Suami Penyembuh Luka

Suami Penyembuh Luka
Epis. 97 Kejutan yang gagal


__ADS_3

Perasaan Donny tidak karuan, dia baru kali ini merasa kecewa yang luar biasa bahkan lebih kecewa saat Natasya menolaknya berkali-kali. Bagaimana tidak, rencana matang yang sudah dia susun sedemikian rupa sebagai hadiah yang baru sempat dia berikan pada istrinya menjadi berantakan. Bukan lagi berantakan tetapi gagal total.


Mia masuk dengan wajah ceria yang penuh senyum dan langsung menarik kursi di samping tempat tidur.


“Kamu tidak meminum pil kbnya?” Mia sudah memeriksakan dirinya, dan benar dia hamil dan sudah lima minggu benih itu ada di rahimnya tanpa sepengetahuannya. Wajah cerianya perlahan memudar, Donny yang menangkap perubahan ekpresinya menahan semua kekecewaannya dan berusaha tidak menunjukkannya.


“Mas Donny nggak mau bayinya”, tanyanya dengan raut wajah yang sendu. Entah kenapa dia mengartikan pertanyaan Donny seperti itu. Donny tersenyum, dia membelai pipi istrinya.


“Mana mungkin Mas Donny tidak menginginkannya”, ucapnya dengan senyum yang sedikit terpaksa. “Hanya saja Angel masih sangat kecil, kamu akan semakin kerepotan nanti”, ucapnya dengan alasan yang memang masuk akal.


 “Aku hanya tidak mau asi ku akan terganggu karena minum pil kb”, ucap Mia pelan. Dia tidak tahu apa yang salah dengan suaminya, kenapa dia tampak kecewa mengetahui dia akan mempunyai anak lagi.


“Kenapa kamu tidak bilang, kita bisa mencari cara lain”. Mia semakin merasa yakin kalau suaminya tidak merasa senang dia hamil lagi walaupun Donny mengatakannya dengan pelan.


“Maaf, karena Mas Donny yang harus menanggung mual dan pusingnya”, mungkin itu salah satu penyebab Donny tidak terlihat senang dengan kehamilannya. Donny mengambil tangan istrinya dan menggenggamnya. “Saya justru bersyukur bahwa saya yang harus mengalami ini semua dan bukan kamu. Saya jadi bisa merasakan apa yang kamu rasakan”. Mia menatap suaminya, benarkah.


 “Mas…”


“Ehmm”


Mia diam sejenak “Kenapa aku merasa Mas Donny kecewa aku hamil lagi?” Mia penasaran dan akhirnya bertanya. “Aku lihat Mas Donny tidak sesenang sewaktu aku hamil Angel dulu. Apa Mas Donny tidak mau punya anak lagi?”. Sejujurnya pertanyaan itu sedikit menyesakkan dadanya, dia masih ingin memberikan anak laki-laki pada suaminya.


“Tentu saja Mas Donny mau, Mas Donny mau punya banyak anak agar rumah ramai dengan anak-anak kita”, ucapnya dengan jujur. “Tapi itu tidak sekarang”, lanjutnya lagi.


Donny menghela nafasnya, dia memandang istrinya yang sedang tertunduk sedih menahan tangis.

__ADS_1


“Mas Donny sudah punya rencana untuk kamu, untuk kita berdua”, Mia mengangkat kepala menatap suaminya.


“Mas Donny mau membawa kamu melihat indahnya dunia, kita akan menitipkan Angel di Barcelona pada Mama lalu kita bisa pergi berkeliling dunia berdua. Mas Donny mau kamu melihat keindahan yang ada di setiap sudut di dunia ini”. Mia tercengang, dia tidak menyangka suaminya akan memberikan kejutan seindah itu padanya, dan sekarang dia malah membuat suaminya terkejut dengan kehamilannya.


“Tidak mungkin kita pergi dengan keadaanmu yang sedang hamil, Mas Donny tidak mau ambil resiko”.


Mia jadi mengerti alasan kekecewaan suaminya, dia pasti sudah menyusun rencana itu dengan matang.


“Maaf”, ucapnya dengan menundukkan kepalanya, ada air mata yang tiba-tiba menetes dari matanya.


“Kenapa minta maaf, ini bukan salah kamu. Kamu tidak tahu kalau Mas Donny punya rencana seperti itu untuk kamu. Kamu tidak meminum pilnya dan kita melakukannya hampir setiap malam dengan Mas Donny menyimpannya di dalam, tentu saja itu akan menghasilkan benih di rahim kamu. Jangan merasa bersalah”.


Donny menghapus cairan bening yang mengalir pelan di pipi istrinya. Dia lalu memeluk dan mencium pucuk kepalanya. “Kita akan merencanakannya lagi nanti saat bayinya lahir”, Donny mengelus perut Mia yang masih rata.


“Maafkan Papa ya, sayang”, Donny kembali mengelus perut rata Mia dan menciuminya.


Dokter Rafael menyuruhnya tinggal di rumah sakit untuk beberapa hari tapi Donny lebih memilih istirahat di rumah, dia sudah sangat merindukan putri kecilnya padahal tidak sampai dua puluh empat jam mereka tidak bertemu.


Alfndy sudah datang menjemputnya, dia sudah tidak terlalu sibuk. Rencana Donny membawa Mia keliling dunia untuk sementara di tunda dan pekerjaannya yang berkali-kali lipat dari biasa kembali seperti semula.


“Anda sudah sehat, Tuan”, tanya Al, Donny hanya berdehem menjawabnya.


Mobil Alfandy sudah teparkir sempurna di depan pintu utama, Alfandy turun dan membuka pintu mobil untuk Donny.


“Kamu kembali ke kantor, Al. Kalau ada yang penting, kamu bisa membawany ke rumah. Saya mungkin tidak akan ke kantor beberapa hari”.

__ADS_1


“Baik, Tuan”. Alfandy masuk kembali ke dalam mobil setelah melihat Donny menghilang di balik pintu.


“Mas Donny”, Mia yang baru akan turun menjemput suaminya di depan pintu berlari kecil menuju suaminya, Donny melangkah lebih cepat dan menangkap istrinya dan memeluknya.


“Sayang kamu lupa, kamu kan lagi hamil. Jangan berlarian seperti itu”, Mia terkekeh. “Maaf, ucapnya”. Mereka lalu saling merangkul munuju kamar mereka. sampai di kamar, Donny langsung menuju kamar mandi membersihkan dirinya sebelum menciumi putri cantiknya.


“Fiona sudah pesan tiket pesawat ke Bali, dia bilang Al mau menemaninya”. Mereka sudah berada di atas tempat tidur dengan baby Angel berada di antara mereka.


“Al tahu Fiona pesan tiket?” Mia menggeleng, “Fiona mau sok-sok an di depan Al, kalau dia juga bisa menyiapkan segala sesuatu. Biar terlihat keren di depan Al”. Mia dan Donny tergelak bersamaan. Donny menggeleng-gelengkan kepala dengan tingkah Fiona, untung saja sifat istrinya sangat manis dan selalu patuh padanya.


“Fiona pasti akan kecewa, dan tiketnya hanya akan sia-sia”


“Kenapa?”, tanyanya mengkerutkan keningnya “Al sudah mengizinkannya pergi bahkan mereka akan pergi bersama. Kenapa tiketnya sia-sia?”


“Karena Mas Donny akan mengantar kalian ke Bali”.


“Ehmm.. Mas Donny bilang apa?”Donny terkekeh melihat reaksi Mia “Mas Donny akan mengantar kalian ke Bali, kita akan naik pesawat pribadi kesana. Jadi tidak perlu tiket” ulangnya dengan lebih jelas.


Wajah Mia berbinar cerah, bahkan hanya liburan ke Bali wanita itu sudah sangat senang. Bagaimana reaksinya bila liburan yang sudah di rencanakan Donny benar-benar bisa terwujud. Donny sudah melupakan kekecewaannya, tidak tersisa sedikitpun di hatinya. Toh masih banyak waku yang bisa dia nikmati bersama istrinya dan juga anak-anaknya.


“Makasih Mas” Mia memeluk suaminya dan mencium semua permukaan wajahnya. Donny menghentikannya dengan cepat.


“Sayang, yang kamu lakukan bisa memancing Mas Donny”, ucapnya. “Bagaimana kalau kamu menidurkan Angel dulu baru kita melanjutkannya”. Donny menarik bibir, tersenyum menyerinagi mengoda istrinya. Mia terkekeh lalu mulai menidurkan baby Angel.


Dokter tidak melarang mereka melakukan hubungan suami istri, selama itu di lakukan dengan hati-hati. Itu tentu kabar yang baik untuk Donny.

__ADS_1


__ADS_2