantik tidur bersama orang jahat”, ucapnya penuh rasa bersalah pada anaknya. Mia membelai wajah suaminya lembut, sejak tadi yang dia katakan hanya maaf, maaf dan maaf. Donny memegang tangan Mia yang membelai wajahnya lalu mengecupnya. Dia tersenyum pada istrinya lalu kembali menatap putri cantiknya.
“Angel tahu dari mana Angel mendapatkan wajah cantik ini?” kata Donny berbicara dengan anaknya, bayi mungil itu hanya tertawa tanpa mengerti. “Mata cantik ini dari Mama, bibir mungil ini juga dari Mama, kalau hidung yang mancung ini baru dari Papa”, bayi itu masih tertawa saja membuat Donny gemas dan menciuminya.
Baby Angel menangis sambil melihat Mamanya, “sayang, kamu di apain sama Papa”, Mia mengambil baby Angel yang menangis dan menggendongnnya. Tangis bayi itupun mereda dalam pelukan sang ibu.
“Tuan, wanita itu memang seorang pengasuh tapi dia memanfaatkan pekerjaannya dengan menggoda para majikan terdahulunya dengan tujuan menguras uang mereka sebanyak-banyaknya”. Hanya dalam waktu satu hari Leo sudah berhasil mengumpulkan semua informasi tentang Siska.
“Di antara dua belas korbannya, hanya di rumah ini dia bekerja paling cepat bahkan sebelum dia bisa mendekati anda, Tuan”, Leo menunduk saat mengucapkan kata terakhirnya, sesekali dia menganggkat kepalanya melihat reaski Donny.
Donny mendengus kesal, dia sudah merasa jijik hanya dengan mengingat dia pernah bicara dengannya. Dia bersyukur istrinya punya perasaan yang sangat peka.
“Apa dia memiliki seseorang untuk bekerja sama?”
“Tidak ada, Tuan. Hanya beberapa teman sprofesi dengan tujuan yang sama yang sekarang masih berada di rumah targetnya menjadi pengasuh. Mereka semua masih muda dan cantik” Leo mendapat tatapan tajam dari Donny membuatnya kembali menunduk.
“Sekalian dengan teman-temannya?”
“Tidak perlu, itu urusan mereka”
“Baik, Tuan”. Leo lalu meninggalkan ruangan Donny, di pintu dia berpapasan dengan Alfandy yang akan menemui Donny.
“Maaf merepotkan mu masalah pengasuh itu”, Alfandylah yang paling merasa bersalah karena tidak menyelidiki secara detail sebelum membawa pengasuh itu pada Donny.
“it’s oke”, jawab Leo sambil berlalu.
“Ini perencanaan semua proyek kita untuk tahun depan yang anda minta, Tuan” Alfandy sangat sibuk belakangan ini, itu sebabnya Leo yang mengurus masalah lain. Donny mengambil map-map itu dan membacanya. Dia menghela nafasnya.
__ADS_1
“Sepertinya saya harus bekerja lebih keras”. Ucapnya menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya.
“Kenapa anda meminta semua ini, Tuan?”. Donny meminta Alfandy menyusun semua rencana Oliver Group untuk tahun depan membuat Alfandy dan dua sekertaris wanitanya harus lembur tiap hari.
“Saya punya rencana sendiri, Al. Kamu akan mengetahuinya nanti karena kamu yang akan mengurusnya”. Donny menyunggingkan senyum, Alfandy tidak bisa membaca apa yang sedang ada dalam fikiran Tuannya itu.
Donny tidak pulang untuk makan malam, dia terus bekerja menyelesaikan pekerjaan yang bisa dia selesaikan. Saat dia pulang, dia melihat istrinya tertidur dengan baby Angel yang berada di pangkuannya. Donny mengambil baby Angel yang tertidur dan meletakkan di boxnya.
“Mas Donny sudah pulang?” Mia terbangun saat merasa ada yang mengambil anaknya.
“Kenapa tidur seperti itu, tangan dan kakimu bisa pegal nanti”, Mia membantu suaminya melepas jas dan dasinya.
“Sayang, kamu istirahat saja, saya bisa sendiri”, Mia tidak perduli, dia terus melanjutkan apa yang dia kerjakan.
“Mas Donny mau mandi? Aku siapkan air mandi ya”, Donny menarik tangan istrinya yang akan ke kamar mandi.
“Tidak perlu sayang, kamu istirahat saja”. Bukannya kembali ke tempat tidur dan istirahat, Mia malah mengalungkan tangannya ke pinggang suaminya.
“Benar, nggak mau aku mandiin?” Mia tersenyum nakal menggoda suaminya. Donny memicingkan matanya, dia sudah sangat hafal jika sedang seperti ini pasti ada maunya dan pasti itu sesuatu yang sulit Donny kabulkan.
“Ada apa, emmm”. Mia mencium sekilas bibir suaminya. “Aku mau ke Bali ya, Alex mau menikah”. Donny menghela nafasnya, benarkan.
“Aku juga perginya berdua sama Fiona”, ucap Mia cepat melihat perubahan wajah Donny.
“Sayang, lalu bagaimana dengan Angel. Siapa yang akan mengurusnya kalau kamu pergi”.
“Aku akan membawanya”, jawab Mia. Tidak mungkin dia meninggalkan anaknya bersama orang lain.
“Lagi pula itu masih dua minggu lagi, bukan besok. Aku sengaja kasih tahu Mas Donny sekarang”. Mia memasang wajah sok imutnya di depan suaminya. Donny hanya menghela nafasnya. Dia tidak mau istrinya pergi jauh darinya, tidak mungkin juga menemaninya mengingat pekerjaan yang harus dia selesaikan sesuai rencana.
__ADS_1
“Masih dua minggu kan? Mas Donny akan mengaturnya nanti. Sekarang Mas Donny mau mandi, Ayok” Donny menarik tangan istrinya masuk kamar mandi. Mia tersenyum malu mengikuti suaminya ke dalam kamar mandi.