Suami Penyembuh Luka

Suami Penyembuh Luka
Epis. 66 Klarifikasi


__ADS_3

Berita sudah berhenti, tidak ada lagi satu videopun yang akan muncul di sosial media. Walaupun terlambat karena sudah banyak orang yang mengetahuinya.


Belum ada pernyataan apapun dari Oliver Group tentang berita yang sudah menghebohkan dunia di pagi hari itu. Presiden Direktur mereka sedang dalam perjalanan kembali ke tanah air.


Tidak ada satupun Televisi nasioanal yang menyiarkan berita itu karena tidak ada yang mau berurusan dengan Donny Adriano karena mereka tahu akibatnya. Juga di Bandara terlihat lengang, tidak ada pemburu berita yang terlihat padahal kabar kepulangan Donny sudah tersebar luas. Mereka bahkan berspekulasi Donny akan pulang dengan Natasya.


Alfandy langsung mengarahkan mobilnya menuju bandara untuk menjemput Donny, beberapa penjaga keamanan sudah di siapkan untuk berjaga-jaga.


“Bagaimana Mia, Al?”. Donny sudah duduk dengan nyaman di kursi penumpang, tidak ada halangan besar saat tadi dia keluar dari bandara lewat jalur khusus.


“Nyonya sedang bersama Fiona, Tuan. saya tidak bisa menggambarkan kondisinya sekarang”.  Donny menghela nafasnya dengan kasar.


“Anda akan langsung menemui Nyonya?” AL melihat lewat kaca spion menunggu jawaban Tuannya.


“Atur konferensi pers sekarang juga?”. Perintah Donny.


“Baik, Tuan”. Al lalu menghubungi beberapa orang untuk segera mengatur konfersi pers, Donny akan mengklarifikasi semuanya.


Donny menyandarkan kepalanya di sandaran mobil. Dia sangat lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan juga selama berada di Paris dia tidak banyak beristirahat. Tapi rasa lelahnya harus di abaikan untuk mejelaskan pada dunia tentang apa yang sebenarnya terjadi. Juga pada istrinya, wanita yang sangat dia rindukan.


Video yang tersebar di ambil saat Donny mengantar Natasya kembali ke apartemenya, seseorang merekamnya saat mendapat sedikit celah, dia hanya bisa merekam sedikit karena pengawal yang bersama Donny hampir saja memergokinya.


Dia mengunggah video itu ke sosial media menggunakan akun palsu. Tadinya dia menawarkan pada stasiun televisi untuk menyiarkan berita itu tapi mereka semua menolaknya.


“Jangan main-main dengan Tuan Donny, Nona. Anda tidak tahu bagaimana menyeramkanya dia ketika marah”. Ucap salah satu pihak dari staiusn tv dimana wanita itu menawarkan berita penting untuk di siarkan.


Dia yakin kalau Donny tidak akan menemukan bahwa dialah yang meneybarkan video itu. Tapi dia salah besar. Alfandy sudah memberi tahu Donny siapa dalang di balik tersebarnya video itu.


Banyak media undangan sudah duduk di kursinya masing-masing, klarifikasi ini akan di siarkan langsung di stasiun televisi. Donny berharap Mia bisa melihatnya.


Donny memasuki tempat berlangsungnya konfrensi pers dengan kawalan ketat di ikuti Alfandy di belakangnya. Puluhan kamera langsung terarah padanya.

__ADS_1


“Selamat siang”. Sapanya pada semua yang ada di ruangan itu dan juga yang sedang menonton di rumah.


“Saya minta maaf karena telah membuat keheboan ini”, ucapnya dengan sopan.


“Saya yakin anda ingin tahu kebenaran tentang berita yang tersebar?”. Donny terlihat tenang, menutupi wajah letihnya dengan senyuman yang belum pudar dari bibirnya.


“Saya dan Natasya memang pernah menjalin hubungan”, ruangan itu heboh dengan pengakuan jujur Donny. Banyak yang ingin bertanya berapa lama mereka telah bersama atau apakah mereka masih bersama sampai sekarang da n bagaimana dengan istrinya, bukankah dia sudah menikah?.


Tapi semua pertanyaan itu hanya tersimpan di fikiran mereka, karena pihak Oliver Group sudah menyatakan dengan tegas tidak asa sesi tanya jawab. Ini hanya sebuah klarifikasi untuk mematahkan asumsi orang-orang bahwa dia dan Natasya masih dalam sebuah hubungan.


Donny berdehem membuat ruangan kembali tenang.


“Tapi hubungan itu sudah berakhir dan kami mengakhiinya dengan baik”. Donny diam sejenak, mengatur nafasnya, senyum yang tadi masih merekah perlahan hilang, wajahnya lalu menjadi datar dengan aura yang menakutkan. Sangat jarang dia menunjukkan sisinya yang satu itu pada orang-orang.


“Saya sudah menikah dan bahagia bersama istri saya, saya tidak mau ada berita apapun yang akan mengganggu fikiran istri saya. Saya harap semuanya berakhir di sini hari ini. Terima kasih”.


Donny melangkah meninggalkan podium yang tadi di pijakinya, lalu seorang reporter beridiri dan memberikan sebuah pertanyaan. “Apakah anda punya harapan untuk Natasya?”


“Kejarlah mimpi kamu setinggi  yang kamu inginkan, sambil mencari rumah yang hangat dan nyaman agar saat kamu lelah kamu akan tahu kemana harus kembali. Saya akan selalu mendukung kamu”. Donny menundukkan sedikit kepalanya sebelum benar-benar meninggalkan ruangan itu.


Tidak ada lagi berita ataupun gosip tentang video itu, semuanya lenyap seperti di telan bumi. Satu masalah selesai, tapi masalah yang sebenarnya lebih menguras fikirannya adalah istrinya.


Dia tahu Mia sudah salah faham padanya. Al bilang padanya, wajahnya menjadi pucat karena menangis dan itu sangat melukai hatinya.


Donny sengaja tidak menceritakan pada Mia tentang kepergiannya ke Paris adalah untuk mengunjungi Natasya . Dia tidak ingin itu menjadi beban pikiran untuknya sehingga dia memerintahkan Alfandy dan Bu Mira untuk tidak memberitahu Mia karena dia yang akan menjelaskannya secara langsung.


Tidak di sangka sebuah video malah tersebar dan Mia mengetahuinya dari peercakapan pelayan yang tidak sengaja dia dengar.


“Kita lansung ke kontrakan Mia, Al?” Perintah Donny, dia sudah tidak sabat bertemu dengan istri cantiknya.


“Tuan Besar sudah menunggu anda di rumah, Tuan”. Terdengar hembusan nafas pelan, tentu saja berita itu sudah sampai di telingan Papanya.

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban Donny, Alfandy melajukan mobilnya kembali ke rumah. Tuan besar sudah menunggunya sejak tadi dan memerintahkannya segera pulang ke rumah.


“Plakk…” sebuah tamparan yang sangat keras mendarat di pipi Donny hingga membuat bibirnya berdarah, Johan masih mengayunkan tangannya sekali lagi tapi Laura menghentikannya. Itu pertama kalinya Johan menamparnya anaknya.


“Papa sudah lihat di tv kan, Donny sudah mengatakan dengan jelas kalau hubungan mereka berakhir”. Ucap Laura menggenggam erat tangan suaminya yang bergetar menahan amarah.


Donny hanya menunduk, dengan tangan yang terkepal kuat. Di fikirannya saat ini hanya ada istrinya yang sedang menangis.


 “Papa kecewa sama kamu, Don. Papa sudah bilang jangan menemui wanita itu lagi bukan, berani-beraninya kau malah meninggalkan istrimu dan mendatanginya di Paris”. Ucapanya dengan suara tinggi. Donny masih menunduk.


“Sekarang jemput Mia dan pastikan dia kembali, kalau tidak Papa akan mengusir kamu dari rumah ini dan juga Perusahaan”. Ancam Johan dengan tegas. ‘Berani-beraninya kau menyakiti menantu kesayanganku’. Batin Johan geram.


“Donny pastikan akan membawa Mia kembali, Pa”. Donny akhirnya bersuara.


“Obati lukamu dulu”. Laura merangkul anaknya dan membawanya duduk di sofa.


“Ambilakan kotak obat, Bu”. Ucap Laura melihat ke arah Bu Mira.


Laura membersihkan darah yang mengalir dari bibirnya, lalu mengoleskan salap di sana. Donny tidak merintih saat Mamanya menyentuh luka itu. Dia jadi ingat pernah menampar Mia hingga berdarah dan itu mebuat hatinya berdenyut nyeri.


“Terimakasih, Ma”. Donny mencium kedua pipi Mamanya, lalu pergi meninggalkan rumah itu.


“Ayo, Al!”


*****


Terimakasih banyak untuk semua dukungannya 😊🙏


Mohon maaf bila ada salah dalam setiap kata, tolong di maklumi penulis yang masih amatir ini... ☺


Love you All... thank you once again 🙏

__ADS_1


__ADS_2