Suami Sewaan Nona Muda Arogan

Suami Sewaan Nona Muda Arogan
Bab.35 (Pengakuan)


__ADS_3

Di sebuah restaurant ternama di pusat kota. Dua orang wanita sedang duduk berhadapan seraya menikmati secangkir kopi.


"Sudah lama sekali kita tidak bertemu, aku pikir tadi kamu tidak mengenali saya lagi," ujar Eva lalu kembali meneguk minumannya.


"Saya malah tidak menyangka Tante masih mengenali saya, padahal terakhir kita bertemu saat usia saya tiga belas tahun," ucap Sofia.


Sofia terus memperhatikan wanita paru baya yang masih seangkuh dulu. Sebenarnya ia sangat membenci orang yang ada di hadapannya sekarang, karena ada satu rahasia yang bukan hanya Mamanya dan Eva yang tahu tetapi dirinya juga tahu.


"Sebenarnya apa yang ingin Tante bicarakan dengan saya?" tanya Sofia saat melihat Eva yang terlihat sangat santai.


"Kamu sama seperti Mama kamu, tidak suka berbasa-basi. Tapi sebelum itu, Tante ingin tahu ada hubungan apa kamu dengan suami Elisa?" tanya Eva.


Sofia mengeryit kan keningnya. Ia mulai merasa ada maksud terselubung dari pembicaraan ini. "Untuk apa Tante ingin tahu tentang hal itu?"


"Hey tenang dan santai saja. Kamu tahu, jika kamu menginginkan pria itu, Tante bisa bantu. Kita bisa bekerja sama, hubungan kamu dan Elisa juga tidak baik kan?" tanyanya lagi.


"Ck, apa Tante ingin menjadikan saya tumbal sebagaimana dulu tante membayar Mama saya untuk menghancurkan rumah tangga orang tua Elisa?" tanyanya balik.


Dulu sewaktu ia masih belasan tahun. Ia masih ingat satu momen ketika sang Mama di sodorkan segepok uang untuk menjadi orang ketiga dalam hubungan orang tua Elisa.


Eva menatap Sofia tak ada percaya. Ia tak menyangka gadis di hadapannya sekarang mengetahui rahasianya. "Siapa yang mengatakan semua itu, Mama kamu?"


"Saya mengetahui semuanya secara tidak sengaja. Jika Tante pikir saya bisa di sogok seperti Mama saya demi obsesi Tante untuk menyingkirkan Elisa seperti Ibunya, anda salah saya memang mencintai Reynald tapi saya tidak akan bekerja sama dengan orang seperti anda," tegas Sofia.


Eva menyunggingkan senyumnya. Ternyata dia tidak semudah Mamanya yang mata duitan itu, batin Eva.


"Kamu yakin, bisa mendapatkan dia kembali dengan cara kamu sendiri? Kamu tahu saya licik, ada sejuta ide di kepala saya untuk membuat hubungan mereka retak dan pada akhirnya dia akan kembali ke pelukan kamu, pikirkan itu baik-baik," tutur Eva lalu berdiri dari tempat duduknya.


Sofia hanya bisa diam tertegun di posisinya. Ia sangat menginginkan Reynald tapi apa harus dengan cara ini untuk mendapatkannya kembali? Ia nampak berpikir kelas mungkin dalam pikirannya kini semua masih imbang antara menerima tawaran atau tidak, hingga ia belum bisa memutuskan.


Eva yang sudah berbalik dan hendak melangkah pergi, kembali menoleh melihat Sofia. "Kamu bisa menemui saya kapan saja, pikirkan semuanya baik-baik." Setelah mengatakan hal itu, ia kembali melanjutkan langkahnya keluar dari area dalam restauran.


Sofia mencengkram erat cangkir yang ada di genggamannya. Aku berbeda dengan Mama, aku tidak menginginkan uang aku hanya menginginkan Reynald kembali padaku, tapi apa hanya dengan cara ini, batin Sofia.


~


"Wah luar biasa!" seru Jack seraya berlari menghampiri Reynald dan Melvin yang tengah duduk di sofa lusuh favorit mereka.

__ADS_1


"Apa sih kak, heboh banget," ujar Melvin saat Jack berhambur duduk di sampingnya.


"Kamu lihat ini." Jack menyerahkan ponselnya kepada Reynald. "Kamu masuk artikel online, Rey. Akhirnya kalian publis hubungan juga ya?" tanya Jack.


Reynald hanya diam seraya menatap layar ponsel Jack. Dalam artikel itu terpampang fotonya dan Elisa yang sedang bergandengan tangan masuk ke gedung utama EA group pagi tadi.


Sebagai orang awam, ia tidak menyangka Elisa akan sepopuler ini di kalangan media bisnis. Dalam artikel itu tertulis 'Ternyata inilah sosok suami crazy rich kota A, pewaris tunggal EA group' dan juga 'Elisa Eduardo akhirnya hamil, ternyata inilah sosok pria yang menjadi suaminya'


"Sepertinya mulai sekarang aku harus berhati-hati ya, jangan sampai media tau kalau suami Elisa cuma seorang pemilik bengkel mobil kecil," ujar Reynald yang terdengar lemah.


Jack dan Melvin saling menatap satu sama lain. Mereka mengerti pasti Reynald merasa semakin tidak percaya diri.


"Memangnya kenapa kalau cuma pemilik bengkel kecil ... yang penting itu perasaan kalian masing-masing kan," ujar Jack.


"I-iya benar, Kakak jangan berkecil hati ya," sambung Melvin.


Reynald tidak mengucapkan apapun lagi dan memilih pergi ke lantai dua untuk membersihkan badan sebelum pulang ke Mansion. Untung saja Elisa sudah pulang ke Mansion jadi ia tidak perlu ke kantor lagi.


"Kak Jack sih, aturannya nggak usah bilang tadi," celetuk Melvin saat sang kakak sudah naik ke lantai dua.


...**...


Sekitar pukul lima sore, Reynald yang sudah sampai di Mansion, melangkah naik ke atas rooftop untuk menghampiri sang istri yang sedang berenang. Untung saja tadi Bi Nini memberitahunya.


Sesampainya di atas. Ia berusaha menormalkan diri sebelum menghampiri Elisa yang saat ini sedang berenang.


"Ehm, kamu kenapa tiba-tiba berenang lagi, apa karena timbangan kamu naik?" tanya Reynald tiba-tiba.


Elisa langsung berbalik ketika mendengar suara sang suami. Sore ini ia nampak sangat cantik dan sexy dengan bikini merah motif bunga-bunga meski dengan perut yang membuncit.


...Klik gambar....



"Kamu sudah pulang. Aku hanya merasa akhir-akhir ini mudah lelah, aku baca sebuah artikel katanya olahraga renang bagus untuk wanita hamil," ujar Elisa saat menepi ke dekat Reynald.


"Apa kamu juga sudah baca artikel tentang kita?" tanya Reynald tiba-tiba.

__ADS_1


"Oh itu, ya sudah. Kamu nampak sangat tampan di artikel itu, aku senang akhirnya tidak perlu menyembunyikan hubungan kita lagi," jawab Elisa lalu tersenyum kepada Reynald.


"Apa kamu juga senang jika mereka tahu siapa aku yang sebenarnya," gumam Reynald.


"Kamu bilang apa?" tanya Elisa saat merasa mendengar Reynald bicara sesuatu.


"Tidak ada apa-apa,$ ucap Reynald lalu membuka baju dan celana panjang yang ia pakai kemudian ikut masuk kedalam air bersama Elisa.


Reynald langsung meraih tubuh sang istri dan langsung memeluknya. "Kamu kenapa selalu terlihat sexy begini sih, aku jadi mau itu."


"Hey, kamu mengejek ku ya, aku sekarang melar," ucap Elisa kesal.


"Aku serius, kenapa kamu selalu tidak percaya dengan ucapan ku ... bahkan ungkapan perasaan ku saja belum kamu jawab," kata Reynald lalu membawa Elisa kedalam pelukannya.


Saat Reynald merasa terpuruk seperti sekarang, sumber kekuatannya hanyalah Elisa, saat memeluk sang istri seperti ini, ia kembali merasa kuat untuk melewati semuanya.


Aku berjanji akan menjadi orang yang lebih baik dan pantas untuk bersanding sama kamu, batin Reynald.


Elisa melepaskan pelukan mereka. Ia juga menatap wajah sang suami yang saat ini sedang tersenyum kepadanya. Hatinya kembali bergejolak, saat ketulusan begitu tergambar jelas dari kedua netra hitam Reynald.


Sebenarnya apa lagi yang ia ragukan, saat sumber kebahagiaan, kini sudah ada di depan mata. Rasa trauma di masalalu kini perlahan lenyab seiring kebahagiaan yang ia dapatkan. Ya, ia sadar bahwa selama ini dirinya telah salah menilai, semua laki-laki itu tidak sama.


Di antara banyaknya pria hidung belang dan pendusta ternyata masih ada yang tulus dan setia. Elisa pada akhirnya percaya bahwa Reynald adalah salah satu laki-laki tulus dan setia.


"Rey...," ucap Elisa sambil menatap Reynald lekat.


"Apa, hm?" ucap Reynald seraya menyibak rambut sang istri sampai ke belakang.


"A-aku mencintai kamu ... sangat mencintai kamu," ucap Elisa pada akhirnya. Dengan mata yang berkaca-kaca karena rasa haru atas apa yang telah ia ungkapkan, ia akhirnya keluar dari rasa trauma yang membelenggunya selama ini


Reynald menatap Elisa dengan rasa haru yang juga tiba-tiba menyeruak. "Akhirnya kamu mengakuinya juga, aku juga sangat mencintai kamu, El." Ia kembali membawa Elisa ke dalam pelukannya.


Satu masa telah terlewati. Namun bukan berarti semua sudah berakhir, melainkan ini adalah sebuah awal dari perjalanan keduanya. Memang tidak akan mudah karena tiada yang tahu apa kehendak takdir selanjutnya, tetapi percayalah cinta sejati tidak akan pernah berubah meski di terjang ombak perhara.


Bersambung πŸ’•


Jangan lupa dukungannya ya reader terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2