Suami Penyembuh Luka

Suami Penyembuh Luka
Epis. 45 Hilang sejenak


__ADS_3

”Cieee, yang lagi ulang tahun. Mukanya ceria banget”. Goda Mia, hari ini Cilla berulang tahun dan kekasihnya akan mentraktir teman-temannya makan di hotel bintang lima. Mia tentu saja antusias bila itu tentang makanan.


“Ajak Fiona juga ya, Mi”.ucap Cilla.


“Fioan lagi sibuk banget, Cill”. Balas Mia, Cilla hanya memanyunkan bibirnya.


Seperti rencana sebelumnya, pulang kantor Mia dan beberapa temannya satu divsinya menuju Hotel tempat mereka akan melangsungkan acara ulang tahun Cilla. Acara itu hanya acara sederhana yang di hadiri teman kantor satu divisinya.


Mia mengirim pesan pada Donny bahwa dia akan makan malam bersama teman-temannya. Dan dengan susah payah membujuk Donny, akhirnya Donny mengijinkannya ikut di mobil kekasih Cilla. Tapi Leo dan dua orang yang di utus Al harus tetap mengikutinya.


“Kamu nggak ajak Bu Mauren”. Ucap salah satu di antara mereka.  Cilla berdecak, “Untuk apa, merusak suasana aja”. Jawabnya santai. Mereka semua tertawa, mengajak wanita kaku itu memang ide yang buruk.


Mereka memesan banyak makanan, juga dua botol wine yang harganya cukup menguras dompet. Rencananya setelah dari makan malam, mereka akan melanjutkannya di club. Para gadis itu tidak perlu khawatir untuk mabuk, kekasih Cilla akan mengantar mereka pulang satu per satu nanti.


Sambil menunggu makanan datang, mereka bercerita banyak tentang pekerjaan, tentang manager baru mereka yang kaku dan pemarah, tentang kehidupan pribadi mereka. Kekasih Cilla itu hanya menjadi pendengar setia.


“Aku mau ke toilet sebentar”. Mia berdiri menitipkan tasnya pada temannya dan hanya membawa ponsel kalau-kalau nanti Donny menghubunginya.


Gadis itu melihat sosok wanita yang tidak asing sedang berbincang dengan seseorang sambil berjalan menuju arahnya. Gadis itu nampak shock setelah memastikan bahwa penglihatannya memang tidak salah. Walaupun wanita itu terlihat sangat berbeda dari beberapa tahun lalu, Mia masih bisa mengenalinya dengan jelas. Dia memalingkan tubuhnya dengan cepat.


Mia berjalan ke sembarang arah dengan cepat, dia menabrak beberapa orang yang tidak sengaja menghalanginya sampai tidak sadar ponselnya sudah terlepas dari tangannya sejak tadi.


Akhirnya langkahnya membawanya keluar dari hotel, dia memanggil taksi yang memang terparkir di depan hotel dan naik dengan cepat begitu taksi itu berhenti di depannya.


Cilla dan teman-temannya mencari Mia ke seluruh hotel, ponselnya aktif tapi tidak ada jawaban membuat teman-temannya khawatir sampai mengcancel acara makan malam mereka.

__ADS_1


Leo masuk terburu-buru ke dalam hotel setelah mendapat kabar dari dua orang pengawal yang bertugas menjaga Mia, mereka menemukan ponsel Mia di lantai dengan keadaan yang mengenaskan.     Sudah satu jam mereka mencari ke seluruh hotel tapi tidak bisa menemukan keberadaan Mia, akhirnya Leo memutuskan untuk memberi tahu Alfandy tentang hilangnya Mia.


Alfandy mencoba terlihat tenang di depan Donny setelah mendengar kabar dari Leo, Al lalu memberi arahan pada Leo untuk memeriksa cctv untuk mencari tahu keberadaan Mia. Tapi hotel itu bukan milik Oliver Group sehingga membuat Leo kewalahan meminta akses untuk bisa masuk ke ruangan monitoring.


Setelah Al berbicara melalui sambungan telepon dengan Manager hotel, barulah Leo bisa masuk ke dalam ruangan monitoring yang ada di hotel itu.


Donny sampai di rumah pukul sembilan lewat, dia makam malam di luar bersama para petinggi perushaan. Awalnya Donny ingin menolak karena belakangan ini dia lebih senang mengahbiskan waktunya bersama Mia.Tapi ternyata Mia sudah punya janji dengan temannya dan akhirnya Donny makan malam bersama koleganya.


“Ada apa Al? sejak tadi saya perhatikan kamu sangat gelisah? Apa sesuatu terjadi?” pertanyaan beruntun Donny membuatnya salah tingkah, Al tidak tahu harus mengatakan apa pada Donny.


“Apa Mia sudah sampai di rumah?” Donny lalu mengalihkan pandangannya pada Bu Mira.


“Belum, Tuan”. Mendengar jawaban Bu Mira, Donny mengambil ponsel dari balik jasnya bermaksud menghubungi  Mia, panggilan tersambung tapi tidak ada jawaban.


Alfandy menunduk saat Donny menatapnya tajam.


“Maafkan saya, Tuan. Leo masih sedang mencari Nyonya”. Ucap Al akhirnya.


“Nyonya pergi menggunakan taksi dengan terburu-buru, tasnya saat ini masih di simpan teman kantornya, dan…” Al diam sejenak. “Ponsel Nyonya di temukan di lantai, mungkin Nyonya tidak sengaja menjatuhkannya”.


Donny menutup matanya dan menghirup oksigen dalam satu tarikan nafas. “kenapa kamu baru mengatakannya”.


“Maafkan saya, Tuan”.


“Berhenti mengatakan maaf, Al”. seru Donny berteriak. Ponsel Al bergetar, nama Leo terpampang di sana.

__ADS_1


“Di mana?” tanya Al, “Baiklah”.


“Nyonya sudah di temukan, Tuan”. beritahu Al,


“Di mana dia?” tanya Donny masih belum meredakan amarahnya.


“Di pantai di pinngir kota”. Tanpa banyak kata Donny berjalan keluar rumah, Al buru-buru mengikutinya.


“Anda mau kemana, Tuan?”


“Menurut kamu saya akan kemana”. Al membukakan pintu untuk Donny lalu duduk di balik kemudi. Donny yang akan menjemputnya pulang.


Mia duduk di pinggir pantai, semilir angin malam yang dingin menusuk tulang tidak di rasanya sama sekali, rambut panjanya yang terurai di biarkan menari mengikuti arah angin. Pandangannya terarah pada ombak yang bergemuruh, tapi hatinya sedang memikirkan sesuatu yang terasa sesak di dadanya.


Setelah bertahun-tahun dia akhirnya memilih melupakan semuanya, menerima bahwa semua memang sudah berakhir sejak lama dan harusnya dia memang melepaskannya dari dulu. Rasa benci, rindu pada seseorang yang masih tersimpan di hatinya memang sudah seharusnya dia lupakan sejak dulu.


Dia sudah mulai berdamai dengan rasa bersalahnya atas kematian Ayahnya. Menganggap bahwa semua itu adalah takdir yang harus dia lalui. Toh, Ayahya di atas sana pasti juga menginginkan kebahagiannya.


Tapi saat dia melihat wanita itu, wanita yang sudah mengambil separuh jiwanya, menghancurkan rencana masa depan yang sudah dia buat dengan sempurna, luka itu kembali terasa perih. .


Dia tidak menyangka sepanjang sisa hidupnya akan kembali bertemu seseorang yang sangat tidak ingin dia jumpai lagi dalam kehidupan ini dan membuatnya kembali mengingat hal-hal yang sudah coba dia lupakan.


Tiba-tiba pundaknya terasa hangat. Mia mendongak, Donny sudah berdiri di sampingnya dengan wajah yang nampak sangat khwatir, kepalanya lalu sedikit berbalik melihat ada beberapa pria dengan setelan jas serba hitam sedang memunggungi mereka.


Mia menarik sudut bibirnya membentuk senyum yang indah. Lalu pandangannya kembali terarah pada laut lepas yang terhampar di hadapannya. Mia menghirup dalam-dalam aroma tubuh Donny yang melekat di jas yang tersampir di kedua pundaknya. Hatinya yang tadinya galau dan kacau tiba-tiba menjadi tenang dan damai. Mia lalu merapatkan jas itu di tubuhnya.

__ADS_1


Donny tidak mengatakan atau menanyakan apapun, dia tahu kalau gadis itu pasti sedang tidak-baik-baik saja. Dia menemaninya disana melihat pemandangan laut yang terlihat indah di malam hari.


__ADS_2