Suami Sewaan Nona Muda Arogan

Suami Sewaan Nona Muda Arogan
Bab.36 (Gara-gara drama series)


__ADS_3

Pagi hari di Mansion utama, setelah beberapa minggu tidak merasakan mual yang teramat sangat, pagi ini ia kembali merasakan hal tersebut. Saat ini ia sedang berada di kamar mandi di temani Reynald yang selalu setia mendampingi.


"Ini pasti karena kemarin sore kamu berenang, jadinya masuk angin kan," ucap Reynald seraya memijat-mijat tekuk leher Elisa.


Setelah selesai memuntahkan semua isi perutnya ia berbalik menatap Reynald. "Sepertinya begitu, aku tidak bisa ke kantor kalau seperti ini," ujar Elisa.


"Kamu di rumah saja ya, tapi maaf aku tidak bisa menemani kamu hari ini, di bengkel ada beberapa mobil yang harus segera di perbaiki," jelas Reynald.


"Iya tidak apa-apa, kamu pergi saja tapi kalau pulang sore nanti belikan aku spaghetti carbonara di restauran biasa, aku ingin sekali memakannya," ujar Elisa.


"Siap Bos, ayo keluar kamu harus istirahat," ucap Reynald lalu menuntun Elisa keluar dari kamar mandi.


~


Setelah Elisa kembali tertidur, Reynald buru-buru mandi dan bersiap-siap karena hari ini Melvin kuliah jadi Jack hanya sendirian di bengkel.


Reynald melangkah mengendap-endap keluar dari kamar. Setelah ia berhasil keluar, ia segera berlari menuruni tangga. Di ujung tangga sana Bi Nini dan para pelayan lain sedang menunggunya dan Elisa.


"Nona muda tidak turun Tuan?" tanya Bi Nini.


"Oh Elisa sedang kurang enak badan Bi, tolong buatkan dia susu hangat dan bubur ya, saya harus berangkat sekarang," ucap Reynald lalu kembali melangkah dengan cepat menuju pintu keluar.


"Tuan tidak sarapan dulu!" seru Bi Nini namun tak di dengar oleh Reynald yang sudah masuk kedalam mobil.


...**...


Sesampainya di bengkel, benar seperti dugaannya Jack sampai kewalahan. Ia segera menghampiri Jack yang sedang berkutat dengan mesin. "Maaf aku baru datang."


"Kamu kenapa lama sekali, hari ini ramai sekali. Oh iya si david sudah kirim bukti pengiriman oli mesin yang kita pesan kemarin belum?" tanya Jack.


Reynald merogoh kantong jaketnya, dan juga celana namun ponselnya tidak ada. Ia menepuk jidatnya saat mengingat bahwa ponsel itu ada di meja lampu tidur. "Ponsel ku ketinggalan."


"Ya sudah biar aku hubungi David nanti, sekarang tolong bantu saya Tuan muda," ujar Jack dengan ekspresi wajah lebay-nya.


"Tuan muda apaan ngawur, aku mau ganti baju dulu," ujar Reynald lalu melangkah pergi meninggalkan Jack.

__ADS_1


...**...


Siang hari di Mansion, ketika selesai makan siang Elisa mulai bosan karena tidak bisa melakukan apapun, ia sibuk mengecek ponsel Reynald yang tertinggal, namun tidak menemukan apa-apa karena memang itu adalah ponsel baru yang ia belikan beberapa bulan yang lalu.


Akhirnya ia mengambil sebuah laptop yang ada di meja sofa kamarnya. Sesaat ia mengecek beberapa data perusahaan namun karena bosan ia membuka situs online untuk menonton film.


Saat membuka situs online tak sengaja ia melihat iklan sebuah drama series yang sedang viral di media sosial. "Ini kisah tentang orang ketiga, ada-ada saja hal seperti ini di jadikan tontonan."


Elisa adalah tipe orang yang menyukai film hollywood, namun karena ia melihat rating drama series itu sangat tinggi, ia penasaran dan akhirnya malah menonton drama series itu.


A few moments later.....


"Kurang ajar ba*ngsat berani-beraninya dia tidur dengan perempuan murahan itu saat istrinya sedang hamil. Kalau aku jadi dia aku cincang habis mereka! Penghianat bagusnya ke neraka." Elisa sampai menghentak meja berkali-kali karena menonton drama series itu.


Sudah tujuh episode berlalu, dan ia menonton semuanya tanpa berkedip. Saat akan lanjut ke episode selanjutnya .... "Apa! Kenapa cuma segini, hah harus nunggu minggu depan baru tayang lagi, padahal lagi seru-serunya."


Elisa mematikan laptop dan berbaring di atas sofa. Ia mengingat salah satu adegan di drama itu, ketika sang istri memeriksa sosial media suaminya. "Pasti Reynald punya akun media sosial kan, tapi apa ya ... tanya kak Jack saja."


Elisa bangun dari posisi berbaringnya dan langsung melangkah menuju ranjang di mana ia meletakkan ponselnya. Agar tidak mencurigakan, ia hanya mengirimkan pesan kepada Jack.


Elisa kembali meletakkan ponselnya dan meraih ponsel milik sang suami, "Andai ponsel lamanya tidak rusak pasti banyak bukti autentik di sana." Elisa kembali mengecek ulang ponsel sang suami namun tak menemukan nomor yang mencurigakan.


Di dalam ponsel itu hanya beberapa nomor dan tidak ada foto sama sekali. "Ponselnya sepi sekali akun sosial medianya saja tidak log in. Galerinya juga kosong, kalau di pikir-pikir kami tidak ada foto berdua ya."


Tringg...


Ponsel Elisa berdering tanda panggilan masuk, ia pun segera meraih ponselnya.


[Rey_bi itu nama akun facebooknya.]


"Hah, Rey ... Bi, aneh sekali," ucap Elisa lalu terkekeh sendiri.


Elisa masuk ke akun media sosial media miliknya, selama ini ia jarang menggunakan akun itu karena ia pikir tidak ada gunanya berhubungan dengan orang lain secara virtual. Namun kali ini ia merasa akun itu cukup berguna untuk mengulik hal lebih dalam tentang sang suami.


"Ayo kita cari, nama Rey_bi." Ia mulai mengetikan nama itu di kolom pencarian, sampai akhirnya menemukan satu akun yang terpajang foto Reynald. "Akhirnya ketemu juga, ayo kita lihat apa saja isinya."

__ADS_1


Disana tertera bahwa Reynald terakhir update pada bulan April tahun lalu. Layaknya seorang mata-mata ia terus mencari sampai menemukan satu bukti seperti yang ada di film itu.


Setelah mencari-cari, akhirnya ia menemukan beberapa foto Reynald dengan seorang wanita yang nampak sangat mesra, ya siapa lagi kalau bukan Sofia. "Caption apa ini, berani-beraninya mereka berpose seperti ini." Dalam keterangan foto itu bertuliskan satu untuk selamanya. Meski foto itu di ambil tiga tahun sebelumnya namun ia tetap tidak terima.


"Dia juga pernah memberi wanita ular itu bunga! Dia tidak pernah memberikan bunga padaku, me-mereka juga pernah tour antar kota bersama!" seru Elisa kesal. Ingin rasanya ia membanting ponsel itu namun akhirnya ia hanya meletakkannya di atas meja lampu tidur saja.


Tiba-tiba suasana hatinya menjadi sangat buruk. Ia berbaring di atas ranjang dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Ia tahu semua hanya masalalu tetapi masalalu antara Sofia dan Reynald begitu manis hingga membuatnya merasa iri.


~


Satu jam berlalu, Reynald pulang lebih awal setelah pekerjaannya selesai karena khawatir dengan kondisi Elisa. Sesampainya di kamar, ia bisa melihat Elisa berbaring di atas tempat tidur dengan seluruh tubuh tertutup selimut.


Karena merasa khawatir, Reynald melangkah dengan cepat untuk menghampiri sang istri. "Elisa kamu tidak apa-apa?" tanyanya seraya menyibak selimut yang menutupi tubuh sang istri. Ia terkejut saat melihat istrinya itu menangis. "Kamu nangis?"


Elisa segera bangkit dan langsung berdiri dari posisinya. "Kamu bilang tidak pernah pacaran dengan Sofia, tapi kenapa kamu banyak mengabadikan momen romantis bersama dia!"


"Kamu kenapa sih tiba-tiba?" tanya Reynald bisa bingung.


"Aku kira aku wanita pertama yang kamu ajak tour naik motor itu, tapi ternyata dia juga pernah melakukan tour bersama kamu, bukan cuma itu kamu memberikan dia buket bunga edelweiss di hari valentine tahun lalu, it's my favorite flower, not her!"


"Aku benar-benar tidak mengerti, kamu lihat di mana sih semua itu, hm?" tanya Reynald lagi. Ia tetap berusaha tenang meski Elisa tidak demikian.


"Di akun sosial media kamu, Rey_bi," jawab Elisa.


"Astaga sayang, itu kan cuma masalalu, aku bahkan sudah tidak mengunakan akun itu lagi karena aku lupa kata sandinya," ujar Reynald seraya menarik rambutnya kebelakang.


"Kalau kamu lupa kata sandinya, itu berarti semua foto kamu dan wanita itu tidak bisa di hapus?" tanya Elisa sambil mendelik tajam kearah Reynald.


Reynald menghela napas berat. "I-iya tidak bisa ... lagi pula apa itu penting, semuanya hanya masalalu," kata Reynald yang berusaha membujuk sang istri.


"Pokoknya aku tidak mau tahu, kamu harus menghapus semua foto itu!" ucap Elisa lalu melangkah pergi meninggalkan kamar.


Reynald tidak bisa melakukan apapun. Ia tahu Elisa cemburu, dan juga hormon kehamilan membuat sang istri menjadi lebih sensitif dari biasanya. Namun ada satu hal yang ia membuatnya bingung, dari mana Elisa tahu akun media sosial miliknya. "Kira-kira siapa yang mengatakan padanya ya."


Bersambung πŸ’•

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya reader.


__ADS_2