Suami Penyembuh Luka

Suami Penyembuh Luka
Epis. 94 Pengasuh baby Angel 2


__ADS_3

Pagi ini Donny kembali merasa mual dan pusing, malah terlihat semakin parah karena dia tidak mau makan apapun. Mia ingin kembali menghubungi Dokter Rafael tapi Donny melarangnya, dia merasa akan lebih baik dengan berbaring sebentar lagi. Dengan memeluk istrinya tentu saja.


Seperti menjadi obat mujarab untuknya, dia meras lebih baik setelah menciumi raoma tubuh istrinya. Lalu seperti kemarin, hari ini Donny juga minta di mandikan istrinya seperti anak kecil. Mia hanya menghela nafas dan menuruti kemauan suaminya.


“Mas, makan sedikit ya. Tadi Mas Donny muntah banyak, perut Mas Donny pasti kosong”, ucap Mia dengan wajah sedihnya. Donny merasa senang melihat Mia mengkhawatirkannya.


“Mas Donny akan makan di kantor, kamu jangan khawatir ya”. Donny mengecup pucuk kepala istrinya. “Bu Mira yang akan mengurus pengasuh Angel. Kamu tidak apa-apa kan mengurus Angel sendiri sampai Al mendapat pengasuh baru”.


“Aku malah merasa tidak perlu pakai pengasuh, aku bisa mengurusnya sendiri”, Donny mencubit pipinya “kamu akan cepat lelah sayang, waktu istirahat kamu akan semakin berkurang” kata Donny. Mia masih ingin bicara saat Donny mencium bibirnya dan mengulumnya lembut seperti permen kapas.


Mia tahu jika sudah seperti itu Donny pasti tidak akan mendengarnya. Mia mengantar suaminya sampai kedepan, sudah ada Leo yang berdiri di samping pintu mobil yang sudah terbuka. Leo menundukkan kepalanya sopan pada Tuan dan Nyonya nya. Donny kembali memberinya kecupan di kening sebelum masuk ke dalam mobil.


Bu Mira menyerahkan baby Angel pada Mia “Sayang”, Mia menciumi anaknya lalu membawanya masuk ke kamar.


“Tapi apa kesalahan saya, Bu. Saya menjaga nona muda dengan baik, kenapa saya di berhentikan?” Siska tidak terima saat Bu Mira memberinya amlop yang berisi cek sejumlah tiga kali lipat dari gajinya. Bu Mira menghela nafasnya, tidak mungkin dia mengatakan kalau Nyonya rumah tidak menyukainya.


“Karena kamu masih muda dan tidak berpengalaman”. Alasan singkat yang di berikan Bu Mira, tapi gadis itu tidak percaya sedikitpun.


“Saya sudah mengasuh nona muda selama sebulan, kenapa baru sekarang saya di katakan tidak berpengalaman, kenapa tidak di hari pertama saya bekerja”. Ucapnya dengan nada sedikit meninggi. Selama ini Bu Mira melihatnya sebagai gadis yang baik dan sopan, tapi melihat cara bicaranya sekarang sepertinya memang gadis ini tidak layak menjadi pengasuh nona muda.


‘Nyonya memang sangat pintar melihat orang jika itu menyangkut anaknya’


“Pelankan suara kamu, Nyonya bisa mendengarnya”, ucap Bu Mira dengan tenangnya.


“Pasti gara-gara dia kan, dia pasti tidak menyukai saya karena saya lebih cantik dan masih muda, karena dia takut saya menggoda suaminya. Iya kan?”


“Siska”. Bu Mira membentaknya pada akhirnya. Siska sudah kelewatan dengan mengatakan hal seperti itu tentang nyonya mudanya.

__ADS_1


“Saya sudah meminta kamu untuk pergi baik-baik, kenapa kamu malah mencari keributan seperti ini”. Kata Bu Mira kembali dengan tenangnya.


“Karena saya keberatan…” Siska menyambar Bu Mira yang masih berdiri di tempatnya. Dia berlari dengan cepat ke lantai dua di mana kamar utama berada.


“Siskaaaa” Bu Mira mencoba teriak menghentikannya tapi gadis itu tidak berhenti sedikitpun. Dia membuka kamar yang tidak di kunci dengan kasar. Mia yang sedang menyusuia baby Angel pun tersentak kaget. Siska lalu mengunci pintu itu dari dalam.


“Siska, kamu nggak bisa ketuk pintu dulu”, ucap Mia dengan ketus. Dia meletakkan baby Angel dan mengancing bajunya sambil berjalan mendekati Siska.


Siska melemparkan cek yang tadi di berikan Bu Mira ke depan wajah Mia. “kamu pikir bisa mengusir saya dengan uang itu, hah”.


“Kamu takutkan suami kamu yang kaya raya itu jatuh cinta sama saya karna saya lebih cantik dari kamu. iya kan”. Mia melihat baby Angel yang masih tidur dan belum terganggu dengan teriakan Siska.


“Pelankan suara kamu, anak saya sedang tidur”. Kata Mia dengan suara yang lebih pelan tapi ada penekanan di setiap katanya.


“Lagi Pula suami saya tidak akan tertarik dengan kamu, melihat kamu saja dia tidak mau asal kamu tahu”. Lanjut Mia.


Plak… Mia menampar Siska dengan keras, dia merasa jijik denga apa yang gadis itu ucapkan barusan. Mata gadis itu seperti mengeluarkan api yang membara dan siap membakar Mia.


Tiba-tiba pintu terbuka, Bu Mira masuk bersama lima orang penjaga keamanan sebelum Siska membalas tamparan Mia.


“Seret dia keluar” perintah Bu Mira.


“Dasar sialan, saya akan membalas kamu Mia”. teriaknya saat dua penjaga keamanan dengan sigap memegang tangannya  “Brengs*ek, lepaskan saya bisa jalan sendiri”, penjaga keamanan itu menyeretnya paksa saat dia masih tidak mau berjalan. Dia masih ingin memaki Mia.


“Anda tidak apa-apa, Nyonya?” tanya Bu Mira khawatir melihat Mia yang gemetar. Mia menggeleng, Bu Mira lalu mengambil segelas air dan memberikannya pada Mia.


“Kenapa dia bisa sampai semarah itu, Bu?” Mia masih terkejut dengan Siska yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas.

__ADS_1


“Dia marah karena di berhentikan jadi pengasuh nona muda, Nyonya” jawab Bu Mira. Dia merasa kasihan melihat Mia, Nyonya mudanya itu pasti sangat ketakutan tadi sewaktu Siska mengunci pintu dari dalam. Tapi untung saja Mia bukan gadis yang lemah. Bu Mira tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika saja pintu itu terlambat di buka.


Mia mengatur nafasnya yang terengah-engah karena emosi. “Aku menampanya, Bu. Dia mengatakan sesuatu yang sangat menjijikkan”. Bu Mira kembali merasa bersalah, dia merasa gagal melindungi Nyonya mudanya bahkan hal itu terjadi di rumah di dalam kamarnya.


“Maafkan saya, Nyonya. Saya harusnya bisa menahannya tadi”, sesal Bu Mira.


“Apa Mas Donny tahu?”


“Tuan sedang dalam perjalanan pulang, Nyonya”. Mia lega suaminya akan pulang, dia sangat membutuhkan suaminya sekarang, tapi juga merasa tidak enak karena Donny harus kembali ke rumah padahal baru beberapa jam yang lalu dia pergi. Mia menghela nafasnya yang sudah kembali teratur lalu naik ke tempat tidur dan membelai pipi putri kecilnya.


Terdengar pintu terbuka dengan kasar, Mia kembali tersentak kaget mengingat hal yang sama barusan terjadi. Namun dia bernafas lega ketika melihat suaminya yang melakukannya.


“Kamu tidak apa-apa, Sayang”, Donny menghampiri istrinya dengan cepat melihat semua bagian tubuh istrinya yang masih di jangkau penglihatannya.


“Aku nggak apa-apa”, Donny memeluk istrinya.


“Maaf, harusnya Mas Donny bisa mengetahuinya sejak awal”.


“Bukan salah Mas Donny, dia aja memang yang kurang ajar”. Ucap Mia kesal mwngingat apa yang di katakan  Siska tadi.


“Apa dia menyakiti kamu”, Mia menggeleng “Aku menamparnya”, ucapnya tanpa rasa bersalah, gadis itu memang pantas mendapatkannya. Donny terkejut tapi tidak menampakkannya. Istrinya wanita yang sangat baik, jika sampai dia melukai seseorang itu pasti karena sesuatu hal yang tidak bisa di terimanya.


“Mau menceritakan apa yang terjadi?” tanyanya lembut pada istrinya dan masih memeluknya. Mia menggeleng “dia cuma marah aja karena di berhentikan”. Donny mengangguk mengerti.


Donny baru melepaskan pelukannya saat baby Angel menangis, dia mengabil putri cantiknya dan mengdendongnya mencoba menghentikan tangisnya tapi baby Angel malah menangis semakin keras.


“Dia lapar”, ucap Mia mengambil baby Angel dari gendongan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2