
Mia tidur sendiri lagi malam ini, sudah hampir satu minggu Donny meninggalkannya, dan selama itu pula Donny tidak pernah memberi kabar padanya. Hanya Bu Mira dan Alfandy yang selalu memberinya kabar tentang suaminya. Wanita itu terus mencoba berfikir positif, dia percaya pada suaminya walaupun kadang rasa takut juga menghantuinya.
Bukankah dia sudah memutuskan untuk mencoba, hanya menunggu saja tidak akan membuatnya goyah. Apalagi semua orang memperlakukannya dengan sangat baik.
Bu Mira selalu menyediakan makanan yang menggugah seleranya, kadang dia makan banyak kadang hanya makan sedikit atau malah tidak makan sama sekali.
Alfandy juga menjaganya sangat baik. Bila berada di luar rumah, Alfandy selalu mengikutinya dan tidak pernah membiarkannya sendirian mereka juga mulai akrab akhir-akhir ini. Mungkin Donny sudah memerintahkan semua orang untuk menjaga istrinya dengan baik.
Tapi apa yang Donny lalukan di sana, Mia sama sekali tidak tahu, bila dia bertanya Al hanya mengatakan “ada hal penting harus di selesaikan”. Mia menyerah sendiri dan memutuskan tidak bertanya lagi. Donny sudah bilang akan mengatakan padanya nanti saat dia kembali.
Matahari masih bersembunyi di peraduannya, Mia bangun sangat awal karena matanya tidak pernah benar-benar terpejam. Semenjak tidur sendiri, dia selalu gelisah membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dia sangat merindukan suaminya.
“Kasihan, dia menunggu Tuan, tapi Tuan sedang berduaan bersama Nona Natasya”. Sayup-sayup Mia mendengar sebuah percakapan. Dia mendekati sumber suara.
“Dunia akan heboh dengan berita ini”. Suara yang lain ikut berkomentar. “Benar, akan jadi trending topik di seluruh dunia”. Tiba-tiba salah satu dari mereka diam membeku di tempatnya. Mia mengenali kedua pelayan yang sedang bercertia itu. Mia berjalan semakin dekat dengan mereka membuat keduanya terntunduk lesu.
“Apa yang akan jadi ternding topik dunia?” tanyanya, dia mendengarnya dengan jelas tapi ingin memastikan sekali lagi.
“Ada apa, Nyonya?” Alfandy tiba-tiba masuk entah dari mana semakin membuat kedua pelayan itu ketakutan. Alfandy bermaksud mengambil ponsel Mia dan mematikan jaringan internet di rumah itu sebelum Mia bangun, tapi sepertinya sudah terlambat.
Mia berlari menuju kamarnya dan mencari ponselnya bermaksud mencari tahu apa yang sedang menjadi trending dunia. Sepertinya benar-benar sudah terlambat.
Kedua pelayan itu berdiri gemetar, Alfandy tidak melakukan apapun hanya menatap mereka dengan tatapan yang seolah akan menguliti mereka hidup-hidup.
__ADS_1
“Apa yang sudah kalian katakan pada Nyonya?”. Kedua pelayan itu hanya menunduk ketakutan. Mereka sama sekali tidak tahu Mia mendengar percakapan mereka.
“Ada apa, sekertaris Al”. Tanya Bu Mira melihat kedua pelayannya berdiri menunduk di depan Alfandy.
“Kurung mereka di gudang, Bu. Jangan beri makan dan minum, Tuan Donny yang akan memberi mereka hukuman”. Al tidak mengalihkan pandangan menusuknya pada dua gadis itu.
“Apa kesalahan mereka ?” Bu Mira bermaksud membela kedua pelayan itu agar Al melepaskan mereka. Tapi saat Alfandy menceritakan apa kesalahan mereka membuat Bu Mira geram dan memanggil dua orang penjaga keamanan untuk membawa mereka ke gudang.
“Apa Nyonya sudah melihatnya?” tanya Bu Mira dengan cemas.
“Sepertinya sudah, Bu”, jawab Al. Pandangan kedua orang itu lalu tertuju ke atas di mana kamar utama berada.
“Tolong jaga Nyonya, Bu Mira. Saya akan mengurus masalah ini?” Bu Mira mengangguk dengan cepat. Sorot matanya mengatakan selesaikan semuanya dengan cepat.
Bu Mira menyusul Mia ke kamar, dia mengetuk pintu berulang kali tapi tidak ada jawaban dari dalam membuatnya bertambah cemas. Dia takut terjadi sesuatu yang buruk dengan Mia, wanita itu sudah pernah menyakiti dirinya sendiri saat hatinya terluka.
Mia duduk dengan menekuk lututnya di tempat tiur. Air matanya sudah membasahi kedua kakinya. Dia kalah, benarkah?.
Kedua pelayan itu benar, hubungan mereka terekspose dan menjadi trending topik dunia. Natasya Dan Donny Adriano menempati pencarian teratas sejak semalam dan dia baru menegtahuinya pagi ini. Bagaimana tidak heboh, Natasya Clarisaa adalah seorang super model yang sudah mendunia sedangkan Donny Adriano adalah billionare muda yang berstatus suami seseorang.
Ponselnya masih tergeletak di depannya dengan menampilkan video pendek di mana Donny sedang merangkul bahu Natasya memasuki aprtemen mewah di Paris. Video yang hanya beberapa detik itu tapi menampilkan wajah mereka dengan jelas sudah di tonton dan di unggah ribuan kali di sosial media.
Dia sudah merasa di atas angin, hubungannya dengan Donny makin hari makin nampak seperti hubungan suami istri pada umumnya yang menikah karena memang mereka saling mencintai dan saling menginginkan. Mereka bahkan sudah melakukan hubungan suami istri berkali-kali. Itulah pengorbanan terbesar menurutnya.
Namun hari ini, dia merasa kalah. Donny bahkan mengunjungininya di Paris. Tentu saja, mereka sudah saling mencitai selama enam tahun, tidak semudah itu Donny akan membalikkan hatinya untuknya.
__ADS_1
Mia terus bermonolog dengan fikirannya sendiri hingga dia tidak sadar Fiona sudah berdiri didepannya.
“Fi, aku mau pulang ke kontrakan”. Fiona mengangguk cepat dan membantu Mia mengemasi pakaiannya tapi Bu Mira yang ikut masuk setelah merusak kunci melarangnya dengan tegas.
“Tuan akan pulang hari ini, Nyonya. Sebaiknya anda tidak kemana-mana”. Fiona lalu tidak perduli dengan barang-barang Mia, dia dengan cepat memeluk sahabatnya dan membawanya keluar dari kamar itu.
Bu Mira memanggil beberapa penjaga keamanan untuk menghalagi mereka, membuat Fiona geram dan tidak bisa lagi menahan dirinya.
“Kenapa anda masih ingin Mia tetap disini, bukankah video itu sudah jelas menunjukkan kalau Tuan Donny lebih memilih kekasihnya itu. Minggir” ucap Fiona dengan wajah yang sudah kesal, sementara Mia hanya diam seperti tidak punya kekuatan sedikitpun.
“Tuan Donny sendiri yang akan menjelaskannya. Anda tidak boleh membawa Nyonya muda keluar dari rumah ini”.
“Biarkan aku menenagkan diri dulu”. Mia akhrinya bersuara dengan tatapan yang kosong dan wajah yang sudah pucat. Mereka kemudian meneruskan langkahnya tapi penjaga keamanan dengan sigap menghalangi mereka.
“Saya akan mengantar anda, Nyonya”. Suara Al membuat semua orang berbalik ke arahnya. Fiona melihat Mia dan gadis itu mengangguk lemah.
“Sekertaris Al”. Bu Mira menatap Alfandy dengan penuh tanda tanya. Alfandy hanya memberi jawaban lewat sorot matanya.
Tidak ada suara apapun sepanjang perjalanan, isak Mia sudah berhenti sejak tadi, dia hanya diam dengan tatapan kosong memandang jendela kaca.
Hatinya hancur untuk yang kedua kali. Fikiran nya benar-benar kosong bahkan berfikirpun tentang apa yang sebenarnya terjadi dia sudah tidak punya tenaga lagi. Dia memejamkan mata dan bersandar di dada Fiona, gadis itu menggenggam tangannya erat menyelurkan sedikit kekuatan. Fiona juga tidak bisa memikirkan apa yang terjadi dan tidak mau memikirkannya.
Saat ini yang dia pedulikan hanya Mia, perasaannya dan juga mentalnya. Bagaimana sahabatnya itu akan melewatinya kali ini, apa yang harus dia lakukan?.
Alfandy memperhatikan Nyonya mudanya dari kaca spion, dia menghela nafas melihat keadaannya yang sangat kacau. Dia mencengkram erat kemudi dengan tatapan yang tajam yang entah dia tujukan pada siapa.
__ADS_1